
Disisi Intan
Intan dan Mommy Lala sedang duduk bersama disofa ruang tengah sambil melihat Riko yang masih menjalankan therapi dengan dokter spesialis nya
"Mom aku salah yah kalau minta yang aneh-aneh ke suami ku"Tanya Intan dengan ragu-ragu
"Aneh seperti apa?"Tanya Mommy Lala
"Mommy tau permainan ku benar-benar gak masuk akal bahkan aku tadi minta di adopsikan paus orca Mom ke Ay"Ucap Intan
"Memangnya kenapa?kan ibu hamil itu ngidamnya aneh-aneh kamu gak salah kok sayang"Ucap Mommy Lala
"Itu bukan sebuah kejahatan kan?"Tanya Mommy Lala lagi intan tersenyum dengan ucapan mertuanya yang lembut
"Asal kamu gak minta balapan atau ngidam yang ekstrim yang bisa buat kamu dalam bahaya mungkin Mommy akan marah ke kamu walaupun itu ngidam nya kamu"Ucap Tante Lala
"Iyah Mom"Ucap Intan
Intan bergelayut manja di lengan Mommy Lala sedangkan Mommy Lala mengelus rambutnya
Hari berganti malam intan masih di rumah Mommy Lala dan Papi Riko karena Rio masih belum menjemput nya dan terpaksa dia harus diantar oleh supirnya Mommy Lala ke mansionnya
Intan sampai dengan selamat dia langsung masuk mencari keberadaan Rio
Ketika dia masuk kamar dia menemukan Rio sedang tertidur pulas diranjang dibalut selimut
Intan duduk disamping suaminya yang sudah tertidur pulas itu dia mengelus wajah Rio yang damai
"Kamu kecapean Ay sampai ketiduran bahkan lupa kalau aku masih di rumah Papi"Ucap Intan lalu dia memberikan ciuman di pipi nya Rio
"Good night yah"Ucap Intan
Intan belum mengetahui kejadian ledakan diruangan Rio tadi siang karena takut intan terkejut dan bisa-bisa dia drop
Intan mengelus rambut Rio sambil tersenyum sesekali dia mencium pipi Rio sampai ponsel Rio menerima pesan dan intan yang membacanya
Alice
"Hay sayang lama gak ketemu bisa ketemu sekarang gak?aku tunggu dia taman dekat mansion kamu yah atau kalau kamu mau aku bisa ke datang ke mansion kamu sekarang"
Intan hanya membacanya lalu dia meletakkan lagi ponsel Rio ke tempatnya
__ADS_1
Dengan wajah tanpa ekspresi intan langsung pergi untuk mendatangi Alice ditempat yang sudah ditentukan
Intan tidak pergi sendirian tapi Indra dan Frans yang menemani nya mendatangi Alice
Intan sampai di dekat mansion Rio disana sudah ada Alice menunggu sambil duduk di kursi panjang yang ada disana
"Ngapain kamu suruh suami ku kesini?"Ucap Intan berdiri dibelakang nya Alice dan dia menoleh sambil tersenyum
Alice menatap Indra dan Frans yang ada dibelakang nya intan mereka berdua menatap benci Alice
"Sehelai saja rambut nona terbang karena anda saya tidak akan sungkan menghabisi anda"Ucap Indra dengan wajah datarnya sedang kan hanya diam
"Kenapa harus ada ancaman sih?aku mau ngomong sama Rio sebenarnya tapi kalau ada intan nya juga gak papa sih"Ucap Alice ramah
"Bisa kita ngobrol sebagai teman?"Tanya Alice ramah pada intan
"Teman?"Ucap Frans mengejek ucapan Alice
"Nona lebih baik kita kembali ke mansion kalau tuan tau nona menemui dia mungkin saja dia akan mengamuk pada seluruh anak buah"Ucap Indra
"Bicara saja Alice"Ucap Intan
"Tidak mau sambil duduk?kamu kan hamil nanti cape"Ucap Alice ramah pada intan dan intan menganggukan kepalanya dia duduk dengan Alice di kursi itu
"Oke"Ucap Alice
"Menyenangkan yah jadi wanita yang dicintai Rio?"Ucap Alice sambil menatap intan dengan senyumnya intan diam menatap mata Alice
"Yang kamu ucapan itu benar sekali aku wanita bodoh yang sudah menyia-nyiakan seorang Rio"Ucap Alice
"Aku cinta pertamanya tapi ketika dia menikah sama kamu kenapa dia bisa dengan mudahnya lupain aku"Ucap Alice
"Karena kamu wanita yang gak tau diri"Ucap Indra
"Ka!"Tegur intan pada Indra tapi Alice bukannya marah malah tersenyum manis
"Dia benar ntan aku gak marah kok"Ucap Alice
"Andai waktu bisa diputar mungkin di posisi kamu sekarang adalah aku"Ucap Alice
"Tapi waktu gak bakal bisa diputar kamu tetap masa lalu bahkan hanya sebatas kekasih sedangkan aku masa depannya bahkan status ku Istrinya"Ucap Intan dengan tegas
__ADS_1
"Kamu gak ada rasa bersalah Ntan ambil dia dari aku?dan kamu tau kan kalian menikah dadakan bahkan karena terpaksa sampai Rio harus menyembunyikan ini dari aku"Ucap Alice
"Kamu tau kan ketika honeymoon pertama kamu dia pergi kemana?dia pergi datangin aku bukan sama kamu"Ucap Alice
"Kamu gak ada merasa bersalah ambil dia begitu aja dari aku?"Tanya Alice seakan-akan jadi orang yang tersakiti
"Kamu tanya rasa bersalah sama aku sedangkan kamu gugurin anak Rio yang gak berdosa apa kamu juga gak merasa bersalah?"Ucap Intan Alice terdiam karena ucapan intan
"Pernikahan kami terjadi bukan karena kesalahan tapi karena takdir kami yang memang akan bersama sedangkan Kaka hanya bagian puing-puing masa lalu nya"Ucap Intan
"Aku gak pernah gugurin kandungan aku tapi aku kecapean karena kandungan aku lemah"Ucap Alice membela diri
"Oke!tapi 5 tahun suami aku ngemis cinta Kaka kenapa Kaka gak pernah mau buat nikah sama dia"Ucap Intan
"5 tahun bukan waktu yang sebentar tapi Kaka sia-siakan waktu dia"Ucap Intan
"Aku baru tau wanita yang suami ku sanjung dulu ternyata wanita bodoh"Ucap Intan
"Jaga ucapan kamu"Ucap Alice yang tersulut emosi
Indra dan Frans ingin menahan Alice tapi intan melarang nya
"Aku tanya sekarang enak hamil tanpa suami?bahkan luntang-lantung dan berniat ambil suami orang?"Ucap Intan Alice tak bisa menahan emosi nya dia langsung mencekik leher intan dengan kuatnya sampai intan hampir tak bisa bernafas tapi Indra dan Frans berusah melepaskan tangan Alice dari leher Intan
Cekikikan Alice terlepas dan sekarang dia ditahan oleh Indra dan Frans Alice berontak dengan kuatnya dia menendang bawahnya Frans dan Indra bergantian sampai mereka mengerang kesakitan
Alice melepas kan sepatu tinggi dia ingin kabur tapi sebelum kabur dia melepaskan sepatunya ke arah Intan dan mengenai dahi intan bahkan sampai berdarah
Alice berhasil kabur sedangkan Indra dan Frans tidak mengejar nya karena mereka mengkhawatirkan nona mereka
"Kamu gak papa Nona?"Tanya Indra intan menganggukan kepalanya sambil memegangi dahinya yang terus mengeluarkan darah
Mereka buru-buru pergi menuju mansion milik Rio Indra dan Frans tidak langsung membawa intan masuk tapi dia membawa nya ke tempat anak buah beristirahat dia ingin memberikan penanganan pertama pada luka intan
Dengan telaten mereka merawat luka intan sampai selesai dan luka intan sudah tertutup membuat Indra dan Frans senang
Tapi leher intan lebam gara-gara cekikikan Alice tadi
"Aku gak papa suami ku sudah tidur mungkin besok ini sudah hilang"Ucap Intan
"Maafkan kami Nona tidak bisa menjaga kamu dengan baik"Ucap Frans
__ADS_1
"Gak papa santai aja"Ucap Intan dengan senyum manisnya
Indra dan Frans mengantarkan intan masuk kedalam mansion nya lalu mereka berniat mencari Alice sampai ketemu