
Intan sudah sampai di mansionnya Riko dan Mommy Lala dia berjalan cepat menuju kamar Papi Riko sedangkan Rio hanya berjalan santai dibelakang Intan ketika dia masuk ternyata Papi Riko sedang belajar berjalan dengan Mommy Lala
"Pagi Papi"Ucap Intan sedang senyum terbaiknya dia langsung berisiatip menggandeng tangan Riko yang sedang berjalan berjalan,Rio baru saja masuk dia melihat istrinya hanya bisa geleng-geleng kepala
"Pagi Mom"Ucap Rio lalu dia mencium kedua pipi Mommy Lala
"Maaf yah istri ku lagi mode caper ka Papi"Ucap Rio
"Gak papa kok sayang wajar kan dia lagi hamil calon cucu Papi kamu"Ucap Mommy Lala
"Aku titip istri ku lagi yah soalnya aku harus kerjakan"Ucap Rio
"Iyah kamu kenapa harus izin sih?"Ucap Mommy Lala
"Biar lebih sopan aja kan Mommy dan Papi selalu ajarkan itu ke Rio"Ucap Rio
Mommy Lala tertawa kecil sambil mengelus pipi putranya
"Sayang kamu istirahat aja dulu gih nanti kita lanjutin lagi"Ucap Mommy Lala pada Riko
"Iyah"Ucap Riko
Intan membantu Riko duduk dikasurnya dengan penuh perhatian pada Riko
"Kalau anak kamu cewe bisa lucu ini"Ucap Mommy Lala
"Moga aja cowo aku maunya cowo Mom"Ucap Rio
"Semoga yah"Ucap Mommy Lala
Ponsel intan bergetar tanpa pesan masuk tapi ponselnya intan ada ditangan Rio dia langsung tau siapa pengirim pesan itu dia adalah Gema
*Gema
"Ntan besok aku bakal resmikan gedung hotel aku dan aku berharap kamu datang karena hotel ini punya kenangan yang manis kan?"
"Kami harus datang semoga kamu datang sendirian yah kalau kamu ajak suami kamu bisa-bisa acara aku bakal berantakan"
"Jam 10 pagi yah kalau kamu gak bisa nanti bisa ku jemput😁*"
Rio mendekati intan dia menyerahkan ponselnya pada intan
__ADS_1
"Kenapa?"Tanya Intan dan dia mengambil ponselnya dia membaca isi pesan Gema dengan wajah ragu-ragu menatap Rio
"Pasti gak?"Ucap Intan sambil menyerahkan lagi ponselnya pada Rio
"Boleh kok kamu datang"Ucap Rio dengan santai
"Aku datang keacara Gema tanpa kamu?kamu lagi kesurupan roh apa"Tanya Intan kebingungan
"Gak papa kamu datang aja Ay,gak mungkin kan dia sakiti kamu nanti"Ucap Rio
"Tumben kamu ijinin intan dengan mudah"Ucap Riko
"Sesekali ya kan?"Ucap Rio sedangkan Mommy Lala hanya diam menatap Rio
"Oke Mom,Pi,Ay aku berangkat kerja dulu soalnya udah siang nih"Ucap Rio dia menciumi pipi orang-orang yang dia cintai itu lalu pergi
Rio sampai di kantornya seperti biasa dia akan dia akan menjadi bos yang disegani para karyawan nya akan ketegasan nya semua karyawan nya sangat sopan padanya dan selalu menyapanya dan Rio membalas sapaan mereka dengan anggukan pelan
Rio sampai di ruangan kerjanya dia berjalan menuju kursi kebesarannya dan ketika baru saja pantatnya menyentuh kursinya sebuah ledakan terjadi didepan matanya membuatnya terpental bahkan tubuhnya membentur dinding dengan sangat kuatnya karena ledakan itu tapi syukurnya ledakan itu kecil hanya membuat Rio terpental tapi Rio mendapatkan luka bakar yang cukup lumayan
Akibat ledakan itu alarm kantor Rio berbunyi tanpa kebakaran semua karyawan berlarian keluar sedangkan anak buah Rio masuk untuk menolong Rio karena ledakannya datang dari ruangan Rio
Rio tak sadarkan diri dia pun dilarikan kerumah sakit terdekat kantor Rio
Anak buah Rio langsung mencari siapa yang sudah meletakan bom daya ledak rendah dibawah meja kerja Rio
Tapi ternyata orang itu sudah pergi sebelum Rio masuk dia adalah staf keuangan perusahaan Rio dia bisa keluar masuk ruangan Rio dengan mudahnya makanya dia bisa meletakan bom itu di meja Rio
Tapi mereka langsung mencari keberadaan orang itu sampai dapat
Rio mengalami luka bakar diarea pergelangan tangan dan kakinya dan syukurnya di area lain tidak ada
Tragedi dikantor nya Rio sampai ke kuping Prince tapi tidak dengan intan karena memang di belum diberi tahu itu suruhan dari Prince
Prince datang dengan wajah panik dan khawatir memikirkan keadaan sahabatnya sejak kecil itu
Prince masuk keruangan nya Rio dia berjalan cepat menuju Rio dia diam sambil menatap mulai ujung kaki Rio sampai ujung rambut Rio
"Kenapa nasib lu lebih parah hah dari gua?kenapa lu harus berujung dirumah sakit terus?gua bosan khawatirin lu brengsek"Ucap Prince pelan sambil menatap Rio yang masih belum sadarkan dirinya
Rio bersin dan dia sadar membuat Prince kaget bahkan latah karena mendengar Rio bersin dengan kencang nya
__ADS_1
Rio mengiris lukanya bahkan belakangnya juga sakit karena benturan tadi
"Ah brengsek"Ucap Rio
"Kenapa diruangan gua bisa ada ledakan gitu?"Tanya Rio pada Prince
"Mana gua tau kan itu ruangan lu"Ucap Prince
"Lu jangan bercanda lu pasti tau kan"Ucap Rio
"Staf kantor lu yang lakuin ini dia ledakin bom ledakan rendah dibawah meja lu"Ucap Prince
"Ini pelecehan gua kok bisa luka separah ini cuma karena bom ledakan rendah?"Ucap Rio
"Sombongnya nih orang"Ucap Prince
"Gimana keadaan gua?"Tanya Rio
"Gua bukan dokter kenapa tanya gua"Ucap Prince
"Gak berguna lu datang kesini"Ucap Rio
"Gua bukan dokter Rio"Ucap Prince kesal
"Setidaknya lu bisa kan panggilin dokter"Ucap Rio baru mengucapkan itu dokter datang
"Tuan Rio keadaan anda sudah membaik bahkan anda sudah bisa pulang kalau anda mau"Ucap Dokter
"Oke dok terima kasih"Ucap Rio
"Tapi saya ingin pulang saja"Ucap Rio lagi
"Baik tuan kami akan urus semuanya"Ucap Dokter dia memeriksa Rio sebentar lalu pergi
1 jam menunggu dia pun bisa pulang dan dia benar-benar pulang ke mansion nya diantar oleh Prince
"Siapa yang lakuin ini?"Tanya Rio pada Prince
"Kan sudah gua bilang tadi kenapa lu bawel amat sih?"Ucap Prince
"Bukan itu tapi maksud nya dalangnya"Ucap Rio
__ADS_1
"Kan belum ditemuin itu staf lu jadi sabar aja"Ucap Prince
"Sejahat itu dia ke gua padahal dia udah lama kerja di perusahaan milik gua tapi kok bisa dia berkhianat gini sama gua"Ucap Rio Prince hanya diam