
Intan dan Rio masih berpelukan dengan erat bahkan intan seakan-akan tidak mau melepaskan pelukannya
"Ay aku sudah lepasin Gema"Ucap Rio membuat intan membuka matanya tapi dia tidak melepaskan pelukannya
"Kamu lepasin Gema!"Tanya Intan yang tidak percaya
"Seseorang berhak punya kesempatan kan Ay?"Tanya Rio membuat intan tersenyum dia menatap wajah Rio lalu dia mengecup bibir Rio sekilas
"Aku bangga dengan kamu Ay,bukan karena Gema sahabat ku atau apapun tapi karena kamu mau memberikan kesempatan ke orang lain itu yang buat aku bangga dengan suami ku ini"Puji intan pujian intan membuat Rio senang bahkan berbunga-bunga
"Aku semakin jatuh dengan Didi Cio dan Serena ini"Ucap Intan lagi membuat Rio tertawa sambil menundukkan kepalanya
"Ay jangan gitu aku jadi malu"Ucap Rio pelan
"Apa kamu malu? kamu bisa kayagini ke aku kok kamu aku ginian sekarang malah malu?"Tanya Intan
"Karena Didi sudah baik jadi harus dikasih hadiah"Ucap Intan
"Aku gak perlu hadiah Ay"Tolak Rio
"Aku udah hampir gak pernah lagi kasih kamu Lo Ay sedangkan kamu hampir setiap hari"Ucap Intan
"Aku gak perlu hadiah Ay,aku cuma butuh kamu dan waktu kamu udah itu aja"Ucap Rio
"Karena aku pernah diposisi kamu gak ada kamu disisi aku dan itu buat aku sangat sedih bahkan rasanya bahagia itu cuma pura-pura"Ucap Rio
"Kebahagiaan kalau sama kamu itu jelas sangat nyata sedangkan engga sama kamu semuanya pura-pura"Ucap Rio
"Love you"Ucap Intan
"Love you too"Jawab Rio
Disisi Gema
Gema pulang kerumahnya dulu dengan mobil yang diberikan Rio tadi padanya
Gema menghentikan mobilnya didepan pagar rumahnya yang sudah hampir 1 tahun dia tinggalkan tapi ada mobil yang keluar dari rumahnya Gema dia adalah Gemia
Lalu gema masuk dia memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya lalu dia turun
Gema turun sambil tersenyum tapi pintu rumahnya terbuka dan diluar juga sedang hujan deras
Gema berlari masuk dia mencari kedua orangtuanya yang dia rindukan sejak lama tapi dia tidak menemukan keduanya bahkan dia berlarian mencari keberadaan orang tuanya
__ADS_1
Flashback On
Gemia datang sedangkan kedua orangtuanya Gema sedang ada dikamar
Gemia datang pasti akan mencari keberadaan Gema tapi dia tidak menemukan Gema padahal jika dia datang pasti gema selalu tidak ada dan dia akan pulang tapi suasana hatinya sedang tidak baik sekarang dia berjalan menuju kamar orang tua nya Gema dan diluar sedang hujan dengan derasnya
Gemia mengetuk pintu kamarnya orang tuanya gema mereka masih belum tidur lalu Papahnya Gema membukakannya ketika kamar terbuka Gemia langsung menusukkan pisau kepalanya Papahnya Gema,Mamahnya Gema berteriak melihatnya tapi karena hujan sedang deras jadi tidak ada yang mendengarnya
Gemia tersenyum ala psikopat menatap Mamahnya Gema dia ingin kabur masuk kekamar mandi tapi Gemia sudah melempar pisau nya dan mengenai belakang Mamahnya Gema
Gemia tertawa puas lalu di menyeret keduanya untuk menumpuknya,Gemia bukan hanya sekali menusuknya tapi berkali-kali padahal mereka sudah tewas setelah perasaan sudah terpuaskan dia pun pergi
Flashback Off
Tpi senyumnya hilang ketika membuka pintu kamar kedua orangtuanya karena kedua orang nya sudah tergeletak dilantai dengan bersimbah darah
Gema langsung langsung berteriak dia mendekati kedua orang tuanya sudah tidak ada
"Mamah Papah"Ucap Gema sambil menangis sesegukkan menepuk-nepuk pipi keduanya
"Gema datang Mamah,Papah kenapa kalian tinggalin Gema"Ucap Gema lalu dia memeluk kedua nya sambil menangis
"Pasti ini ulah Gemia"Ucap Gema dengan tatapan tajam
"Setega ini kamu Gemia dengan kedua orang tua ku"Ucap Gema
Gema lalu menelpon pihak rumah sakit dengan telponan rumah yang ada dikamar orang tuanya
Gema berdiri sambil menatap kedua orangtuanya yang sudah tidak ada itu
"Lihat saja Gemia besok gua bakal dapatin lu"Ucap Gema
Keesokan hari nya jenazah kedua orang tuanya gema dimakamkan kematian itu sampai ketelinga Rio dia pun datang bahkan dia datang dengan Intan
Gema sangat bersedih kehilangan kedua orangtuanya secara bersamaan dia terus menangis dan Rio juga merasa bersalah karena baru saja melepaskan Gema andai saja dia sejak pagi melepaskannya mungkin sekarang kedua orangtuanya Gema masih hidup
Rio hanya diam berdiri dibelakang Gema dengan intan yang memeluk pinggang Rio
Kedua jenazah sudah dimakamkan tapi Gema masih diam menatap makam kedua orangtuanya
Intan menyentuh bahu Gema lalu Gema menatap intan dia baru sadar jika intan ada dibelakang nya
"Ntan"Ucap Gema tapi wajahnya masih sendu
__ADS_1
"Maafin suami aku yah"Ucap Intan tapi Gema menggelengkan kepalanya
"Ini bukan salah Rio tapi salah Gemia"Ucap Gema lalu dia menghapus air matanya dengan kasar
Tapi senyum nya terbentuk ketika melihat intan lagi dia sangat merindukannya intan tapi Gema menatap Rio seakan-akan meminta izin pada Rio tapi Rio hanya mengangguk kepalanya
"Aku senang liat kamu ntan"Ucap Gema
"Aku juga Gem,kamu harus semangat yah"Ucap Intan dan Gema menganggukan kepalanya
"Berhentilah menangis Gem malu sama badan"Ucap Intan
"Aku pernah di posisi kamu,aku kehilangan kedua orang ku sekaligus"Ucap Intan sambil menepuk pundak sahabat nya
"Aku sekarang benar-benar sendirian"Ucap Gema
"Lu gak pernah sendiri lu sekarang bagian dari kami"Ucap Rio dengan wajah datarnya apalagi dengan kacamata hitamnya
"Aku orang jahat mana mungkin bisa masuk kekeluarga kalian?"Tanya Gema
"Semua punya titik gelap dihidup nya"Jawab intan
Gema hanya diam sambil menundukkan kepalanya
"Semangat lah Gema"Ucap Rio sambil tersenyum tipis
Gema menatap sendu pasangan suami-istri yang ada dihadapannya sekarang
"Gua juga mau kaya kalian tapi perasaan gua masih kaya dulu ke intan"Ucap Gema membuat Rio menghela nafasnya tapi intan mengelus dada Rio
"Tapi aku berhak bahagia kalau aku selalu mengharapkan intan bisa-bisa aku gak bakal bisa ketemu kebahagiaan ku kan?"Ucap Gema
"Kita harus dapatkan Gemia dulu baru akan mencari kebahagiaan ku"Ucap Gema
"Lu tau dia dimana?"Tanya Rio dan Gema menganggukan kepalanya lalu dia menyerahkan surat yang pernah diberikan oleh Gemia pada nya
"Dia bilang kalau gua bisa bebas dia suruh gua datang kesana karena dia akan selalu tunggu gua"Ucap Gema
Rio membukanya dia menatap Gema dan dia mengangguk kepalanya
"Hari ini kita akan tangkap dia"Ucap Rio dengan mantab
"Ya!"Jawab Gema
__ADS_1