
Rio dan intan selama perjalanan hanya diam tapi intan sesekali menatap Rio tapi Rio hanya fokus menyetir kan mobilnya
Mobil Rio sampai dia membuka kunci pintu mobilnya tanpa sepatah kata pun bahkan Rio juga tak lagi menatap Intan
Intan keluar mobil dan Rio langsung pergi
"Apa aku salah karena udah pilih laki-laki lain ketimbang suamiku sendiri?"Tanya intan pada dirinya sendiri
Intan diam sejenak lalu dia masuk kedalam kampusnya
Pelajaran sudah ingin dimulai dan syukurnya dosen Intan belum datang saat itu jadi dia bisa bernafas lega
Dia lalu duduk dan Gema langsung mendekati nya
"Kamu tadi dari mana?"Tanya Gema
"Aku lagi badmood jangan diajak bicara dulu"Ucap Intan dan dia menatap jendela karena kursi intan dekat jendela,kelas intan juga ada dilantai 2
Intan melamun sambil menatap jendela tapi lamunan tiba-tiba hilang karena melihat balon terbang bertuliskan "Semangat kuliahnya Intan Ranti"Tulis dibalon kecil yang hanya seukuran kepalanya orang dewasa
Intan menatap kebawah ternyata yang menerbangkan balon itu Rio sambil tersenyum padanya
Rio melambaikan tangannya pada intan dan ponsel intan berdering tanda pesan masuk
Rio
"Kamu boleh pilih dia di saat dia susah tapi ingat disaat kamu senang aku gak bakal biarin dia buat jadi pilihan kamu"
Intan
"Y"
Rio
"Kamu hari ini ada pemotretan lagi kan?"
intan
"👍"
Rio tak mengirim intan pesan lagi tapi intan bisa melihat Rio pergi dari atas sana
"Aku sebenarnya gak benci Kaka tapi aku cuma gak mau aja jadi pelampiasan Kaka"Batin Intan
Dosen intan datang dan pelajaran pun dimulai
Intan hari ini hanya ada 2 mata pelajaran saja jadi setelah selesai kuliah dia langsung menuju studio Tante Lala tapi kali ini dia hanya sendirian karena Gema ada urusan yang tidak bisa dia tinggalkan tapi seperti biasanya Gema akan selalu meminta hasil pemotretan intan
Intan sampai dan dia langsung di make over oleh tukang make up
Tante Lala ada disana dia duduk disamping menantunya itu
"Muka kamu kok kaya cape banget sih sayang?"Tanya Tante Lala pada Intan
"Habis Ngapain aja tadi malam?"Goda Tante Lala
"Aku gak ngapa-ngapain kok Mom tapi mungkin tidur ku aja gak nyenyak"Ucap Intan
"Mana aku lagi datang bulan juga"Ucap Intan
__ADS_1
"Aduh kasihan banget sih menantu Mommy tapi suami kamu itu bisa diandalkan kan?"Tanya Tante Lala
Intan hanya diam tak menjawab pertanyaan Tante Lala
"Kok diam? jangan-jangan Rio gak perduli ke kamu?"Tanya Tante Lala
"Gak kok Mom dia bisa diandalkan kok"Ucap Intan bohong
Tante Lala langsung tersenyum mendengar ucapan Intan
"Kamu udah makan?"Tanya Tante Lala
"Kok kok Mom"Ucap Intan
"Tapi orang yang lagi halangan itu harus makan banyak biar gak anemia"Ucap Tante Lala
Rio datang dengan sambil membawa makanan ditangannya
"Mommy minggir dulu aku mau suapin istriku"Ucap Rio
"Kamu berani usir Mommy?"Ucap Tante Lala
"Mommy duduknya dipinggir aja kalau disitu aku gak bisa suapinya"Ucap Rio
"Ah kamu bikin Mommy kesel aja,yaudah Mommy kesana dulu"Ucap Tante Lala lalu dia pergi
Rio duduk disampingnya intan dia mengeluarkan makanan yang dia beli tadi
"Kamu makan yah"Ucap Rio
"Aku udah kenyang tadi makan"Ucap Intan
"Aku bilang aku kenyang!kamu paham gak sih?"Bentak Intan
Rio diam lalu dia mengangguk kepalanya sambil menyimpan kembali makanan yang dia beli tadi
"Gimana kuliahnya hari ini?"Tanya Rio
Intan hanya diam sambil menatap dirinya yang sedang di make up
"Ntannnn"Panggil Rio
"Apa sih?"Ucap Intan
Ponsel intan berdering yang menelpon adalah Gema dia langsung mengangkat nya
"Hallo?"Ucap intan
"Ntan pulang nanti aku jemput yah?"Ucap Gema
"Kamu bilang sibuk kan?"Ucap Intan
"Udah enggak kok,aku bingung mau ngapain jadi nanti aku jemput yah"Ucap Gema
"Iyahh"Ucap Intan sambil tersenyum
Rio hanya diam sambil mendengarkan pembicaraan intan dengan Gema
Rio berdiri lalu memukul kaca yang ada didepannya sampai retak bahkan tangan Rio berdarah dia lalu pergi dengan ekspresi wajah datar dengan tatapan elangnya bahkan dia berjalan darah nya menetes kelantai
__ADS_1
Semuanya terdiam melihat Rio seperti tadi begitupun Intan
Intan menatap kaca yang pukul Rio tadi benar-benar pukulan yang sangat kuat sampai kaca setebal itu bisa pecah dan disitu juga ada darah Rio
Rio pergi menuju tempat yang pernah dia datangi dengan Intan waktu itu,yang dimana kaki intan sempat terselelo
Tempat itu masih sepi karena belum banyak orang tau
Rio duduk disana sambil melamun memikirkan pernikahan nya
Sambil melamun Rio tak menyadari jika matanya mengeluarkan air
Luka karena memukul kaca tadi pun tak dia rasa dia juga hanya membiarkan lukanya begitu saja
"Apa hidup percintaan gua gini banget yah?"Tanya Rio pada dirinya sendiri
Rio menangis disana sambil sesenggukan dan lagi hujan turun tapi Rio tak bergeming dari tempatnya
Bibirnya sudah membiru karena hujan sangat deras
"Semuanya gak berguna!"Ucap Rio sambil menggigil kedinginan
Tiba-tiba hujan disekitar Rio terhenti dan ternyata ada seseorang yang memayungi nya dia adalah Prince
Penglihatan Rio menjadi gelap dan dia pingsan
Ketika Rio membuka matanya dia sudah ada dirumah sakit
Prince datang lalu dia duduk disampingnya Rio
"Lu kenapa hah?"Ucap Prince
Rio hanya diam bahkan dia tak mau menatap prince
"Kalau lu punya masalah bilang ke gua bro"Ucap Prince
"Gua gak butuh siapa-siapa"Ucap Rio
"Rio lu masih anggap gua sahabat lu kan?"Tanya Prince
"Sahabat?"Ucap Rio
"Udahlah gua mau sendiri lu tingglin gua sekarang"Ucap Rio
"Rio lu kenapa gini sih hah?gua Prince masih sahabat lu tapi gua gak liat Rio yang dulu didiri lu sekarang"Ucap Prince
"Rio yang dulu udah mati Prince dan sekarang yang lu liat cuma jasadnya"Ucap Rio dengan ekspresi wajah datarnya
"Rio lu kenapa?lu kenapa bisa-bisa tangan lu luka parah gitu dan lu biarin aja dan lagi lu biarin diri lu diguyur hujan sampai lu pingsan?"Tanya Rio
"Lu ada masalah apa coba cerita ke gua"Ucap Prince
Rio bukannya menjawab pertanyaan Prince tapi malah membuang mukanya kearah lain
"Gua mau sendiri"Ucap Rio
"Riooooo"Panggil Prince
"Lu butuh sendiri lu paham kan?"Ucap Rio
__ADS_1
Prince diam sejenak lalu dia keluar kamar Rio meninggalkan nya sendirian