
2 Minggu berlalu
Keadaan Rio semakin membaik begitupun Riko dia sudah sadarkan diri walaupun kedua kaki nya patah
Berat badan intan semakin berat bahkan pipinya semakin chubby karena selama hamil nafsu makannya terus bertambah
Rio sudah bisa berbicara jadi intan semakin senang dan semangat menjalin hidupnya
Rio masih belum pulang dari rumah sakit karena keadaannya yang masih belum memungkinkan dia pulang
Intan menggoyang-goyangkan kepalanya sambil mengeluarkan makanan dari tas nya
"Ayyy kamu beli makanan banyak lagi?"Tanya Rio dan intan tersenyum sambil menunjukan cemilan yang dia beli tadi sebelum sampai kerumah sakit
Rio mengapit pipi intan yang chubby sambil tersenyum
"Pipi kamu jadi squisi gini sih?"Tanya Rio
"Kamu tau Ayy aku kan pulang pergi dari sini kerjaan aku cuma masukin makanan ke mulutnya aku makanya bengkak gini pipi ku"Ucap Intan
"Gemes Ay"Ucap Rio sambil memainkan pipi intan
"Namanya juga hamil kan?apalagi kembar 3"Jawab Rio asal
"Kamu jangan aneh-aneh nanti kalau aku benar-benar hamil 3 ngeri Ay"Jawab Intan
"Emang kenapa?kan langsung bisa susul ka Riel?"Tanya Rio
"Tapi pasti berat bawa bayi 3 sekaligus"Ucap Intan
"Kan cuma berhayal"Ucap Rio lalu dia mengelus perut intan
"Ternyata pas Papi ngomong dikapal waktu itu kalian udah ada yah?pantas aja sikap Mommy kalian aneh mau nya dekat-dekat sama Opa kalian bukan sama Papi"Ucap Rio
"Kok kalian sih?berarti banyak dong?"Tanya Intan
"Aku mau anak kembar 3 atau bahkan lebih Ay"Jawab Rio
"Kamu nyumbang dikit sedangkan aku hamil 9 bulan"Ucap Intan
"Nyumbang dikit apa sih Ay?aku nyumbang banyak kok berjuta-juta"Jawab Rio
Intan meletakkan kepalanya dipahanya Rio
__ADS_1
"Terserah kamu aja deh"Jawab intan pasrah
Disisi Prince dan Arka mereka sedang dimarkas untuk mencari tahu apa yang akan dilakukan Matthew selanjutnya
Mereka sudah menyadap ponsel Matthew dengan Alice tapi selalu tidak menemukan apapun yang penting disana
"Menurut ku si Matthew ini cerdas dia kayanya kalau melakukan sesuatu pasti langsung secara tatap muka agar tidak ada jejak apapun di riwayat ponselnya"Ucap Prince
"Matthew dia punya anak buah yang lumayan banyak pak,berita tentang dia yang mengenai kemplotan psikopat itu semua benar tapi dia melakukan itu seorang dia melainkan dengan para anak buahnya yang berjumlah 30 orang yang sudah ahli"Jelas salah satu bodyguard Intel Prince
"Cerita bohong ini kenapa bisa menyebar luas diluar negeri sana?"Tanya Prince
"Katanya satu orang tapi kok bisa 30 orang yang jadi backingan?"Ucap Prince
"Dari pengawasan kami Matthew membawa seluruh anak buahnya berjumlah 100 orang tapi 40 orang sudah tewas karena penyerangan mansion tuan Rio pak"Jelasnya lagi
"Kemungkinan besar kecelakaan tuan Rio dan tuan Riko adalah salah satu anak buah nya Matthew pak"Tambahnya lagi
"Kemana dia selama 2 Minggu ini?"Tanya arka
"Liburan dengan Alice karena Alice sedang hamil anaknya Matthew"Ucap bodyguard Intel
"Om Riko dan Rio sedang berjuang buat kesembuhan mereka sebab ulah si brengsek itu tapi dia malah enak-enakan babymoo?"Ucap Arka dengan nada tinggi karena marah
"Posisi Matthew dan Alice mereka sedang beristirahat dia apartemen milik tuan muda Prince yang bernama PRINTIA lantai paling atas nomor kamar 346"Ucap bodyguard itu arka langsung pergi tapi Prince mengejarnya
Willy baru datang dengan Gio dia melihat Arka seperti sangat marah dan mereka menahan Arka
"Lu mau kemana?"Tanya Gio
"Gua bakal habisin Matthew dan Alice itu karena mereka yang sudah buat om Riko hampir kehilangan nyawanya"Ucap Arka dan Prince datang
"Tunggu Pah kalaupun kita bunuh Alice dan Matthew pembunuh sebenarnya belum kita temukan kan?"tanya Prince
"Kita tangkap 2 manusia tidak biadab itu lalu kita introgasi"Ucap Arka
"Pah tunggu dulu jangan biarin emosi buat gini,aku saranin kita pakai strategi jangan asal serang aku gak mau Papah mati konyol"Ucap Prince
"Kenapa harus takut hah?dia hanya seorang pengecut papah tidak takut sedikitpun dengan dia Prince"Jawab Arka
"Papah Mattew sama seperti kita seorang yang punya keahlian pembunuh,aku gak mau jadi yatim"Ucap Prince
"Kamu doain Papah mati Prince?"Tanya Arka
__ADS_1
"Aku cuma ingatin Papah aja,emang Papah mau mamah nikah sama yang lain?papah kan tau mamah memang udah tua tapi biasanya kalau papah lengah sedikit aja udah ada aja yang dekatin Mamah"Ucap Prince membuat Arka diam sejenak sedangkan Willy dan Gio sama-sama tersenyum
"Oke Papah ikut cara kamu tapi Papah cuma kasih waktu 3 hari"Ucap Arka
"2 hari pun aku sanggup Pah"Tantang Prince
Disisi Matthew
Dia sedang di tempat cendol yang kemarin intan datangi dia tiba-tiba haus jadi dia singgah sebentar sekalian memantau intan
Ketika cendol Matthew habis dan pas sekali intan keluar dengan beberapa bodyguard nya Rio dia seperti nya sedang ingin membeli cemilan lagi pasti tapi syukurnya disamping rumah sakit itu ada supermarket kecil jadi dia beli disana
Intan selalu melakukan sesuatu pasti sendirian karena Rio masih belum bisa jalan
Matthew juga masuk kedalam supermarket itu tapi dia hanya bisa menatap intan yang dijaga ketat oleh anak buah pilihan Rio bahkan nyamuk pun tidak bisa mendekat Intan
Matthew keluar lagi takut keberadaan diketahui oleh anak buah Rio
Matthew langsung menelpon anak buahnya yang baru saja dia rekyut beberapa Minggu terakhir
Matthew ingin bertemu dengannya di tempat sate gerobak dekat apartemen tempat tinggalnya
Ketika Matthew sampai anak buahnya itu sudah disana
Matthew menyuruh nya masuk mobil agar lebih mudah bicara
"Kenapa paman?"Tanya Nya
"Intan sangat sulit didekati bahkan nyamuk pun tidak bisa mendekati nya"Ucap Matthew
"Paman kan bilang kalau tugasku adalah mencelakai Rio sedangkan paman Intan"Jawabnya
"Kita ganti tugas seperti nya bukan hal sulit buat kamu untuk mencelakai intan kan?"Tanya Matthew
"Tugasku untuk membuat Rio hampir mati sudah tuntas kan masa paman belum sih?"Tanya nya
"Kalau aku dekati intan bisa-bisa aku mati konyol"Ucap Matthew
"Tapi paman harus buat si Rio kali ini mati paman jangan cuma bisa buat dia masuk rumah sakit"Pintanya
"Oke!"Ucap Matthew
"Aku sudah boleh pergi paman?"Tanya nya
__ADS_1
"Silahkan"Jawab Matthew lalu dia pergi lagi dengan kuda besinya