Riontan

Riontan
Episode 163


__ADS_3

Rio dan intan sama-sama berlari untuk menangkap Serena yang dilemparkan oleh Gemia dan om mendapatkan Serena tapi tepat didepan intan tangan Gema tertusuk pisau Gemia


Gemia berpura-pura terkejut sambil menutup mulutnya lalu dia tertawa seakan-akan puas melihatnya


"Gema!"Ucap Intan Rio memegangi Gema yang hampir terjatuh


Gemia melambaikan tangannya seakan-akan menantang Rio membuat Rio sangat geram padanya


Rio berlari ingin mendekati Gemia tapi tidak diduga ketika dia membuka jas kedokteran nya ada beberapa bom melingkar di pinggangnya bahkan bom itu masih bersegel membuat Rio menghentikan langkahnya


"Rio!"Teriak Prince


"Ayyyy"Teriak intan juga


"Keluar dari sini"Suruh Rio


"Kamu mau mati denganku?kamu ternyata sangat romantis yah"Ucap Gemia sambil tersenyum tapi Rio hanya menatap datar Gemia dengan posisi diam seakan-akan membatu


"Sudah berapa orang kamu bunuh Gemia?bahkan mereka tidak bersalah sama sekali ke kamu"Ucap Rio


"Kalau dengan kamu 50 orang mungkin"Jawab Gemia santai


"Aku sudah melepaskan Gema apa yang kamu mau sekarang?"Tanya Rio


"Membunuh kamu"Jawab Gemia

__ADS_1


"Bodoh"Teriak Rio tapi Gemia hanya tersenyum jahat sambil menatap Rio


"Keluarkan pistol mu Rio jangan berusaha ingin membunuh ku"Ucap Gemia


Rio mengeluarkan pistol nya lalu mengancugkanya pada Gemia tapi dia bukannya takut malah hanya tersenyum benar-benar pembunuh berdarah dingin


Tembakan dilepaskan tapi tembakan itu bukan dari pistol siapapun melainkan dari pistol Willy yang baru datang dan dia datang dari belakang Gemia bahkan tembakan Willy mengenai tepat kepalanya Gemia dia langsung mati ditempat,dia terjatuh kebawah berguling-guling di tangga


Willy tersenyum menatap semuanya bukan hanya Willy tapi dia datang dengan Gengnya Arka,Gio, Hero Bagus dan Willy


"Papah!"Ucap Prince


"Datang diwaktu yang tepat"Ucap Bagus membuat Rio tersenyum


"Frans Indra bawa Gema kerumah sakit sedangkan yang lain urus dia tapi berikan sepenggal tubuhnya pada ikan piranha kita dan setengahnya buang ke laut"Suruh Prince mereka menganggukkan kepalanya lalu membawa mayat Gemia pergi


Rio turun dan intan langsung memeluk Rio dengan eratnya sedangkan Cio ada digendongan nya Prince


"Aku sangat takut Ay"Ucap Intan pelan ditelinga Rio


"Semuanya sudah aman"Ucap Rio pelan


"Didi"Panggil Cio dia minta digendong oleh Rio intan melepaskan pelukannya dan Rio mengambil Cio dari gendongan Prince


"Terimakasih om kalian sudah datang"Ucap Rio mereka hanya mengangguk kepalanya

__ADS_1


Kekacauan di mansion Rio sudah hilang apalagi Gemia sudah mati ditembak Willy


"Kekacauan ini semoga akhir dari semua nya"Ucap Willy


"Amin om"Ucap Rio


Arka dan gengnya pergi begitupun dengan Prince setelah berbincang-bincang cukup lama tadi


Karena kejadian itu Cio dan Serena pada malam hari nya langsung sama-sama demam tinggi membuat intan dan Rio sangat khawatir anak-anak nya


Rio memberikan obat pada anak-anak nya dan sampai pada dini harinya demamnya turun bersamaan


Anak-anak hanya tidur saja semalam mereka sakit dan intan Rio tidak tidur semalaman untuk menjaga anak-anak nya


Rio dan intan sedang tiduran di lantai dengan kasur busa dikamar anak-anak nya


"Ay apakah akan lagi kejahatan di keluarga kita?"Tanya Intan


"Semoga tidak ada Ay"Jawab Rio


"Aku gak tega dengan anak-anak kita mereka sampai demam seperti ini"Ucap Intan


"Mereka terkejut apalagi Serena Ay"Ucap Rio


"Gema sudah berubah Gemia sudah mati aku mohon tidak ada lagi kekacauan Ay"Ucap Intan dan Rio menganggukan kepalanya

__ADS_1


__ADS_2