
Di dalam pesawat Cio hanya diam sedangkan King tentu mengerjakan pekerjaan nya sambilannya menunggu sampai di negara K
"King misalnya lu di posisi gua gimana? " Tanya Cio tiba dan King menyimpan ponselnya
"Posisi lu gimanaa? perasaan lu aja gak pernah cerita apa-apa ke gua" Jawab King
"Menikahi Nuna dan Nuna terpaksa menerima pernikahan ini"Ujar Cio
" Ngapain galau sih hah? Cewe itu orang nya mudah luluh dan baper beda dengan kita yang hatinya lebih keras"Ucap King
"Gini aja misalnya lu bisa bawa Nuna pulang, lu langsung ajak dia honeymoon aja sih, menurut gua di moment itu kan lu sama dia bakal cuma berdua jadinya lu bakal lebih dekat sama dia" Sambung King
"Kenapa sih Cio lu harus menikahi dia dengan cara paksa gini? umur lu aja baru 18 tahun masa Iyah udah nikah aja" Tanya King heran
"Lu aja umur udah 23 masih jomblo" Ejek Cio
"Gua cari yang pasti suka sama gua bukan kaya lu" Jawab King
"Sakit yah diginiin" Ucap Cio membuat King mengelus belakang Cio
"Gak papa lambat laun lu pasti bakal dapatin di kok" Ucap King menyemati Cio
Di sisi Nuna
Nuna membuka matanya dan dia langsung terkejut karena dia ada dikamar dan atas ranjang
Dia langsung berpikir pasti ini ulah Cio lagi dan dia hanya mendengus kesal pada kesal
Nuna melihat ke jendela apartemen itu ternyata ada salju dan dia baru sadar jika dirinya pasti bukan di negaranya
"Aku dimana? " Tanya Nuna dan seseorang keluar dari kamar mandi hanya dengan anduk melilit di pinggangnya
"Kamu di negara K!" Jawabnya sambil berdiri di belakang Nuna lalu Nuna menatapnya dengan tatapan sangat terkejut
"Kita bertemu lagi Nuna" Ucapnya
Tubuhnya atletis dan Nuna melihat itu dan dia tersenyum melihat Nuna terkejut menatapnya
"4 tahun sudah berlalu tapi kamu gak berubah Nuna tetap cantik" Ucapnya lagi
"Siapa kamu? " Tanya Nuna dengan ekpresi seperti tadi
"Aku Juan Nuna" Jawabnya
__ADS_1
"Juan? " Ucap Nuna dan dia mencoba mengingat dan dia ingat siapa laki-laki di depannya ini
Dia adalah orang yang selalu di bully dulu karena memiliki tubuh yang sangat gendut
"Gak mungkin! " Ucap Nuna sambil geleng-geleng kepala dan Juan hanya tersenyum sambil berkacak pinggang
"Lihat Nuna berapa kerasnya aku menjadi diriku sekarang, bahkan aku masih menyimpan gelamir yang semua bagian tubuhku sebelum aku bertemu kamu" Ucap Juan
"Cuma kamu yang dulu mau berteman dan bahkan mengajak bicara aku" Sambung Juan
"Kenapa kamu bawa aku kesini Juan? " Tanya Nuna
"Kenapa aku bawa kamu kesini? itu percaya bodoh gak sih? " Tanya Juan dan dia tertawa
"Ini adalah tempat tinggal ku dan kamu juga bakal tinggal disini" Sambung Juan
"Gak mungkin! ini bukan tempat ku Juan" Jawab Nuna
"Aku mau pulang! " Pinta Nuna tapi Juan malah tertawa
"Pulang? kemana? Kalau kamu mau pulang kita akan mengeluarkan uang yang sangat banyak Nuna dan perjalanan juga sangat jauh" Jawab Juan
"Sudahlah lebih baik kamu nikmati saja dan temeni aku lalu layani aku" Sambung Juan
"Kemarilah! " Suruh Juan tapi Nuna malah berlari menjauhi Juan tapi dia berjalan dengan santai mendekati Nuna
Juan berhasil mendekati Nuna dan dia mencoba ingin menarik Nuna ingin membawa ke ranjang tapi Nuna mati-matian berontak agar Juan melepas kannya
Juan melepaskan Nuna dan dia berdiri didepan Nuna sedangkan Nuna terduduk di lantai
"Kenapa Nuna? " Tanya Juan lembut
"Kamu mau apain aku? " Tanya Nuna dengan lirih bahkan air matanya jatuh membasahi wajahnya
"Aku sudah sering membawa wanita kesini dan memuaskan nafsuku tapi sampai saat ini aku belum pernah terpuaskan yang ada hanya uang ku terbuang, misalnya kamu jadi istriku bagaimana? " Tanya Juan membuat Nuna tergeleng
Nuna tertunduk sambil menangis membuat Juan diam menatap Nuna yang menangis
"Kenapa nasib ku seperti ini? Berci melepas kan ku tapi aku malah bertemu dengan laki-laki seperti Juan" Batin Nuna
"Nuna kamu kenapa? " Tanya Juan dia berjongkok didepan Nuna, ingin menyentuh dagu Nuna di memalingkan wajahnya
"Selama aku tidak sadarkan diri apa yang kamu lakukan Juan? " Tanya Nuna
__ADS_1
"Gak ada, aku cuma pandangin kamu aja disisi ranjang" Jawab Juan enteng
"Kembalikan aku ke negara ku Juan" Pinta Nuna lirih
"Loh kamu kesana juga buat apa? bukannya kamu sekarang sebatang kara yah? " Ucap Juan lalu dia tersenyum miring
"Gak cape emangnya kerja di restoran itu dengan gajih pas-pasan lebih baik jadi kekasih ku aku akan berikan semuanya" Sambung Juan
"Aku lebih baik hidup sederhana daripada aku mapan tapi aku tersiksa" Ucap Nuna
"Tapi misalnya kamu mencoba ingin kabur pasti kamu akan tersesat bahkan mati karena di luar sedang ada badai salju sejak kita sampai kesini tadi" Ucap Juan
Juan berdiri dan dia duduk di sofa nya sambil meminum kopi yang sudah dia buat sebelum dia pergi kekamar mandi tadi
"Nuna dulu aku selalu dipandang rendah oleh orang lain bahkan wanita melihat jijik ke arah ku tapi kamu beda makanya aku selalu ingat kamu karena kamu juga kunci kesuksesan ku" Ucap Juan
Nuna hanya diam sambil duduk di lantai mendengar kan Juan
"Aku sekarang memiliki perusahaan dengan nama Samudera grub Nuna,Aku kuliah sambil merintis sampai aku berhasil ketika ku luluh, aku menjadi Ceo di perusahaan milikku sendiri" Sambung Juan
"Jadi temanku seperti dulu pun aku gak papa Nuna" Ucap Juan dan dia tersenyum manis pada nuna
"Disini aku masih belum punya teman" Ucap Juan dan dia tertawa
"Nuna kemarilah! ayo ngobrol" Ajak Juan tapi Nuna menggeleng kan kepalanya dengan lemah
"Nuna apa dulu kamu cuma kasihan dengan ku? " Tanya Juan dan dia menatap Nuna dengan tatapan dalam tapi Nuna hanya diam
"Kamu lapar gak? kita makan yuk! " Ajak Juan dan kali ini Nuna berdiri membuat Juan tersenyum
"Kita kedapur" Ajak Juan dan Nuna mengukuti Juan menuju dapur
Juan menyiapkan makanan yang memang hanya dipanaskan saja karena makanan dingin yang dia beli di supermarket terdekat untuk simpanan
Nuna sudah duduk di kursi sedangkan Juan masuk lagi kekamar untuk memakai baju karena dia hanya memakai anduk sejak tadi
Setelahnya Juan sampai dan Juan tersenyum sambil duduk didepan Nuna
"Makanlah! kamu pasti laparkan 7 jam perjalanan dan 2 jam di di apartemen" Ucap Juan
Nuna pun mulai makan karena dia memang sangat kelaparan membuat Juan tersenyum
"Hampir saja sikap bejat membuat Nuna menjadi trauma, tapi aku senang bisa menahan diriku dan melihat nya seperti ini" Batin Juan
__ADS_1
Nuna menatap Juan dan dia tersenyum tipis lalu kembali memasukkan makanan kedalam mulutnya