Riontan

Riontan
Episode 115


__ADS_3

Rio lalu menatap datar wajah Alice benar-benar sudah tidak ada cinta Dimata Rio untuknya seperti dulu jika menatapnya pasti selalu disertai senyuman tulus dari Rio


"Alice kamu tau kan siapa?"Tanya Rio pada Alice tapi dia hanya diam menatap wajah Rio


"Matthew mati ditempat ini tapi kematian nya sangat mudah karena aku cuma menusuk wajahnya dan dia mati dan aku mau tanya ke kamu kematian apa yang cocok untuk keponakkan kekasih mu yang brengsek itu?"Tanya Rio


Andrew ingin berdiri tapi ditahan oleh Prince dia ingin mendekati Alice membuat Rio tersenyum puas melihat ekspresi wajah Andrew dan dia langsung menampar wajah Alice dia juga menjambak rambut nya Alice dengan kasarnya


"Siapkan zat kimia asam sulfat untuk mereka"Ucap Rio memerintahkan anak buahnya mereka langsung menuruti perintah Rio


"Rio lepaskan aku,aku mau bebas,aku sedang hamil"Ucap Alice


"Wanita iblis seperti mu untuk apa ku lepaskan?"Ucap Rio dia melepaskan jambakkannya dengan kasar lalu mendekati Andrew


Rio meminta pistol pada anak buahnya lalu dengan cepat melepaskan tembakan dan mengenai kepala anak buahnya Andrew dia langsung tewas Rio tersenyum puas


Anak buah Andrew hanya tersisa 5 orang Rio langsung menembakinya mereka langsung tewas ditempat tubuh Andrew gemetar hebat dibuatnya


Anak buahnya Andrew lalu diambil oleh anak buahnya Prince dan langsung dilemparkan ke Aquarium yang berada tepat dibelakang mereka yang berisi ikan piranha peliharaan keluarga Dhekson sejak dulu


Rio bertepuk tangan sambil berteriak puas melihat mayat-mayat anak buahnya Andrew lenyap dimakan oleh ikan karnivora itu bahkan aquarium itu jadi memerah karena darah para mayat itu


Andrew dan Alice sama-sama terdiam melihat Rio seperti sangat kesenangan melihat ikan-ikan berebut memakan mayat-mayat itu


Rio menatap Alice dengan wajah sangat menyeramkan membuat nya bergidik nyeri melihat Rio


"Apakah ini yang Rio sebenarnya?pantas saja Matthew mati dengan mudah ditangannya,dia psikopat bukan manusia biasa"Batin Alice


"Mau?"Tanya Rio pada Alice sambil mengulurkan tangannya seperti mempersilahkan nya pada Alice


"Tuan permintaan sudah siap"Ucap Anak buah Rio dan Rio menganggukan kepalanya


Anak buah Rio datang dengan aquarium bertingkat dengan hanya seukuran tubuh manusia yang dimana di tingkat 2 nya ada asam sulfat yang pinta oleh Rio tadi


"Letakkan dia!"Ucap Suruh dan buah Rio langsung mengangkat Andrew ke aquarium itu tapi sebelum nya dia ikat terlebih dahulu lalu baru dimasukkan kedalam sana mereka menutup nya agar asam itu tidak tumpah


Asam sulfat adalah zat kimia yang sangat berbahaya yang dimana jika mengenai kulit akan mengalami luka bakar yang parah kalau digunakan,dan asam sulfat sering digunakan oleh orang luar negri untuk peleburan mayat


Andrew sudah didalam berteriak dengan nyaring nya tapi Rio dan Prince tidak perduli dan Rio mulai menghitung dengan mengangkat tangannya ketika tangannya sudah ke angka tinggal mereka melepas tuasnya dan asam itu langsung mengenai tubuh Andrew teriak Andrew sangat kencang sampai seketika menghilang

__ADS_1


Alice membuang mukanya tak mau melihat Andrew Rio menengok Alice dengan tangan melipat didadanya ekspresi wajahnya benar-benar seorang pembunuh dingin


"Anak mu lahir dan saat itu juga giliran mu datang"Ucap Rio membuat Alice terdiam kaki gementar hebat


"Bawa dia lagi"Suruh Rio dan Alice dibawa pergi lagi


Rio lalu memeluk Prince dengan eratnya sambil meneteskan air matanya


"Terimakasih bro lu sudah datang diwaktu yang tepat dan gua sangat berterima kasih akan itu"Ucap Rio dia bahkan dia berlutut didepan Prince tapi Prince menahannya


"Lu apaan sih?"Ucap Prince


"Kalau lu gak datang tadi mungkin gua sudah kehilangan semuanya,anak gua dan intan "Ucap Rio


"Lu dalam kesusahan ketika gua bisa bantu lu gua pasti datang walaupun terlambat sekalipun"Ucap Prince


"Intan adik Tiara adik ipar sekaligus Kaka sepupu gua kan"Ucap Prince sambil tersenyum


"Ikatan batin kita sangat kuat bro dan sampai gua bisa temuin lu disana sama kaya lu dulu temuin gua dipulau waktu itu"Ucap Prince Rio menganggukan kepalanya


"Lebih baik sekarang ke rumah sakit lagi"Ajak Prince dan dia menurut lalu mereka pergi


Didepan ruangan intan sudah ada Gabriel dan Mommy Lala dan juga Papi Riko Tiara juga datang tapi dia masuk karena intan membutuhkan transfusi darah


Semuanya duduk dengan raut wajah sedihnya karena intan masih belum sadar kan dirinya dia banyak kehilangan darah


Bahkan kandungan intan juga lemah karena sering terjadi benturan tapi syukurnya masih bisa selamat


Rio menatap wajah semua anggota keluarga nya yang hanya diam dengan raut sedih


Rio mendekati Mommy nya bahkan dia menggoyangkan tubuh Mommy Lala menanyakan keadaan intan


"Kenapa istriku?"Tanya Rio dengan raut wajah khawatirnya


"Intan masih ditangani sayang bahkan dia membutuhkan darah yang banyak sampai-sampai Tiara harus ikut memberikan darahnya pada intan"Ucap Mommy Lala


"Bahkan kandungan intan lemah sayang jadi kamu harus mendoakan dia yah"Ucap Mommy Lala


Rio terdiam tatapannya langsung kosong mendengar keadaan istrinya

__ADS_1


"Ay"Ucap Rio lirih lalu dia mengacak-acak rambutnya sendiri


Rio menghapus air matanya menetes tanpa permisi dari matanya


Riko mengelus belakang putranya itu menguatkan nya


Disisi Tiara


Tiara sedang diambil darahnya oleh Nissa dia menatap intan yang masih belum sadarkan dirinya,Tiara meneteskan air matanya melihat adik kecil harus mengalami keadaan seperti ini


Teman bertengkar nya sekarang sedang tidak baik-baik saja


"Tuhan yang kupunya dari keluarga ku hanya dia aku mohon jangan ambil dia,jangan suruh ayah bunda buat jemput dia, bagaimana pun aku sangat adik kecil ku"Batin Tiara sambil meneteskan air matanya menatap intan yang ada disampingnya


"Ntan bagaimana pun kamu adikku kamu sehat buat Kaka dan semuanya, Apalagi buat calon anak kamu dan Rio"Batin Tiara


Tiara mengingat kejadian masa kecilnya bersama intan


12 Tahun yang lalu


Intan berumur 10 sedangkan Tiara berumur 13 tahun intan masih sekolah SD kelas 5 sedangkan Tiara sudah kelas 3 SMP mereka satu sekolah tapi beda angkatan


Tiara sedang makan dikantin tapi sekarang bukan jam istirahat melainkan jam kosong setelah selesai makan dia membelikan ikan gorengan untuk intan makan juga tapi ketika dia sudah dekat dengan kelas intan dia melihat adiknya sedang dijahili oleh siswa laki-laki Tiara melihat adik nya yang dibully langsung berjalan cepat dia melempar kan sepatunya ke siswa laki-laki itu


Tiara menarik tangan intan dan menyembunyikan Intan dibelakang nya


"Berani banget kalian bully adik ku?"Ucap Tiara sambil menunjuk 3 siswa laki-laki yang membully intan


Tiara jadi bahan tontonan para siswa sampai guru datang untuk melerai mereka


"Kenapa ini?"Tanya Guru BK yang datang


"Mereka bully adik aku Bu"Adu Tiara


"Mereka harus dihukum kalau gak aku yang bakal hajar mereka"Ucap Tiara


"Iyah-iyah,ibu bakal hukum mereka yah tapi Tiara lebih baik sekarang kekelasnya ini kan bukan jam istirahat,kamu juga bisa dihukum"Ucap Guru lembut pada Tiara


"Gak!aku mau pulang"Ucap Tiara lalu dia menarik tangan Intan untuk pulang Tiara mengambil sepatu nya yang dia lempar tadi dia juga mengambil tas intan baru pergi

__ADS_1


__ADS_2