
Pagi tiba
Intan baru bangun dari tidurnya dia menatap sampingnya ternyata Rio sudah tidak ada membuat nya langsung terbangun mencari keberadaan suaminya didepan goa hanya ada Indra dan Frans yang sedang bermain tepuk daun kalau menang daunnya akan berlubang kalau kalah daunnya tidak berlubang
"Kaka!"Panggil Intan mereka menatap intan lalu buru-buru berlari menghampiri nya
"Kenapa nona?kamu mau turun?"Tanya Indra
"Iyah"Ucap Intan mereka berdua membantunya untuk turun
"Suamiku mana?"Tanya Intan
"Hah memangnya tuan sudah tidak ada?"Tanya Indra yang baru tau jika Rio tidak ada
"Biar ku cari"Ucap Frans ingin pergi tapi intan malah ingin ikut
"Aku ikut"Ucap Intan
"Jangan nona lebih kamu disini saja,simpan saja stamina kamu nanti cape kasihan calon tuan muda masa depan kami"Ucap Frans sambil tersenyum pada Intan
"Ndra jaga nona yah"Ucap Frans lalu dia pergi meninggalkan keduanya
"Nona mau masuk goa lagi?"Tanya Indra tapi dia menggelengkan kepalanya
"Kaka kok bisa akrab banget sama ka Frans?"Tanya Intan
"Karena kami kan teman karena uang jelaslah akrab"Jawab Indra sambil tertawa
"Kaka aku serius"Ucap Intan
"Iyah-iyah,kami kan sudah lama berteman bahkan dilatih bersama jadinya akrab"Ucap Indra
"Oh gitu"Ucap Intan
"Ka aku bosan ajak aku jalan-jalan dong"Ucap Intan
"Kita disini aja yah Nona"Ucap Indra
"Mau main daun tepuk?"Tanya Indra dan intan langsung menganggukan kepalanya dan mereka bermain berdua
Disisi Rio
Rio sedang mencoba mencari ikan untuk mereka makan sejak tadi subuh di sudah mencari ikan hasilnya sudah lumayan banyak
Frans menemukan Rio yang sedang menombak ikan dengan ranting kayu
"Tuan"Panggil Frans Rio menatapnya
"Frans?kenapa kamu disini?istriku mana?"Tanya Rio
"Dia sedang dengan Indra aku kesini karena takut nona khawatir"Ucap Frans
"Aku sedang mencari makanan untuk kita"Ucap Rio
"Itu tugas kami dengan Indra tuan kenapa kamu harus bersusah payah?"Tanya Frans
"Aku memiliki istri dan dia hamil masa tugas ku yang menafkahi nya harus kalian?"Ucap Rio
__ADS_1
"Biar ku bantu tuan"Ucap Frans
Mereka mencari ikan bersama sampai ikan terkumpul banyak dan Frans membawanya dengan bajunya,Rio dan Frans sampai di tempat istirahat mereka
Frans tertawa melihat wajah Indra penuh dengan tanah dan itu ulah intan karena Indra kalah main daun tepuk dengannya jadi intan mencoleknya wajah Indra dengan lumpur
Rio juga tertawa kecil karena jahilan intan pada Indra
"Ay kamu dari mana kok pergi gak bilang-bilang?"Tanya Intan
"Aku cari makanan buat kita semua"Ucap Rio
"Indra bikin api cepat!"Suruh Frans
"Oke!"Jawab Indra dan dia mulai memungut ranting-ranting pohon yang ada disekitar dan juga daun-daun yang kering sedangkan Rio duduk disampingnya Intan
"Suami hebat"Puji Intan sambil tersenyum dia juga mengelus rambut Rio dengan lembut membuat Rio sangat senang karena intan memujinya usahanya
"Ndra apapun yang terjadi jangan tengok kebelakang"Suruh Frans karena Indra sedang membelakangi Rio dan intan yang sedang bermesraan
"Emang kenapa?"Tanya Indra lalu dia menatap kebelakang buru-buru membalik tubuhnya lagi
"Gua udah bilang kan"Ucap Frans
"Lebih angker ini dari tadi malam"Ucap Indra membuat Frans tertawa
"Maaf yah aku cuma bisa cari ikan buat kita makan"Ucap Rio
"Gak papa kok"Ucap Intan lalu dia mencium pipi Rio
Rio lalu mengelus perut intan dengan lembutnya sambil berbicara pada anaknya
"Semoga Daddy Papai dan Mommy kamu bisa keluar dari sini"Ucap Rio
"Amin Ay"Ucap Intan
Api sudah menyala Indra dan Frans mulai membakar ikan Rio dan intan ikut bergabung dengan mereka
"Nanti sore kita di pinggir pantai yuk!"Ajak Intan
"Ngapain?"Tanya Rio
"Kita bikin tanda Sos Ay"Ucap Intan
"Tapi sebenarnya dengan kita hidupin api pun ini udah bikin tanda sos"Ucap Indra
"Emang Iyah Ay?"Tanya Intan polosnya pada Rio dia hanya mengangguk kepalanya sambil tertawa kecil melihat ekspresi lucu wajah intan
Frans ingin mengambil daun yang ada dirambut intan karena jarak nya dengan intan yang dekat tapi Rio malah salah paham dia mengira Frans ingin mengelus rambut intan
"Mau ngapain?"Tanya Rio dengan tatapan tajamnya Frans buru-buru bersembunyi dibelakang Indra
"Anu tuan aku cuma mau ambil daun yang ada dikepalanya nona"Ucap Frans ketakutan lalu Rio melihatnya dia mengambilnya
"Kaka itu mau niat baik kenapa harus dibentak sih?"Omel Intan membuat Rio tersenyum kuda sambil menjauh sedikit dari intan membuat Indra dan Frans membuang muka mereka tapi sambil menahan tawanya
"Ikan nya matang belum?"Tanya Frans pada Indra
__ADS_1
"Belum sih,tapi ada telinga yang matang tuh"Sindir Indra pada Rio
"Apaan tuh?"Ucap Frans membuat Indra menonjok wajah Frans karena menahan tawanya
"Sialan malah lu tonjok muka gua"Ucap Frans
"Reflek bro!"Ucap Indra tapi Rio juga memukul kepala Indra karena sudah menyindir nya membuat Frans tertawa
"Berani kamu sindir aku?"Ucap Rio
"Maaf tuan"Ucap Indra ketakutan bahkan badan gemetar sambil mengipas ikan nya
"Ay kenapa kasar banget sih"Ucap Intan
"Bela aja terus Ay"Jawab Rio ngambek pada intan dan dia buru-buru memeluk Rio tapi Rio hanya diam dengan wajah masam nya
"Drama lagi"Bisik Frans pada Indra
"Bisa diam gak sih kepala gua pusing nih gara-gara di pukul tuan tadi"Ucap Indra
"Lebay"Ucap Frans dia mendorong kepala Indra sampai di terjatuh ke tanah
"Gua aduin bapak gua lu kasar ke gua"Ucap Indra
"Bapak lu kan udah dikubur?"Ucap Frans
"Bapak lu juga"Ucap Indra
"Bapak gua nangis nih gara-gara lu"Ucap Frans
"Bapak gua juga gara-gara lu kasar ke gua"Ucap Indra
"Apasih punya bapak cengeng"Ucap Frans
"Bapak lu juga"Ucap Indra
"Woy!Woy! kalian kenapa kok malah berantem?"Ucap Rio
Mereka diam tapi matanya masih saling tatap dengan tajamnya
"Lama-lama aku stres hadapin 3 cowo yang kalian ini"Ucap Intan
"Kelakuan nya melehoy semuanya"Ucap Intan
Mereka bertiga sama-sama tersenyum kuda mendengar ucapan Intan
"Tapi ganteng kan?"Tanya Rio
"Makasih Tuan"Ucap Indra dan Frans karena mereka disetarakan dengan Rio masalah ganteng
"Aku gak puji kalian tapi aku tanya istriku"Ucap Rio
"Lu sih ke geeran"Ucap Indra mendorong Frans
"Apaan sih hah?"Ucap Frans
"Bakar tuh ikan jangan banyak ngomong,gua colok pakai bara nih mulut lu"Ucap Frans
__ADS_1
Rio dan intan hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah 2 anaknya buahnya ini