
Hari sudah sore bahkan hampir malam intan terbangun dari pingsannya dia bukan hanya pingsan saja tapi dia juga tertidur tadi
Dia duduk lalu menatap nasi bungkusnya tadi dia mencoba-coba mengingat tapi dia hanya ingat jika dia tadi sedang makan dia juga lupa tadi sedang mencari informasi tentang Rio
Intan memang seperti itu jika sakit kepala sampai pingsan pasti dia akan lupa hal-hal yang sedang dia lakukan bahkan dia juga akan lupa orang-orang yang baru saja dia temui
"Eh bukannya tadi nasi masih utuh yah kok udah ludes aja?pasti si kucing rumah susun ini nih"Ucap Intan lalu menatap sekitar mencari keberadaan kucing yang sudah memakan nasi bungkusnya tapi tidak menemukan nya
"Jahat lu cing gua beli nasi buat gua bukan buat lu"Omel Intan lalu dia berdiri membungkus bungkus nasinya itu dia juga minum kedapur
"Aku jadi lapar lagi ke pasar malam ah buat beli jajanan"Ucap Intan dia lalu siap-siap untuk pergi setelah siap dia lalu pergi
Intan berjalan sambil menatap isi dompetnya yang isinya hanya ada 50 ribu membuat harus menghela nafasnya
"Kalau aku jajan pasti besok gak bisa makan lagi"Ucap Intan lalu dia duduk dikursi yang ada di pinggir jalan dia menatap jalanan yang ramai dilewati orang
"Hidup sendiri gini susah banget yah"Keluh intan dia menghela nafas nya lagi
"Berarti aku harus lapar lagi dong"Ucap intan padahal dia sangat lapar saat ini
"Yaudah deh gak papa deh,dunia emang keras"Ucap Intan dia lalu berdiri dan melanjutkan perjalanan lagi dia hanya jalan-jalan sendirian
"Aku cari penghasilan apa lagi yah biar bisa makan"Ucap Intan sambil berjalan dia juga menendang batu yang ada dijalan
Intan berjalan sambil menendang batu sampai salah satu batu yang dia tendang mengenai anjing yang sedang duduk menunggu majikan makan di rumah makan
Anjing itu menggonggong pada intan lalu mengejarnya
"Waduh anjingnya ngamuk!"Ucap Intan lalu berlari dan anjing itu mengejar intan
"Tolong anjing galak!"Terus intan sambil berlari sedangkan anjing itu terus mengejarnya dibelakang nya
"Siapapun tolong"Teriak Intan sambil berlari dengan kencangnya
Orang hanya diam menatap intan yang dikejar anjing karena intan melewati orang itu malah mengakatai nya anjing makanya orang-orang tidak ada yang respect padanya
Intan menangis sambil berlari karena dia takut digigit anjing sampai dia tidak ada jalan lain lagi yaitu bersembunyi di balik gerobak cendol yang ada didepan rumah sakit
__ADS_1
"Kakek anjingnya galak"Adu intan kakek itu kasihan melihat intan yang ketakutan apalagi dia menangis dia pun mencari kayu dan mengusir anjing itu dan syukurnya anjing nya kabur
Intan menengok anjing itu dan langsung memeluk kakek itu dengan eratnya karena sangkin senangnya
"Makasih kakek karena sudah menyelamatkan ku"Ucap Intan dia melepaskan pelukannya
Kakek itu tersenyum pada intan dia juga membalas senyuman kakek itu
"Lama gak liat kamu"Ucap kakek itu membuat intan mengerucutkan alisnya
"Aku gak pernah kesini kok kakek bisa bilang gitu?"Tanya Intan
"Kamu kan dulu pernah beli cendol disini pas tuan Rio sedang masuk rumah sakit"Ucap Kakek cendol itu
"Rio?Rio siapa?"Tanya Intan kebingungan
"Kamu sedang bertengkar dengan suami mu sampai-sampai lupa ingatan?"Tanya Kakek itu lalu dia tertawa
"Aku gak bertengkar kok malah aku gak tau siapa Rio"Ucap Intan yang masih kebingungan
"Kakek memang sudah tua tapi kakek gak bisa lupain kamu karena kamu orang yang sering muncul di layar besar yang ada disana dengan tuan Rio"Ucap Kakek sambil menunjuk televisi yang besar yang ada didepan mereka
Disisi Rio
Rio sedang menunggu Serena yang sedang diperiksa oleh dokter spesialis HIV yang menangani Serena
"Didi"Panggil Cio
"Kenapa Cio?"Tanya Rio
"Kaya nya tuan kecil kecapean karena dia seharian jalan-jalan kan?"Ucap Indra
"Kita tunggu adik Serena yah baru kita pulang"Ucap Rio lembut pada Cio
"Na?"Ucap Cio yang tidak bisa menyebut nama Serena
Dokter datang sambil menggendong Serena dia juga tersenyum pada Rio
__ADS_1
"Dia baik tuan"Ucap dokter yang bernama Samuel
"Syukurlah"Ucap Rio lalu Indra mengambil Serena dari gendongan dokter itu
"Kalau begitu kami permisi"Ucap Rio pada dokter Samuel lalu pergi
Intan masih duduk ditempat cendol kakek tadi dia masih asik berbicara pada kakek itu tapi badannya membelakangi rumah sakit dan Rio keluar sambil menggendong Cio sedangkan Indra menggendong Serena
Cio menatap belakang intan dan dia langsung berontak di gendongan Rio sambil memanggil Omy
"Omy Didi"Rengek Cio sambil menunjuk perempuan yang sedang duduk di depan gerobak cendol dan Rio menatap arah tunjukan putranya
Rio menatapnya tapi dia tidak yakin kalau itu istrinya karena pakaian intan sangat lusuh dan dekil tapi Cio terus mengakatakan jika itu Mommy nya
"Kita pulang Cio,itu tidak mungkin Mommy kamu"Ucap Rio lalu dia berjalan menuju mobil membuat Cio menangis dan tangisnya Cio terdengar oleh Intan dia menoleh tapi Rio sudah tidak dia sudah masuk kedalam mobil
Intan mengangkat kedua lalu kembali berbicara pada kakek itu
"Kakek rekyut aku jadi pegawai kakek"Rengek intan karena dia sejak tadi meminta perkerjaan pada kakek cendol itu
"Kakek bisa sendiri buat apa pegawai?"Tanya Kakek itu
"Aku bisa jadi penarik pelanggan kakek,kalau ada orang lewat tinggal ku tarik terus ku paksa buat beli cendol kakek"Ucap Intan agar bisa berkerja pada kakek itu
"Uang ku cuma tinggal 50 ribu kakek bahkan aku belum makan"Adu intan agar kakek itu kasihan padanya
"Banyak uang kamu dari kakek sejak tadi pagi dagangan kakek cuma baru laku 8 dan uangnya cuma beli beras"Aduk kakek
"Waduh Kakek malah adu nasib sama aku"Ucap Intan dia mengeluarkan dompetnya lalu menyerahkan uang satu-satunya pada kakek itu
"Ini kenapa?"Ucap Kakek sambil menolak nya
"Buat kakek aku besok kerja lagi dan dapat uang lagi jadi ini kakek ambil aja yah"Ucap Intan sambil terus memaksa kakek itu
Mobil Rio melewati intan tapi intan malah membelakangi mobil Rio karena dia memaksa kakek untuk mengambil uangnya dan Rio juga tidak menatap intan berbeda dengan Cio dia terus memanggil Omy sambil menunjuk-nunjuk Intan
"Bukan Cio"Ucap Rio tapi Cio terus menangis tapi Rio menatap kebelakang tapi terlambat karena intan sudah tidak terlihat
__ADS_1
"Istriku tidak mungkin sedekil itu"Batin Rio