Riontan

Riontan
Episode 162


__ADS_3

Tio sedang buang air kecil dan ketika dia keluar ada seseorang yang mendorong nya sampai terjatuh bahkan orang untuk memegang pisau dia ingin menusuk Tio tapi Tio bisa menghindari nya


Dia adalah Gemia dia memang sangat ingin menghabisi nyawa Tio sejak kemarin-kemarin karena dia yang sudah melepaskan intan


Gemia sudah ada didepan Tio dia tersenyum miring melihat Tio dengan pisau ditangannya


Gemia mengambil ancang-ancang ingin menusuk Tio tapi bisa menghindari nya tapi rawisan pisau Gemia mengenai tangannya


"Kamu harus mati sekarang"Ucap Gemia tapi Tio menendang perut Gemia membuatnya terjatuh sambil kesakitan memegangi perutnya lalu Tio kabur keluar dari kamar mandi itu


Tio berlari keluar dia menyuruh security-nya untuk menangkap Gemia mereka pun langsung berlari menuju toilet tadi tapi tidak menemukan siapa didalamnya lalu alarm dibunyikan untuk memberi tahu jika ada yang bahaya didalam sana tapi dengan kecerdasan Gemia dia bisa berbaur dengan para pengunjung disana dia juga sudah memakan hoodie yang berbeda dengan tadi


Dia tersenyum sambil berjalan santai keluar menuju mobilnya lalu pergi


"Mau menangkap ku?mustahil"Batin Gemia


Disisi Intan dia baru sampai di mansion ya sedangkan Rio sudah pergi lagi dengan Gema untuk mencari Gemia


Intan masuk kedalam kamar anak-anak nya mereka sedang bermain dengan Indra dan Frans


Intan berjalan mendekati mereka tapi Serena sudah pergi dia tidak mau dekat-dekat dengan intan entah kenapa membuat intan menatap heran Serena


"Kaka tau gak dia kenapa?dari kemarin loh"Tanya Intan pada 2 anak buahnya itu


"Kami juga gak tau Nona bahkan dari tadi dia hanya diam kalau didekatin pasti teriak kalau tuan kecil dekatin gak sih"Ucap Frans


"Apa dia kangen dengan Mamahnya?"Tanya Intan lalu dia berjongkok didepan Cio lalu Cio memperlihatkan mainnya pada Intan


"Omyyy"Ucap Cio dan intan mencium kening Cio


"Mungkin saja nona"Jawab Indra


"Sakit hati aku liat gini"Ucap Intan lalu intan ingin mendekati Serena lagi


"Seren kangen Mamah Alice?"Tanya Intan lembut pada Serena


Serena menatap intan lalu menepuk-nepuk tangannya membuat intan tersenyum


"Kaka punya foto Alice?"Tanya Intan pada Indra dan Frans

__ADS_1


"Frans ada"Ucap Indra lalu dia membuka ponselnya mencari-cari foto Alice


"Ada!"Ucap Frans dan dia langsung menunjukkannya pada intan


Intan mendekati Serena lalu intan meletakkan ponsel Frans didepan Serena lalu dia tertawa sambil memukul-mukul layarnya dia juga mengoceh-ngoceh seakan mengajak Alice berbincang


Intan meneteskan air matanya melihat Serena ternyata merindukan Alice


"Bisa kita lihat dari sifat kamu Serena,kamu bilang seakan-akan Mommy gak bakal bisa posisi Mamah Alice kamu"Ucap Intan


"Lu dapatin foto dimana?"Tanya Indra


"Dari komputer markas"Jawab Frans pelan


Cio mendekati Intan dia berdiri sambil berpegangan pada bahu intan


"Omyyyyy"Teriak Cio dikuping intan


"Iyah sayang"Jawab intan


"Didi"Ucap Cio lalu dia tertawa


"Miiimyyyyy"Ucap Serena membuat intan senang karena Serena mau lagi didekati


Intan memeluk anak-anak nya Indra memoto nya diam-diam lalu mengirimnya pada Rio


"Tuan harus lihat"Tulis Indra


Disisi Rio


Rio sedang Gema dan Prince juga dia sedang menunggu Gemia pulang ke apartemen nya


"Ini apartemen kecil kok bisa dia tinggal disini?"Tanya Prince


"Gemia bukan orang yang suka mewah-mewah walaupun dia orang kaya"Jawab Gema


"Benarkah?"Tanya Prince dan gema menganggukan kepalanya


"Lu punya fotonya?gua penasaran dengan muka nya dia"Ucap Rio

__ADS_1


"Gua gak punya fotonya"Ucap Gema


Ponsel Rio berdering yang menelpon adalah Frans Rio langsung mengangkat nya


"Kenapa?"Tanya Rio


"Tuan ini ada seorang wanita dia seorang dokter katanya tangan kanan dokter Nissa,yang kamu pesan untuk memeriksa tuan kecil dan nona kecil"Ucap Frans


"Tangan kanan aunty?"Tanya Rio yang masih bingung


"Tahan wanita itu bagaimana pun"Larang Rio lalu dia mematikan ponselnya, lalu dia menghidupkan mobil menuju pulang membuat Gema dan Prince kebingungan


"Kenapa Rio?"Tanya Prince


"Istri dan anak-anak ku dalam bahaya, Gemia menyamar"Ucap Rio membuatnya sangat panik bahkan Rio membawa mobil sangat kesetanan dia sangat khawatir dengan Intan dan anak-anak nya


Rio dan yang lain sampai semua anak buah Rio sepi tidak ada yang menjaga dipagar mansionnya mereka semua masuk kedalam dia memarkirkan mobilnya sembarangan dia berlari masuk


Langkah nya terhenti karena melihat Gemia sedang menggendong Serena yang sedang tidur bahkan ditangan juga ada pisau yang biasa dia gunakan untuk membunuh


Intan sedang menangis sambil menggendong Cio dia gua menangis karena melihat intan menangis lalu Indra mengambil Cio dari gendongan intan


Ekspresi Gemia hanya santai dia seakan-akan tidak menakuti apapun padahal banyak anak buah Rio yang mengepung nya


Rio dan Prince mengeluarkan pistol nya mengacungkan ke arah Gemia


"Jangan kamu apa-apakan putri ku"Teriak Rio


"Tembak saja aku Rio atau kamu Prince!kalau aku mati akan ku pastikan dia mati terlebih dahulu"Ucap Gemia sambil mengeluskan pisau pada pipi Serena


"Jangannnn"Teriak Intan


"Lepaskan Gema Rio!"Ucap Gemia


"Aku sudah bebas!"Teriak Gema


Gema muncul dari kerumunan anak buah Rio dan Gemia melihatnya Gema


"Kamu mau aku kan?sekarang kembalikan Serena Gemia"Ucap Gema tapi Gemia tersenyum miring menatap orang-orang yang ada dibawahnya

__ADS_1


Gemia lalu melempar kan Serena kebawah Rio dan intan sama-sama berlari untuk menangkap Serena lalu dia tersenyum dan Gemia memindikkan ingin melempar salah satu dari mereka pisaunya


__ADS_2