
Pagi tiba kedua belum ada yang bangun tapi ponsel Rio berbunyi tanda telpon masuk dia mengangkatnya tanpa tau siapa yang menelepon
"Sayangggg"Sapanya membuat Rio langsung membuka matanya lebar-lebar karena itu suara Alice
Rio bahkan langsung bangun takut intan bangun
"Aku sudah ada dinegara kamu sayang sekarang aku menuju mansion kamu"Ucap Alice
Rio terdiam dia tidak bisa berkata-kata lagi
"Sayangggg kok diam sih?"Tanya Alice dengan manja
"Ayyyyy?"Panggil Intan Rio langsung kaget dia mematikan ponselnya dan menoleh ke arah intan sambil tersenyum
"Yaaaaa"jawab Rio dengan gugup
"Ayo sekarang kita siap-siap yah Ay kita harus pergi sekarang"Ucap Rio
"Hah pergi sekarang?baru bangun Ay"Protes intan
"Aku salah atur jadwal Ay mereka sudah telpon katanya udah tungguin dari tadi"Ucap Rio bohong dengan polosnya intan langsung bangun
"Kita pakai baju ini aja takut mereka tunggu kelamaan"Ucap Rio padahal Rio takut intan akan bertemu dengan Alice
Rio dan intan pergi menggunakan motor gede nya Rio dan mereka berpapasan dengan Alice di jalan tapi Rio maupun Alice tidak menyadarinya karena Rio dan intan menggunakan helm fullpice
Rio dan intan sampai dimana helikopter Rio lending
Rio bisa bernafas lega karena dia sudah pergi
"Maafin aku yah udah desak kamu tadi sampai kita pergi pakai piyama gini"Ucap Rio yang merasa bersalah karena sudah berbohong pada intan juga mendesak nya tadi
"Gak papa kok Ay"Ucap intan
"Aku benar-benar belum bisa bayangkan Ay kalau sampai kamu ketemu Alice"Batin Rio
"Ay pertama kali kita naik helikopter waktu itu pas kita pergi kepantai itu kan?"Tanya Intan
"Iyah"Jawab Rio
"Aku kira kamu lupa Ay"Ucap Intan
"Gak mungkin kayanya aku lupa Ay,tapi kamu udah bisa senyum aja Ay"Ucap Rio sambil mengelus pipi intan
"Mood aku udah balik lagi Ay"Ucap Intan lalu dia menyandarkan kepalanya dibahu Rio
"Baguslah Ay jadinya kita liburannya bisa tenang dan nyaman kan?"Ucap Rio
"Iyah"Ucap Intan
__ADS_1
3 jam terbang diudara dan akhirnya mereka sampai baru sampai intan sudah tersenyum melihat nama mereka berdua di pulau itu
"RIONTAN?"Ucap intan membaca tulisan yang ada di pulau itu
"Rio intan di singkat Riontan dan nama pulau juga itu"Ucap Rio dan intan menganggukan kepalanya
"Udah kita masuk yuk soalnya gak enak banget pakai piyama doang"Ajak Rio
Intan menatap sekitar yang benar-benar bagus dan indah apalagi nuansa pulau yang asri dengan laut biru
Rio langsung menuju kamar karena dia merasa masih mengantuk sedangkan intan malah membuka jendela dia menatap lautan biru yang sejak dulu kesukaannya
"Ayyy tidur lagi yuk"Ajak Rio pada intan
"Kamu duluan nanti aku nyusul"Ucap intan tanpa menatap Rio
Intan menatap laut dan dipinggang nya ada tangan yang melingkar dia adalah Rio
"Kita lanjutin tidur dulu Ay nanti kita jalan-jalan terus menikmati liburan"Ucap Rio sambil meletakkan dagunya dibahu intan
"Aku keluar yah!"Tanya Intan
"Jangan Ay nanti aja yah"Larang Rio
"Aku mau keluar Ay"Rengek intan pada Rio
"Iyah betul juga oke deh"Ucap Intan dan mereka makan dikamar karena Rio menyuruh para pelayan untuk mengantarkan kekamarnya
Ponsel Rio lagi-lagi berdering yang menelpon adalah Alice dia mengangkatnya tapi dia menjauh dari intan
"Sayang aku mau masuk mansion kamu kok bisa dihalangin sih?"Tanya Alice diseberang sana
"Sayanggggg kok diam sih?"Ucap Alice lagi karena Rio hanya diam saja
"Kamu dimana Sayang?kamu dikantor yah?tapi gak mungkin kan soalnya hari ini Minggu kamu gak mungkin ke kantor"Ucap Alice
"Aliceeee"Ucap Rio dari sejak tadi hanya diam
"Kamu panggil aku nama?bukan sayang seperti dulu kenapa?"Tanya Alice serius
"Gara-gara kamu sudah memiliki istri Rio?"Tanya Alice
"Bahkan menemui mu saja seperti nya sangat susah"Ucap Alice
"Rioooooooo"Teriak Alice
"Stop Alice!"Ucap Rio dan Rio langsung mematikan ponselnya tapi ketika dia berbalik dia terkejut bukan main karena intan ada dibelakang dengan wajah datarnya menatap dirinya
"Ayyyy?"Ucap Rio dan dia menelan ludahnya dengan sangat susah payah
__ADS_1
"Ngapain disini ayo kita makan lagi"Ajak intan dia menarik tangan Rio untuk masuk kekamar nya lagi
Rio duduk begitupun intan tapi Rio hanya diam dia sekarang takut karena intan pasti sudah mendengar percakapan nya tadi
"Ay ayo makan mau aku suapin?"Tanya Intan sambil menyodorkan sendok ke mulut Rio dan Rio membuka mulutnya lalu intan menyuapi intan
"Ayo Ay kita makan terus kita siap-siap yah biar kita bisa jalan-jalan"Ucap intan yang seperti tidak ada apa-apa pun yang sudah terjadi
"Intan gak dengar percakapan ku tadi atau gimana?"Batin Rio
Ponsel Rio berdering pesan masuk ke ponselnya
Alice
"Kamu dimana sekarang? kalau kamu gak kasih tau aku liat aja apa yang terjadi sama kamu dan istri kecil kamu itu"
"Rio kamu itu milik aku bukan milik gadis kecil polos itu"
"Jangan pernah sentuh dia Rio karena semua yang ada di kamu milik aku"
"3 Minggu yang lalu kamu datangin aku buat salurin nafsu kamu ke aku padahal kamu sudah jadi suami dia kalau aku kasih tau dia tentang dia apa yang akan terjadi yah?"
Rio
"Stop Alice sekarang kamu mau apa?"
Alive
"Kamu😘❤️"
Intan menatap Rio yang tadi dia hanya fokus pada ponselnya saja
"Ayyy chatan sama siapa?kok kaya serius banget?"Tanya Intan
Rio langsung menonaktifkan ponselnya dia juga melempar nya ke ranjangnya
"Gak penting Ay"Jawab Rio
"Kamu makan dulu itu,aku liat kamu makannya dikit banget"Ucap intan
"Aku Kenyang Ay"Jawab Rio
"Kenyang?makan apa kamu?"Tanya intan sambil mengerutkan keningnya
"Gak tau nih rasanya kenyang"Ucap Rio sambil menepuk-nepuk perutnya
Intan menganggukan kepalanya lalu dia melanjutkan makannya sedangkan Rio minum sambil menatap intan
"Apapun yang terjadi malam ini kamu harus jadi milik ku ntan dan aku berharap kamu hamil biar kamu gak bisa ceraikan aku"Batin Rio
__ADS_1