Riontan

Riontan
Episode 107


__ADS_3

2 Bulan berlalu


Rio dan intan sedang jalan-jalan ke aquarium kota dimana berbagai jenis ikan ada disana


Intan sangat senang dibawa ketempat paus orca yang dia inginkan banyak ikan dia lihat disana tapi Rio tak pernah melepaskan intan begitu saja apalagi dengan kandungan nya yang sudah menginjak 5 bulan


Intan dan Rio sekarang melihat aktraksi paus orca dengan para pengunjung yang lainnya


"Ayy ternyata paus itu gede juga yah"Ucap Intan


"Jelaslah gede namanya juga ikan paus bahkan ikan paus di nominasi kan sebagai ikan terbesar di dunia kan"Ucap Rio


"Iyahh"Ucap Intan lalu dia bertepuk tangan melihat kecerdasan paus orca yang dia tonton sedangkan Rio hanya menatap intan seakan-akan pertunjukan itu tidak menarik dimatanya hanya intan yang menarik


"Ay aku kesana boleh?"Tanya Intan pada Rio


"Berani?"Tanya Rio


"Berani kalau sama kamu"Jawab Intan


"Disana licin takut kamu jatuh Ay gak usah aja yah"Larang Rio lembut sambil mengelus rambut intan


"Iyah deh"Ucap Intan membuat Rio tersenyum karena intan tidak membantahnya


Setelah selesai menonton pertunjukan paus mereka lalu melanjutkan aktivitas mereka melihat-lihat ikan yang lainnya


Intan dan Rio menikmati jalan-jalan mereka dengan mesranya


Intan dan Rio bertemu dengan Tio tapi Rio seperti canggung bertemu dengan Tio karena pernah salah paham waktu itu dan menghajarnya sampai babak belur tapi Tio bersikap santai seakan-akan tak terjadi masalah diantara mereka


"Hay intan"Sapa Tio pada intan dengan senyum manisnya dan intan menatap Rio yang hanya diam menatap Tio


"Kalian disini juga?"Tanya Tio


"Wah kandungan kamu makin besar ya ntan sudah berapa bulan?"Tanya Tio


"5 bulan ka"Jawab Intan


"Jenis kelaminnya apa?"Tanya Tio


"Laki-laki"Jawab intan singkat


"Wah jagoan nih,semoga kamu selalu sehat yah dan kamu melahirkan dengan selamat"Ucap Tio


"Iyah Ka makasih doa nya yah"Ucap Intan


"Iyah"Ucap Tio


"Kaka ngapain disini? jalan-jalan sama pacar Kaka"Tanya Intan


"Aku kerja disini"Jawab Tio

__ADS_1


"Aku baru tau kaka kerja disini"Ucap Intan


"Kan baru ku kasih tau jelaslah baru tau"Jawab Tio


"Oh iya aku permisi dulu yah soalnya pekerjaan ku belum selesai"Ucap Tio lalu dia pergi


Intan menatap Rio yang masih diam


"Kamu kenapa?"Tanya Intan


"Aku malu Ay ketemu dia soalnya aku pernah hajar dia sampai babak belur"Jawab Rio


"Untung ka Tio baik yah"Jawab Intan


"Dia kaya anggap gak terjadi apa-apa diantara kalian"Ucap Intan Rio hanya mengangguk kepalanya


Banyak ikan yang mereka lihat sampai hari sudah sore Rio mengajak intan pulang ke mansion mereka


Didalam mobil Rio hanya mengelus perut buncit intan tapi intan malah cemberut karena dia ingin Rio menggenggam tangan nya tapi Rio malah fokus pada perutnya intan dia menatap wajah Intan lalu mengerucutkan alisnya


"Kenapa ay?"Tanya Rio


"Aku gak papa"Jawab Intan


"Kenapa muka cemberut gitu sih?"Tanya Rio


"Aku gak papa"Ucap Intan


"Ih gak peka banget sih"Ucap Intan lagi membuat Rio kebingungan


"Lo gak kenapa Ay?"Tanya Rio


"Gak tau ah"Jawab Intan sambil membuang mukanya


"Ayyyyyyy"Panggil Rio sambil meraih dagu intan agar menatapnya


Intan menatap Rio tapi wajahnya masih cemberut sedangkan Rio tersenyum


"Kenapa?"Tanya Rio


"Aku mau kamu genggam tangan aku"Ucap Intan pelan sekali


"Apa Ay gak kedengaran"Ucap Rio sambil mendekatkan telinganya ke wajah intan


"Ih nyebelin"Ucap Intan


"Mau apa sih?"Tanya Rio lagi dengan lembut lalu Rio menggenggam tangan intan dan mencium-cium nya


Intan tersenyum tipis karena Rio menggenggam tangan nya bahkan menciumnya


Intan memasukan tubuhnya kedalam pelukannya Rio membuat Rio tersenyum juga bisa-bisa mood intan berubah secepat kilat

__ADS_1


Mereka sampai dan intan tertidur dipelukan nya Rio dengan pulasnya bahkan sampai mendengkur Rio lalu menggendong nya masuk ke dalam mansionnya membawa nya ke dalam kamar milik mereka


Rio merebahkan tubuhnya intan dengan pelan takut intan bangun dari tidurnya setelah merebahkan intan dia lalu menyelimuti intan dan duduk disampingnya intan


Ponsel lalu berdering yang menelpon adalah anak buahnya dia langsung mengangkat nya


"Kenapa?"Tanya Rio langsung


"Tuan Gema berusaha kabur dari pulau pelatihan"Ucap anak buah Rio


"Siksa saja buat dia jera agar tidak berani lagi kabur"Ucap Rio


"Baik tuan"Ucapnya lalu Rio mematikan ponselnya,Rio mengirimkan gema ke pulau pelatihan para calon anak buah yang akan masuk menjadi bodyguard keluarga Dhekson, Wijaksono atau Lorenzo


Pelatihannya sangat keras agar melatih fisik anak calon anak buahnya dan Gema dikirim disana tapi bukan untuk di latih melainkan selalu jadi kelinci percobaan untuk latihan menembak atau jadi lawan bertarung


Rio tersenyum miring mendengar Gema yang sangat tersiksa sampai-sampai ingin melarikan diri dari pulau nya


"Gema kamu harus tau berurusan dengan siapa"Ucap Rio


Rio lalu menatap wajah damai intan lalu dia tersenyum


"Aku memang bukan orang baik Ay tapi aku janji bakal kasih apapun yang terbaik buat kamu dan menjaga kamu dengan kemampuan aku"Ucap Rio


"Memangnya terkadang kamu menyebalkan suka marah-marah gak jelas tapi jujur itu membuat aku selalu merindukan kamu kalau jauh"Ucap Rio sambil mengelus rambut Intan


Ponsel Rio bergetar tanda pesan masuk dia lalu membukanya dari nomor yang tidak dikenal


"Lepaskan Alice atau kamu akan tau akibatnya"Tulisnya


Rio masih mengurung Alice di markasnya dan jaga oleh banyak anak buah agar Alice tidak kabur, Prince menyuruh nya untuk membunuhnya tapi Willy melarangnya karena dia wanita hamil dan anak yang dia kandung tidak bersalah dan Rio menurut,dia akan mengurung Alice sampai dia melahirkan baru dia akan menjatuhkan hukuman pada Alice


Rio hanya membaca pesan itu dengan santai tanpa memperdulikan nya


"Melepaskan wanita seperti Alice sama saja membuat kekacauan di keluarga ku sendiri"Ucap Rio


"Seperti nya akan ada musuh lagi yang datang untuk menolong Alice kenapa wanita ini seperti banyak sekali orang-orang yang melindungi nya"Tanya Rio


"Memang ******!"Ucap Rio dengan tatapan tajam


"Kenapa gua bisa suka sih sama wanita kaya dia? Bisa-bisa indentitas dia sebenarnya baru terbongkar kalau dia wanita murahan"Ucap Rio


"Memalukan sekali"Ucap Rio


"Dan syukurnya gua nikah sama Ayang bukan dengan dia"Ucap Rio lagi


Rio mengacak-acak rambutnya karena kesal pada perbuatan sebab pernah mencintai Alice


"Sangkin bodoh nya gua bahkan gua gak pernah mau cari tau tentang masa lalu dia karena gua anggap itu privasi dia tapi setelah gua tau ini benar-benar memalukan"Ucap Rio


"Alice brengsek!"Umpat Rio dengan sangat kesal

__ADS_1


"Kebencian gua sama lu akan abadi Alice apalagi lu pernah bunuh calon anak gua yang tidak berdosa"Ucap Rio


__ADS_2