
Cio berjalan menuju pintu karena dia ingin pergi tapi Nuna berlari menuruni tangga
"Bercioooooo" Panggil Nuna terus berlari mengejar Cio dan dia menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Nuna
"Mau apa? " Tanya Cio tapi ketus bahkan wajahnya juga datar tapi Nuna tetap berlari dan sampai di depan Cio dia menghentikan langkah nya bahkan dia ngos-ngosan
"Mau kemana? " Tanya Nuna dengan tersengal-sengal
"Pergi kemana pun asal gua tenang" Jawab Cio ketus
"Ikut yah" Pinta Nuna tanpa berdosa pada Cio
Cio menghela nafasnya dan dia memejamkan matanya) membuat Nuna mengerucutkan alisnya
"Bercio kamu kenapa? " Tanya Nuna dan Nuna memegang tangan Cio
"Gua mau temui Serena" Ucap Cio membuat Nuna diam dia juga melepaskan tangannya dari tangan Cio
Cio tidak menghiraukan ekspresi Nuna dan dia malah meninggalkan Nuna begitu saja sedangkan Nuna terdiam sambil menundukkan kepalanya
Nuna menegakkan lagi kepalanya dan dia melihat jika Cio sudah pergi menggunakan mobilnya dan dia pun pergi menuju kamarnya
Nuna sampai di kamar dan dia mengaktifkan ponsel yang di berikan oleh Cio padanya
Tapi di ponsel itu hanya ada nomor Cio, Awalnya dia ingin menelpon Jordi tapi dia tidak tahu nomor Jordi
Nuna lalu memasukan semua sosial medianya agar bisa mendapatkan nomor Jordi
Tapi ponsel Nuna berdering yang menelpon adalah Cio dan tidak sengaja Nuna mengangkatnya
"Jangan keras kepala Nuna! Kalau sampai kamu aktifkan ponsel ini cuma mau menghubungi Jordi, Aku gak akan biarkan dia sembuh dengan mudah" Ancam Cio dengan tegas pada Nuna
Nuna diam dengan mata berkaca-kaca karena sudah diancam oleh Cio
"Gua pulang! " Ujar Cio lagi dan Nuna langsung mematikan ponselnya bahkan dia melemparkan nya
"Aku benar-benar bisa gila kalau seperti ini" Ucap Nuna
__ADS_1
"Dia selalu mengancamku, Jordi tolong aku" Ucap Nuna lirih
Tidak sampai 5 menit Cio sudah ada di depan pintu dan dia masuk dengan tatapan dingin menatap Nuna yang sedang duduk di tengah-tengah kasur sambil memeluk kakinya
Cio menutup pintu kamarnya dan berjalan mendekati Nuna tapi ekspresi Nuna seperti ketakutan
Cio melihat ponsel nya Nuna berada dia sisi ranjang bahkan hampir terjatuh
"Jangan pernah ada niatan buat kamu untuk menghubungi laki-laki itu Nuna! Jika sampai itu terjadi aku gak akan segan-segan lagi untuk menyiksa atau bahkan menghabisinya" Ancam Cio dengan penuh penekanan
"Kamu benar-benar jahat Cio" Ucap Nuna bahkan dia menagis
"Aku jahat Nuna? bukannya kamu yang jahat hah? " Tanya Cio
"Sudahlah berhenti menyebutkan namanya dan berhenti berharap kamu bisa kembali dengan dia! karena semua nya hanya angan-angan, jika kamu nekat aku benar-benar akan lakukan semua yang aku ancam kan ke kamu itu" Ucap Cio dengan tegasnya
Nuna berdiri dan dia langsung mendorong-dorong tubuh Cio tapi Cio diam bahkan dia menyembunyikan tangannya agar tidak menyakiti Nuna
"Kamu jahat Bercio! Kamu sudah tahu jika aku sangat mencintai Jordi tapi kamu dengan tega memisahkan kami bahkan kamu menyakiti dia" Ujar Nuna sambil mendorong tubuh Cio bahkan dia juga menangis
"Kenapa diam Bercio" Tanya Nuna dan dia berhenti mendorong tubuh Cio
"Bicara Bercio! kamu tidak bisu kan? " Ucap Nuna dengan nada tinggi
"Cara ku memang jahat untuk mendapatkan kamu Nuna tapi aku hanya menjemput jodoh ku yang memang kamu di ciptakan untuk aku" Jawab Cio pelan
"Aku orang yang lebih dulu datang ketimbang dia, dan aku yakin aku juga lebih baik dari dia Nuna" Sambung Cio
"Lebih baik dari mana? sampai saat ini pernikahan kita selalu saja ada pertengkaran yang memang kamu sendiri yang menciptakan nya Bercio" Ujar Nuna
Cio benar-benar diam-diam sambil menatap Nuna yang ada di hadapannya
"Kenapa diam Bercio? kamu gak bisu kan? " Tanya Nuna bahkan dia menarik baju Cio tapi Cio tetap diam menatap Nuna, Dia sudah sangat malah berdebat dan bertikai dengan Nuna
Cio menarik tangan Nuna dan memasukkanya ke dalam pelukannya tapi Nuna bukannya berontak malah semakin menangis di pelukan Cio membuat Cio tersenyum
"Berhentilah menangis," Suruh Cio dengan sangat lembut pada Nuna bahkan dia mengelus rambut Nuna
__ADS_1
"Dulu ketika aku menangis karena terpisah dari Mommy pasti kamu yang akan menepuk-nepuk kepalaku karena tinggi badan kamu lebih tinggi dari ku" Ucap Cio
"Tapi sekarang tinggi badan ku melebihi kamu bahkan aku memeluk kamu saja harus menunduk" Ucap Cio
Nuna tetap menangis tapi tidak sekencang tadi
"Berhentilah menangis Nuna dan aku akan mengantarkan kamu kepada Jordi" Tawar Cio membuat Nuna langsung menghentikan tangisnya seketika
"Jangan bohong" Ucap Nuna
"Aku gak bohong tapi asal kamu tidak menangis lagi" Ucap Cio lalu Cio melepaskan pelukkan nya
Nuna menghapus air matanya dengan kasar seperti anak kecil membuat Cio tersenyum melihatnya
"Mendekatlah" Suruh Cio tapi Nuna menggeleng kepalanya
"Mendekatlah" Suruh Cio lagi karena Nuna tidak menurut jadinya Cio menarik Nuna dengan kasar dan mengecup bibir Nuna tapi kali ini bukan hanya menempel tapi juga benar-benar berciuman
Nuna memukul-mukul dada Cio karena Cio mencium bibir nya sangat kasar dan brutal dan Cio melepaskan ciuman tapi malah berpindah ke leher Nuna sampai meninggalkan bekas kepemilikan disana bukan cuma satu tapi ada banyak bahkan sangat merah
Cio tersenyum dan menatap Nuna yang sedang menyentuh-nyentuh bibirnya karena berdarah karena ulah Cio
"Kenapa? " Tanya Cio lembut sambil menyentuh tangan Nuna
Nuna menepis tangan Cio dan dia mengecap-cap bibirnya sendiri
"Maksud kamu apa? cium aku tanpa permisi bahkan sampai buat bibir aku lecet" Ucap Nuna ketus
"Kamu menggemaskan"Jawab Cio sambil tersenyum
" Laki-laki Aneh, Tadi marah-marah gak jelas sekarang senyum-senyum sendiri"Batin Nuna
"Ayok berangkat ke tempat Jordi" Ajak Cio bahkan dia berjalan terlebih dahulu meninggalkan Nuna tapi Nuna berlari kecil seperti anak kecil mengikuti Cio di belakang
Cio melirik dengan ekornya melihat Nuna dan dia meraih tangan Nuna lalu menggandeng nya
Nuna terdiam dengan sikap Cio tapi dia takut baper karena Cio yang mudah berubah-ubah jika emosinya sedang tidak terkontrol
__ADS_1
Mereka berjalan sambil bergandengan menuju Mobil tapi mereka sama-sama tidak berbicara apapun sepanjang menuju mobil
Cio membuka kan pintu untuk Nuna dan Nuna merima saja dan masuk ke mobil begitupun dengan Cio lalu mereka pergi