
3 hari berlalu
Cio sedang berjalan-jalan ke lantai bawah untuk menghilang kan ke bosannya setelah mencari Nuna tadi sedangkan King ada di unit apartemen nya
Dia berdiri lantai tengah sambil menatap jendela yang langsung terhubung ke kota negara K
Berkali-kali Cio menyeka air matanya karena dia merasa gagal mencari Nuna sebab sudah tiga hari tapi dia tidak menemukan Nuna
"Nuna kamu di mana? aku cape terus-terusan khawatir ke kamu" Ucap Cio
"Apa kamu baik-baik aja Nuna? " Tanya Cio dia tertawa kecil menertawakan dirinya sendiri
"Jika ada yang bilang aku terobsesi aku akan jawab dengan lantang semua itu benar! karena cuma kamu yang buat aku nyaman selain keluarga ku Nuna" Ucap Cio
Cio hampir tidak mampu berdiri sambil memegangi dadanya karena kondisi tubuh Cio yang juga lemah sejak kecil karena dia dilahirkan prematur dulu
"Nunaaaaaa" Panggil Cio dengan lirih
Disisi Nuna
Nuna dibawa oleh Juan ke acara rekan bisnis nya padahal dia sudah menolak tapi Juan terus memaksa dan mengancamnya membuat Nuna patuh dengannya
Nuna memakai gaun yang senada dengan Toksedoe nya Juan bahkan Nuna sangat cantik karena Juan menyewa tukang rias ke apartemen nya
Mereka sampai dan di sambut dengan ramah disana tapi Nuna merasa canggung karena dia tidak pernah seperti ini
"Ini acara apa? " Tanya Nuna ke Juan
"Ini acara ulang tahun putri mereka yang ke 22 tahun dan mereka juga orang tua angkat ku" Jawab Juan lalu Juan dan Nuna bergabung dengan pada tamu yang lainnya
Dengan bangga Juan memperkenalkan Nuna disana tapi Nuna tidak paham bahasa mereka jadi dia hanya Senyum-senymn saja
Juan sudah selesai berbicara dengan teman-temannya dan dia menarik Nuna membawa nya ke orang paling penting di acara itu
"Mau kemana? " Tanya Nuna
"Ikut aja" Jawab Juan lalu tersenyum
Ada sepasangan suami istri yang sedang menyambut para tamunya karena mereka pemilik acara itu dan mereka juga orang terpandang di negara K
Juan berjalan mendekati mereka sedangkan Nuna hanya mengikuti saja
__ADS_1
"Selamat siang Tuan dan Nyonya" Sapa Juan dengan sopan membuat Nuna mengerucut kan alisnya karena Juan menggunakan bahasa negara Indonesia bukan negara K
"Siang juga Juan" Balas si istri
"Pacar kamu Juan? " Tanya Tuan Figo dengan senyum
"Iyah Pah! " Jawab Juan membuat Nuna makin kebingungan dibuatnya
"Cantiknya" Ucap Nyonya Figo dan dia berdiri didepan Nuna sambil menggengam tangan Nuna
Tatapan Nyonya Figo sangat dalam membuat Nuna menjadi salah tingkah tapi Nuna merasa aneh setelah bertatapan dengan Nyonya Figo
"Pah misalnya dia masih hidup pasti dia akan secantik ini kan?" Tanya Nyonya Figo pada suaminya
"Iyah sayang" Jawab Tuan Figo
Nyonya Figo menatap Nuna sampai dia melihat tanda lahir Nuna yang ada di ibu jar Nuna yang berbentuk bulat kecil membuat Nyonya Figo langsung terdiam menatap tanda lahir Nuna
"Papah coba kamu sini" Suruh nya dan Tuan Figo langsung mendekati Nya
"Kenapa Mah? " Tanya Juan yang malah panik
"Apa benar dia anak kita Pah? " Tanya Nyonya Figo membuat Nuna dan Juan menjadi bingung
"Maksudnya apa Mah? " Tanya Juan
"Dia putri kami yang hilang 21 tahun yang lalu" Jawab Nyonya Figo tapi Nuna menggeleng kan kepalanya dia menjauhkan tangannya dari tangan Nyonya Figo
"Aku bukan anak kalian! bahkan aku memiliki orang tua tapi mereka sudah meninggal" Sanggah Nuna
"Tanda lahir yang kamu miliki sama persis dengan putri kami yang hilang dulu" Jawab Nyonya Figo
"Gak mungkin! " Ucap Nuna sambil geleng-geleng
"Apa cuma tanda lahir seperti itu dia pasti anak Mamah dan Papah? semua orang pasti punya kan?" Tanya Juan
"Gak Juan, dia benar-benar anak kami" Ucap Nyonya Figo dan dia memeluk Nuna dengan eratnya bahkan sambil menangis
Nuna terdiam mematung ketika dipeluk oleh Nyonya Figo tapi Nuna bisa merasakan betapa rindu Nyonya Figo pada putri nya yang dia anggap Nuna
"Kita lakukan tes DNA saja bagaimana biar semuanya menjadi jelas" Saran Juan
__ADS_1
"Bagaimana bisa Nuna menjadi anak kalian? " Ucap Juan yang masih ke heranan
"Kamu sudah kami ceritakan kan Juan? 22 tahun yang lalu kami sempat tinggal di Indonesia dan istri saya melahirkan putri kami disana tapi ketika di rumah sakit betapa terpukul kami jika putri kami dikatakan hilang" Cerita Tuan Figo
"3 tahun kami terus mencari putri kami tapi sampai kami kembali ke sini tetap saja kami tidak menemukan dia" Sambung Tuan Figo
Nyonya Figo melepaskan pelukan nya sambil tersenyum manis pada Nuna
"Ini Mamah nak! apa kamu tidak mengenali siapa yang sudah melahirkan kamu? " Tanya Nyonya Figo
"Aku memiliki ibu namanya Anita dan aku yakin dia adalah ibu yang sudah melahirkan ku bukan kamu" Tolak Nuna
"Jaga ucapan kamu Nuna" Larang Juan pada Nuna
"Tapi saya masih sangat ingat tanda lahir ini sangat sama dengan bayi kami yang hilang bahkan ini tanda yang kami suruh polisi untuk mencari anak kami" Ucap Nyonya Figo
"Tapi aku bukan anak kalian" Ucap Nuna
"Kita lakukan test DNA saja agar semuanya jelas" Ucap Tuan Figo
"Aku tidak mau! " Tolak Nuna
"Apa ini sebuah kebetulan? bagaimana bisa aku tiba-tiba jadi ajak kalian hanya karena tanda lahir ku ini? Tanya Nuna keterangan
" Pernyataan aneh hanya karena tanda lahir yang sama bahkan orang juga memilikinya kan? misalnya kalian menganggap ku anak kalian tapi kalian nanti menemukan lagi orang memiliki tanda lahir bagaiamana? apa kalian juga akan bilang jika dia adalah anak kalian"Tanya Nuna pada sepasang suami isteri yang didepannya
Mereka terdiam karena yang diucapkan Nuna memang benar tapi Nyonya Figo memegang tangan Nuna
"Aku mohon lakukan lakukan test DNA agar penasaran kami hilang dan kami gak berharap putri kami lagi" Ucapnya dengan penuh pelan bahkan seakan-akan memohon pada Nuna
"Insting seorang ibu tidak akan salah kan? " Sambung nya
Nuna hanya tertawa kecil sambil geleng-geleng kepala karena dia sangat percaya jika sepasang kekasih ini hanya masih berharap putrinya kembali sampai hanya karena tanda lahir mereka langsung percaya jika dirinya adalah anaknya
"Tuhan jika benar didepan ku ini adalah putri ku? terimakasih karena sudah mengembalikan dengan selamat " Batin Nyonya Figo
"Kesedihan ku akan hilang jika benar dia adalah putri kami" Sambungnya
Nuna yang mendengar suara batin Nyonya Figo terdiam karena benar-benar sangat mendalam
"Gak mungkin! mereka bukan orang tua ku" Batin Nuna
__ADS_1