Riontan

Riontan
Episode 106


__ADS_3

Rio duduk sambil menangis takut intan kenapa-napa didalam sana Prince mengelus belakangnya Rio


"Gak usah nangis Rio!"Larang Prince


"Gua cuma bisa nangis sekarang dan lu larang gua?"Tanya Rio lalu dia menghempas tangannya ke udara


"Dari nangis lu bisa dapat apa?"Tanya Prince


"Terus lu mau nya apa?gua teriak kaya orang gila atau gua ngamuk dan habisi anak buah kita?"Tanya Rio


"Gua tau perasaan lu bro"Ucap Prince


"Lu gak tau perasaan gua makanya lu larang gua nangis!"Bantah Rio


"Kalau intan kenapa-napa berarti calon anak gua juga bakal kenapa-kenapa lu mikir itu?"Tanya Rio


"Rio lu tenangin diri lu dulu"Suruh Prince


"Tenang?gimana gua mau tenang kalau kondisi istri gua belum gua ketahui"Ucap Rio


"Lu mikir gak sih?"Tanya Rio


Prince diam dia menyandarkan tubuhnya kesandaran kursi sambil menghela nafasnya


"Lu ingat gak dulu pas gua lagi berantem sama istri gua lu selalu ngecengin gua yang kaya di posisi gua sekarang"Ucap Prince


"Bahkan terkadang gua terkadang ketawa sendiri karena dulu lu pernah bilang kalau seandainya lu gak bakal nikah kalau gua nikah duluan kan"Ucap Prince


"Pernah terbayang gak dipikiran lu kalau kita bakal menikah saudara adik kaka?"Ucap Prince


"Bahkan kita nangis cuma gara-gara dicuekin sama mereka?"Ucap Prince


"Omong kosong!"Ucap Rio tapi Prince hanya tersenyum


"Ini bukan omong kosong tapi nyata"Jawab Prince


"Ketika lu lagi sedih atau bahagia sekalipun lebih baik lu pikirin yang indah-indah nya aja"Ucap Prince


"Kita punya istri yang unik Rio mereka bukan wanita lemah tapi malah kita yang lemah tanpa mereka"Ucap Prince lagi

__ADS_1


"Otak gua terlalu penuh dengan dengan intan sampai gua gak ada kepikiran buat mikirin yang lain"Ucap Rio


"Apalagi intan dia bahkan berani lawan Alice kan tanpa rasa takut sedikitpun"Ucap Prince


"Gua liat lu nangis sakit hati gua"Ucap Prince membuat Rio menatap Prince


Mereka berdua sama-sama diam sambil larut dalam pemikiran mereka sendiri sambil bersandar di belakang kursi


Nissa keluar dari ruangan intan dari raut wajahnya seperti nya tidak ada terjadi apa-apa pada intan


"Gimana ty?"Tanya Rio


"Gak papa kok Rio,intan cuma dibius tapi mungkin dia belum bisa sadarkan diri karena obat biusnya dosis tinggi mungkin bisa 3 hari atau lebih"Ucap Nissa


"Apa ty?pingsan dalam 3 hari kamu bilang gak papa"Ucap Rio meninggi pada Nissa


"Rio!"Panggil Prince agar Rio jangan meninggikan suara pada Nissa


"Maaf ty"Ucap Rio sopan


"Gak papa kok Rio kamu wajar panik tapi gimana aunty gak bisa berbuat banyak untuk istri kamu"Ucap Nissa


"Keadaan anak ku gimana?"Tanya Rio


"Oke aunty tinggal dulu yah, kamu boleh jenguk istri kamu ajak dia bicara mungkin aja dia bisa bangun"Ucap Nissa Rio langsung masuk membuat Prince dan Nissa geleng-geleng kepala melihat nya


Nissa pergi sedangkan Prince hanya diluar menunggu Tiara datang


Rio masuk di buru-buru duduk disampingnya intan sambil memegangi tangannya Rio tak kuasa menahan tangis melihat intan terbujur kaku di didepannya


Rio tidak mengucapkan apapun pada intan dia hanya menangis sambil mencium-cium tangan intan


Tak disangka-sangka tangan Rio yang menggenggam tangan intan ada yang menyentuhnya Rio lalu menatap intan ada senyum manis yang dia rindukan sejak tadi


"Ay"Ucap Rio lalu dia memeluk intan sambil menangis di dada istrinya


"Kamu sadar?"Tanya Rio sambil terus menangis


"Dari tadi"Jawab intan lemah Rio menatap Intan

__ADS_1


"Kata aunty Nissa kamu bakal bangun kurang lebih 3 hari lagi atau lebih"Ucap Rio


"Aku yang suruh aunty Nissa bilang gitu ke kamu,aku cuma mau liat respon kamu aja gimana kalau gak bangun-bangun"Ucap Intan


"Jahattttt"Ucap Rio pelan tapi menggemaskan dengan bibir manyun nya intan tertawa kecil melihat suaminya Rio lalu memeluk intan lagi menyandarkan kepalanya didada intan sedangkan intan juga memeluk kepala Rio sambil mengelus-elus nya


"Kalau kamu tinggalin aku,aku ikut Ay"Ucap Rio


"Karena dunia kalau tanpa kamu menyeramkan"Ucap Rio


"Emang Iyah? perasaan aku orang nya suka bikin kamu ngambek malah seharusnya dunia lebih indah kalau tanpa aku"Ucap Rio dan Rio menjadi kesal dia menggoyangkan tubuh kecil dan intan


"Gak boleh ngomong gitu"Ucap Rio dengan nada manja pada intan sambil terus memeluk nya


"Kamu memang bukan yang pertama dihidupku Ay tapi kamu orang pertama yang buat aku gak bisa jauh-jauh dari kamu"Ucap Rio


"Loh bukannya dulu kamu juga gak bisa jauh-jauh dari ka Alice?"Tanya Intan


"Aku sering ditinggal sama dia jadi aku terbiasa kalau jauh-jauh dari dia sedangkan kamu engga"Ucap Rio


"Iyah bapak negara posesif dan bawel"Ucap Intan Rio semakin mendekatkan wajahnya ke leher intan dia juga mencium-cium leher intan


"Cepat sembuh Ay biar kita bisa jalan-jalan lagi"Ucap Rio


"Aku suka sakit"Jawab Intan dengan tersenyum membuat Rio menatap sambil memanyunkan bibirnya didepan wajah intan


"Kamu suka sakit?"Tanya Rio intan menganggukan kepalanya Rio lalu mengigit pipi intan dengan bibirnya


Intan tertawa sambil memegangi kepalanya Rio yang ada di pipinya


"Udah Ay"Ucap Intan dan Rio menatap Intan sambil tersenyum manis


"Aku keluar dulu yah"Ijin Rio


"Mau kemana?"Tanya Intan dengan raut wajah sedih


"Aku mau test kadar gula kayanya berlebih deh soalnya liat senyum kamu terlalu manis"Ucap Rio


Wajah intan langsung memerah karena gombalan Rio dan itu juga gombalan pertamanya Rio padanya

__ADS_1


Tiara datang dia masuk tanpa permisi dia juga melihat kemesraan adiknya dengan Rio dia langsung mundur dan keluar lagi tak jadi masuk kedalam ruangan intan


"Spontan gombalin kamu Ay"Ucap Rio dan intan memeluk leher Rio dia juga menarik kepala Rio lalu mencium bibir Rio dan mereka berciuman diruangan itu


__ADS_2