
Cio terus mengelus pinggang Nuna dengan lembut sambil sesekali mencium pipi Nuna
"Sudah mendingan!"Tanya Cio lembut tapi Nuna hanya menganggukan kepalanya pelan dan ketika Cio melihat wajah Nuna ternyata mata nya sudah terpejam
Cio tertawa kecil sambil terus mengelus pinggang dan rambut Nuna
"Sampai ketiduran?cape banget yah?"Tanya Cio lembut di telinga Nuna
"Aku ngantuk Berci"Jawab Nuna dengan sayu
"Pinggang nya masih sakit?"Tanya Cio
"Masih"Jawab Nuna dan membenarkan kepalanya agar lebih nyaman bersandar di bahu Cio
"Ya sudah tidur aja"Suruh Cio dan melanjutkan mengelus pinggang Nuna
"Nuna Bobo...
Oh Nuna bobo....
Kalau tidak bobo di gigit Bercio...."Nyanyi Cio dan Nuna yang mendengar itu tertawa kecil
"Lagu Nina bukan Nuna Bercio"Ujar Nuna tapi matanya terpejam
"Nama nya hampir dekat"Jawab Cio
Hampir 30 menit Cio memangku Nuna sambil mengelus pinggangnya dan sampai nafas Nuna benar-benar teratur dan dia sudah tertidur pulas
Cio merebahkan Nuna dengan perlahan agar dia tidak terbangun setelahnya dia ikut merebahkan tubuhnya sambil memeluk Nuna kemudian memejamkan matanya lalu tertidur
Pagi tiba
Jam menunjukkan pukul 12 siang dan Nuna mulai membuka matanya perlahan tadi jam 5 subuh dia sudah bangun untuk mengganti pembalutnya, ketika dia meraba kesamping dia tidak menemukan Cio ada di sampingnya namun di atas meja ada 2 potong sandwich sedangkan di lantai ada balon yang mengambang dan juga ada secarik kertas yang terikat di balon itu
Nuna mengambil balon itu dan mengambil kertas yang terguling disitu
Untuk Nuna :)
*Selamat pagi
Gak perlu cari aku,aku sudah pergi kuliah,aku gak tega buat bangunin kamu Nuna*
Aku sudah siapin sarapan jadi di makan yah,kalau kurang kamu bisa ambil ke bawah atau minta ke pelayan
Di dalam laci ada Blackcard ku kalau kamu mau pakai,pakai aja! disitu juga ada ponsel baru didalamnya ada nomor ponselku kamu bisa pakai itu
Kalau nyeri haid kamu kambuh lagi nanti telpon aku yah
Love youuuu ;)
Nuna tersenyum setelah membaca surat dari Cio lalu dia mengambil sandwich yang ada di atas meja meletakkan di pangkuannya lalu memakannya sambil senyum-senyum sendiri
Disisi Cio
Cio sedang duduk dikelasnya mendengarkan pelajaran yang diterangkan oleh Dosennya
Dan tidak terasa jika pelajaran sudah berakhir,Dosen keluar dari kelas begitupun dengan mahasiswa yang lainnya sedangkan Cio masih duduk di kursinya
__ADS_1
Dia memeriksa cctv yang dia pasang di kamarnya yang memang terhubung ke ponselnya
Cio tersenyum melihat Nuna memakan sandwich buatannya,Nuna juga sudah membaca surat dari nya sambil tersenyum
"Semoga kamu suka yah"Ucap Cio sambil menatap ponselnya
Ketika Nuna masuk ke kamar mandi Cio pun berhenti melihat cctv dan keluar dari kelas
Serena baru saja datang ke kampus karena dia masuk siang,Cio dan Serena bertemu didepan kelas Cio
"Kaka!"Sapa Serena dengan senyum manisnya dan Cio juga membalas senyuman Cio sambil mengacak-acak rambutnya Adiknya
"Kaka aku tata rambut ini lama sampai Mommy ikut campur buat rapiin rambut aku"Omel Serena sambil membenarkan rambutnya
"Dasar manja! apa-apa selalu minta bantuan Mommy kan pelayan banyak"Ucap Cio
"Wajarlah kan aku anak perempuan"Jawab Serena dan dia mendorong tubuh Cio meninggal kan menuju kelasnya
"Serena kamu ngambek?"Teriak Cio
"Iyah!"Jawab Serena sambil berjalan cepat
Cio hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah adiknya
"Nuna gimana yah?apa nyeri haid nya kambuh lagi?tapi pulang masih lama lagi"Ujar Cio dengan ekspresi khawatir
"Semoga aja dia aktifin ponsel yang gua kasih"Ucap Cio sambil mencoba menghubungi ponsel yang dia berikan pada Nuna
"Ah ternyata dia belum aktifin lagi"Omel Cio dan dia berjalan menuju tempat duduk yang ada didepan kelasnya
Disisi Nuna
Nuna tersenyum melihat makanan yang sangat banyak dan dia duduk mengambil makanan yang ingin dia makan
Nuna makan dengan lahap nya tanpa perduli berat badannya nanti akan naik
Setelah makan Nuna tidak naik ke kamar melainkan dia keluar mansion untuk sekedar mencari angin padahal didalam sudah full AC
Nuna baru menyadari jika didepan mansion Cio banyak sekali Tamanan bunga mawar dan bunga lainnya yang memang dijaga khusus oleh pelayan Cio karena Serena dan Mommy intan suka sekali dengan bunga
Nuna berjalan melihat-lihat bunga-bunga itu sambil tersenyum manis
"Andai aja Jordi suka bunga pasti aku bakal di kasih bunga setiap dia gajihan"Ucap Nuna
Nuna yang menunduk melihat bunga-bunga pun merasa nyeri lagi di pinggangnya
"Ayolah kalau haid jangan nyiksa gini,aku juga mau normal kaya orang-orang"Ucap Nuna sambil memijat-mijat pinggang nya
Nuna pun masuk lagi kedalam karena merasa pinggang benar-benar sangat tidak nyaman
Nuna terduduk di sofa sambil bersandar dia juga memejamkan matanya sambil menarik nafasnya panjang-panjang dan mengembuskan nya
Entah kenapa Nuna berharap jika Cio datang dan mengelus pinggang seperti tadi malam
Nuna meringis karena sakit nya lebih sakit dari tadi malam rasanya
Tangan Nuna terasa dingin karena menahan sakit nyeri haidnya yang sudah sakitnya tidak dipinggang lagi melainkan ke mis V nya
__ADS_1
Nuna terkejut karena ada tangan yang menggenggam tangan nya dia adalah Cio yang datang
"Tangan kamu dingin banget?"Ucap Cio dengan ekspresi paniknya
"Kenapa kamu disini?seharusnya istirahat aja kan?dan lagi kenapa ponsel yang ku beri gak kamu aktifin?"Tanya Cio dan Nuna menyenderkan kepalanya di dada Cio
"Sakit Bercio"Ucap Nuna lirih,Cio mendengar itu langsung berhenti menanyainya lalu menggendong nya ke lantai atas menuju kamar
Nuna yang ada gendongan Cio bisa melihat jelas laki-laki yang menggendong nya sekarang sangat khawatir dan panik saat ini
Cio sampai kekamar dia merebahkan Nuna dengan sangat pelan
Nuna memegangi perut dan gunung kembar nya yang malah ikutan sakit
Cio kebingungan yang memang dia tidak tahu sama sekali sekarang dan dia menelpon Mommy nya untuk menanyakan tentang haid
Telpon nya tersambung dan Cio
"Mommy tolong!"Adu Cio dengan panik membuat Intan juga kebingungan
"Kenapa sayang? ada apa?minta tolong kenapa?"Tanya Intan yang malah ikut panik
"Istriku Mom dia kesakitan!Tolonggggg"Ucap Cio dengan panik
"Kesakitan kenapa Arbercio"Jawab Intan
"Dia sakit haid Mom"Ucap Cio
"Wajahnya pucat!tangan dingin"Adu Cio
Nuna melihat Cio tersenyum yang sangat ke panikan mengadu pada Mommy nya
"Sekarang kamu tenang!"Suruh Intan
"Gimana mau tenang Mom!Muka pucat gitu"Omel Cio
"Mommy bilang tenang!kamu gak nurut?"Suruh Intan
"Iyah Mom! tapi istriku gimana?"Tanya Cio
"Kamu ambil air panas terus kompres perutnya atau kamu beli obat penghilang nyeri di apotik"Suruh Intan
"Iyah Mom"Jawab Cio menurut pada Mommy nya
"Mom aku matiin dulu yah,nanti kalau apa-apa aku telpon Mommy lagi!aku mohon jangan jauh-jauh dari ponsel apalgi lepasin ponsel Mommy"Suruh Cio
"Iyah Arbercio!"Jawab Intan
"Mommy kesitu aja gimana"Tawar Intan
"Gak usah Mom!nanti aku bisa handle kok walaupun nanti harus telpon mommy lagi"Tolak Cio
"Sudah yah Mom,Love you Mommy"Ucap Cio dan mematikan ponselnya
Cio menyuruh pelayan untuk membawakan air hangat ke kamarnya setelahnya dia memegangi tangan Nuna
"Kenapa sepanik itu sih?"Tanya Nuna sambil tersenyum
__ADS_1
"Gimana gak panik Nuna?muka kamu pucat dan tangan kamu dingin"Jawab Cio dengan ekspresi khawatir yang tak hilang dari wajahnya