
Sekarang mereka bertiga masih asik jalan-jalan walaupun sesekali Intan dan Tiara bertengkar lagi
"Ka fotoin dong aku mau kirim ke suami ku"Pinta intan
Gabriel yang memotokan intan sedangkan Tiara hanya diam menatap adiknya
Hasil jepretan kamera Gabriel jangan di ragukan lagi karena hasil Gabriel pasti bagus setelah nya intan mengirimkan nya pada Rio
"Ntan kata nya Alice gangguin rumah tangga kamu yah?"Tanya Gabriel
"Lumayan sih tapi gak terlalu"Jawab Intan santai
"Kamu jangan terlalu santai ntan,biasanya mantan pacar itu pesona ngeri"Ucap Tiara
"Apa sih bukannya kasih semangat atau kata-kata membangun malah bilang kayagitu"Ucap Intan
"Emang benar kan?dia gak pernah sih rasain diteror mantan istri suami"Ucap Tiara
"Pengalaman yah?"Ucap Gabriel dan Tiara menganggukan kepalanya
"Cuma Alice sih kayanya aku biasa aja"Ucap Intan
"Soalnya dia kalau aku balas langsung gak bisa berkutik"Jawab intan lagi
"Emang Iyah?wah musuhnya gak seru"Ucap Gabriel
"Iyah tapi aku tetap waspada sih soalnya aku tau Alice itu tetap cinta pertama nya suami ku kan?"Ucap Intan
"Betul"Jawab Tiara dan Gabriel
"Untung cinta pertama nya Rio bukan mamahnya kalian yah kaya aku"Ucap Gabriel
"Bunda udah ditanam"Ucap Intan dan Tiara bersamaan
"Canda guys"Jawab Gabriel
"Ntan kasih resep yah,kamu kalau sama suami kamu jangan kaya mudah banget gitu dibujukin soalnya nanti dia sepelin kita"Nasehat Gabriel
"Emang gitu?"Jawab Intan
"Emang gitu kok dan itu penting ntan"Jawab Tiara
"Kaya aku pernah cuekin hubby sampai 2 hari eh besoknya dia sakit"Ucap Gabriel
"Uma?"Jawab Intan tak percaya
"Kalau suami ku dia cuma nangis mohon-mohon aja sih gak sampai sakit"Ucap Tiara
"Kamu ntan?"Tanya Tiara
"Kemarin aku berantem sampai aku ngambek tapi dia gak bujukin aku eh tau-tau nya dia malah mabuk di ruang kerjanya"Ucap Intan
"Waduh sadis"Ucap Gabriel
"Tapi tunggu bukannya Rio gak peminum yah?"Tanya Tiara
__ADS_1
Intan langsung diam karena dia keceplosan bilang kalau Rio mabuk
"Jangan bilang ke siapa-siapa yah"Ucap Intan
"Tenang rahasia aman sama kita kalau selagi lupa"Ucap Gabriel
"Kaka ah"Rengek intan
"Gak kok bontot"Ucap Gabriel
Mereka jalan-jalan kemana saja sampai puas hari ini dan hari berganti sore intan datang dengan wajah senang terpancar dari wajahnya
Intan langsung naik menuju kamarnya ketika dia masuk dia melihat Rio yang tertidur pulas diatas kasur dengan koyo dahinya sebab gara-gara mengikuti intan tadi kepalanya pusing dan juga dia kelelahan
Intan duduk disamping Rio sambil mengelus wajah Rio dengan lembut
"Kamu kenapa Ay kok bisa pakai koyo gini?"Tanya Intan
"Apa gara-gara tadi malam? emangnya masih pusing sampai sekarang?"Tanya Intan sambil terus mengelus kepala Rio
Intan meninggalkan Rio yang masih tertidur untuk mencuci kaki dan tangannya
Intan sekalian mencuci mukanya tapi tiba-tiba saja ada tangan melingkar dipingganya membuat nya kaget
"Ayyy"Panggil Rio sambil meletakkan dagunya dibahu Intan
"Kenapa baru pulang?"Ucap Rio dengan suara serak khas bangun tidur
"Tapi aku kan kirim kabar ke kamu Ay"Jawab Intan sambil menatap bayangan Rio di cermin
"Tapi gak bisa dipeluk kaya gini Ay"Ucap Rio
"Kepala kamu kenapa kok bisa sampai pakai koyo gitu?"Tanya Intan
Rio diam tidak mungkin menjawab pertanyaan intan dengan jujur bisa-bisa intan mengamuk padanya
"Aku pusing tinggal kamu pergi Ay"Jawab Rio bohong
"Hm kasihan"Ucap Intan
"Ya udah aku selesai cuci muka nanti aku pijitin kepala kamu yah"Ucap Intan dan Rio menganggukan kepalanya
"Kamu tiduran lagi aja"Suruh intan Rio menurut saja
Rio duduk ditengah-tengah kasur nya sambil memeluk bantal menunggu intan dan intan keluar
"Ayyyy"Panggil Rio dengan manjanya dengan tangan terbuka meminta dipeluk oleh Intan
Intan naik lalu Rio memeluk intan kepalanya ada didada intan
Intan mengelus kepala Rio dia merasa ada benjolan dikepala Rio
"Ini apa Ay?kok benjol gini?"Tanya Intan
"Kamu habis ngapain kok sampai benjol gini sih?"Tanya Intan
Rio hampir tidak bisa menjawab tapi dia berusaha senatural mungkin agar tidak terlihat gugup
__ADS_1
"Aku tadi ambil dokumen di ruang kerja ku Ay eh tau-tau nya dokumen yang lainnya ikut jatuh kena kepala ku deh tapi gak papa kok udah kompres tadi"Ucap Rio
"Kamu kenapa sial banget sih?"Tanya Intan
"Gak tau mungkin gara-gara ditinggal ayang jalan-jalan"Jawab Rio dengan nada manja
"Yaudah karena kamu hari ini udah ijinin aku jalan-jalan jadi sebagai imbalan nya aku pijitin yah,kepala kamu dipangkuan aku aja biar enak aku pijitnya"Ucap Intan dan Rio mengikuti saja ucapan intan
Intan memijit kepala Rio sedangkan Rio membuka ponselnya lalu dia tersenyum karena dia baru saja melihat foto hasil kiriman intan
"Wajar aja sih aku sampai pusing gini ditinggal kamu soalnya kamu nya secantik ini"Puji Rio
Intan hanya tersenyum tipis mendengar pujian suaminya
"Ah Iyah aku tadi beli sesuatu buat kamu juga"Ucap Intan dan dia menjatuhkan kepala Rio begitu saja membuat memegangi kepalanya
Intan mengeluarkan paperbag bermerek mahal dan Rio mencoba duduk
"Cartier?"Ucap Rio dan intan menganggukan kepalanya
"Buat kamu"Ucap Intan dan dia menyerahkan pada Rio
"Buat aku?"Tanya Rio sambil mengambil hadiah intan untuknya
"Aku beli pakai uang tabungan bukan pakai uang kamu yah"Ucap Intan
"Tapi aku tau ini harganya mahal Ay"Jawab Rio
"Gak papa tapi di pakai yah"Suruh Intan dan Rio menganggukan kepalanya dia membuka nya
"Aku juga beli buat aku loh"Ucap Intan dan dia mengambil paper bag miliknya
"Kamu warna coklat aku hitam dipakai yah"Suruh intan lagi
"Makasih yah"Ucap Rio
"Aku baru pertama kali dibeliin seseorang kayagini kecuali keluarga aku yah"Ucap Rio
"Samaan kita yah"Ucap Rio lagi
"Iyah"Ucap Intan
"Kamu beli 2 sekaligus emang gak papa?"Tanya Rio
"Gak papa kok,bayaran aku semakin mahal apalagi setelah jadi istri kamu sekarang"Jawab intan
"Nanti aku mau minta mobil Bugatti yah atau mobil sport Ferrari yang warna nya bisa di ganti-ganti gitu keluaran terbaru Ay"Ucap Rio
"Mulai dia matrenya,kamu tau kan Ay istri kamu ini penghasilan nya gak sampai triliun kaya kamu"Ucap Intan
"Tapi MM an kan?"Tanya Rio tapi intan hanya diam
Rio tersenyum sambil mengelus rambut intan dengan lembut
__ADS_1
"