
Rio dan intan sudah siap untuk jalan-jalan,mereka mengenakan baju yang sama tapi beda warna Rio mengenakan baju putih sedangkan intan warna hitam
Mereka berjalan berdua sambil bergandengan tangan
"Ay pernah mikir gini dulu pas kita dulu sering berantem kaya tom and Jerry tapi kok bisa nikah kaya sekarang"Tanya Rio
"Gak ada malah ini kaya malapetaka sih"Ucap Intan Rio langsung diam dengan wajah manyun nya
Intan tertawa sambil memeluk lehernya Rio
"Ayyy jangan ngambek dong"Ucap intan
"Nikah sama aku dibilang malapetaka kan sakit hati aku Ay"Ucap Rio
"Aku becanda dong kok Ay"Ucap intan
"Aku ngambek Ay"Ucap Rio dengan tangan melipat didadanya
Intan melepaskan pelukannya lalu berlari meninggalkan Rio
"Ayyyyy aku ngambek kok kamu kabur"Teriak Rio
"Aku males sama orang ambekan"Teriak intan sambil terus berlari dan Rio mengejarnya
Rio bisa mengejar intan bahkan dia memeluk intan dengan eratnya
"Suami ngambek malah kabur"Ucap Rio dia menggigit pipi intan dengan bibirnya
"Males bujukin nya"Ucap Intan
"Kamu kalau ngambek lagi lebih baik ke villa aja aku jalan-jalan"Ucap Intan
Rio menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat
"Kita kesana yuk!"Ajak intan menujuk jembatan yang ada disana
"Pakai sepeda yuk!"Ajak Rio
"Gak ada sepeda tau"Ucap intan
"Itu!"Ucap Rio sambil menunjuk sepeda yang ada disamping tak jauh dari mereka yang tersusun rapi
"Ayok"Ucap Intan dan Rio mengambil sepeda nya dia mereka memakai sepeda menuju jembatan tadi
"Ay hidup itu cuma sekali kan?"Tanya Rio
Intan menengok Rio lalu menganggukan kepalanya
"Hidup sekali tapi kalau sama kamu rasanya cukup dan menyenangkan"Ucap Rio sambil tersenyum
"Tetap aja malapetaka"Ucap Intan memancing Rio
"Ayyyyyyyy"Rengek Rio
"Becanda lagi"Ucap Intan dengan tangan pise
"Kasihan si Gema ya Ay?dia temanin kamu 5 tahun tapi cintanya selalu kamu tolak mana di tinggal nikah lagi"Ucap Rio dia tertawa
__ADS_1
"Kamu 11 12 sama dia Ay"Ucap Intan
"Gak usah kasihanin orang Ay,kamu juga kan?perjuangin ka Alice 5 tahun tapi malah nikah sama aku"Ucap Intan
Rio diam karena intan menyebut nama Alice
"Ay kok diam?belum move on yah?"Tanya Intan pada Rio
Rio menggeleng-gelengkan kepalanya
"Gak kok Ay"Ucap Rio
"Aku tau kamu pasti belum lupain dia kan Ay?"Tanya Intan pelan
"Ayyyyyyyy"Ucap Rio
"Aku gak salah kan Ay kalau aku egois,aku mau dikepala kamu cuma ada aku"Ucap Intan
Rio hanya diam sambil terus mengayuh sepedanya
"Aku udah gak mikirin dia lagi Ay"Ucap Rio
"Yeeee sampai!"Ucap Intan lalu dia turun dari sepeda meninggalkan Rio bahkan tidak mendengar kan ucapan Rio tadi
Rio berdiri sambil memegangi sepedanya menatap intan yang berlari sambil melompat kesenangan
"Alice datang Ay apa kamu bisa menerima aku kalau Alice ceritain semuanya tentang kami"Ucap Rio
"Ayyyyyy sini ngapain disitu?"Teriak intan dan Rio berjalan sambil membawa sepeda nya menghampiri intan
Intan sangat antusias bahkan dia terus tersenyum sambil berlari Rio merasakan kebahagiaan intan
"Kita duduk dulu Ay gak cape kamu?"Tanya Rio
"Seru Ay pulau ini terlalu indah"Ucap Intan sambil menatap laut
"Aku udah lama gak pantai gini soalnya bosan tapi kok setelah kesini kaya hilang gitu bosan nya"Ucap intan
"Karena kamu datangnya sama orang yang kamu sayang makanya seru gitu kan?"Tanya Rio
"Kamu ada benar nya juga sih Ay"Ucap Intan
Mereka berada diujung jembatan yang dimana ujungnya itu ada rumah kecil tapi tidak memiliki dinding jadi bisa melihat laut biru dengan puas
"Disini ada skateboard nya gak?"Tanya intan
"Ada dong"Jawab Rio singkat sambil tersenyum
"Mau main itu Ay"Rengek intan sambil menarik-narik tangannya Rio
"Nanti dulu Ay kita duduk aja dulu nanti kita main itu yah"Ucap Rio
Intan duduk lagi sambil memeluk tangan Rio
"Tapi janji yah"Ucap Intan sambil mengeluarkan jari kelingking nya Rio tersenyum lalu menyematkan jarinya ke kelingking Intan
"Ay coba cari pembahasan random yang lucu"Suruh Intan pada Rio
__ADS_1
"Cerita random?"Tanya Rio sambil mengerucutkan alisnya intan menganggukan kepalanya
"Kaya kenakalan kamu gitu"Ucap Intan
"Kenakalan aku yang aku ingat sih aku pernah jahilin Prince sampai dia takut sama kodok sampai sekarang"Ucap Rio
"Hah gimana bisa?"Tanya Intan penasaran bahkan dia menatap Rio
"Dulu waktu kami kecil kan bertiga sama ka Riel tuh"Ucap Rio
"Aku lupa gimana ceritanya intinya aku liat kodok kaya hitam gitu kodoknya terus aku masukin ke dalam baju Prince ka Riel bantuin buat tahan dia"Ucap Rio
"Ih jahat kamu Ay"Ucap Intan
"Dia sampai sekarang takut banget sama kodok karena jijik gitu katanya"Ucap Rio
"Kamu jahat banget sumpah"Ucap Intan
"Kalau kamu?pasti banyak kan soalnya kamu sama Kaka kamu kan sama-sama nakal"Ucap Rio
"Itu benar!"Ucap Intan mereka berdua sama-sama tertawa
"Aku pernah buang sendal teman aku ke semak-semak terus dia ngadu ke orang tua sampai aku diomelin Mamahnya"Ucap Intan
"Kan nakal!"Ucap Rio lalu mencubit pipi Intan
"Dengerin dulu Ay kenapa nya"Ucap Intan
"Dia tuh yang nakal masa aku gak salah apa-apa malah di temenin mana ajak temen-temen yang lain lagi"Ucap Intan
"Itu umur kamu berapa?"Tanya Rio
"SD kelas 3"Ucap Intan
"Aku perasaan gak nakal-nakal amat tapi mereka aja tuh iri sama aku kan?"Tanya Intan
"Iri apa?"Tanya Rio
"Aku cantik"Puji intan dan dia membentuk love dengan kedua tangan
"Buktinya aku jadi model kan?"Tanya Intan
Rio menjadi gemas karena intan bercerita tapi kenapa dia malah gemas dia langsung mengecup bibir intan bahkan sampai intan berada dibawahnya Rio
Rio terus mencium bibir intan tangannya sudah kemana-mana sampai ada pelayan datang untuk memberikan minuman untuk kedua nya Intan langsung menendang adiknya Rio tapi pelan dan Rio melepaskan intan,dia sangat malu karena terpergok sedangkan Rio memegangi bawahnya karena ngilu karena ulah intan
Pelayan itu hanya menahan tawanya setelah meletakkan minuman dia lalu pergi
"Aduh kalau bengkok bisa-bisa gua gak bisa ngapa-ngapain nanti malam"Batin Rio
"Ayy kan malu ketahuan orang!"Omel intan tapi Rio hanya diam sambil menggigit bibir bawahnya
"Ayy?"Ucap intan sambil mendekati Rio dengan wajah panik
"Kamu kenapa?"Tanya intan polos
Rio hanya geleng-geleng kepala
__ADS_1
"Ayyy?"Tanya Intan
"Aku gak papa kok"Ucap Rio