
"Ay kamu mau jajan apa?"Tanya Rio
"Terserah"Ucap Intan
"Kok terserah sih?jawab dong"Ucap Rio
"Aku ikut kamu aja"Ucap Intan
"Mau telur gulung gak?"Tanya Rio
"Terserah"Ucap Intan sambil menengok Rio
"Kan kamu yang ajak jalan-jalan masa beli ginian masih tanya aku sih?"Tanya Intan
"Tapi setidaknya kamu jawab gitu Ay kamu mau apa"Ucap Rio
"Kamu jalan-jalan emangnya mau jajanin aku apa?"Tanya Intan
"Kamu mau apa Istriku yang cantik"Ucap Rio
"Beli aja semuanya biar kita bisa makan semuanya kan?"Ucap Intan asal
"Yakin Ay?"Tanya Rio
"Kenapa?uang kamu gak cukup yah?pakai ATM aku aja juga gak papa"Ucap Intan
Rio menuruti kemauan intan dia membelai satu persatu jajanan yang ada disana sampai tangan Intan penuh dan juga motornya
Rio membawa intan ketempat duduk yang kosong disana agar bisa memakan jajanan mereka
Intan memakan nya dengan senang hati begitupun dengan Rio dia tertawa kecil melihat tingkah istrinya
"Ay besok itu aku boleh ikut kamu gak sih?"Tanya Rio
"Gak boleh ini acara kami bertiga"Ucap Intan
"Tapi jemput kamu boleh kan?"Tanya Rio
"Oke!"Jawab Intan sambil mengacungkan jempol nya
Rio bersandar dibelakang kursi sambil menatap langit malam yang berbintang lalu dia tersenyum
"Ay kamu dulu pernah gak ngerasain yang namanya sendiri gak ada satupun perduli ke kamu padahal banyak tapi kamu gak sadar?"Tanya Rio
"Pernah tapi dulu pas aku tragedi sama ka Randi kan?tapi setelahnya udah gak pernah lagi"Jawab Intan
"Stop liat masa lalu Ay!"Ucap Intan Rio menatap Intan lalu dia mengangguk kepalanya
Rio lalu diam sedangkan Intan melanjutkan makannya
Rio melihat dari kejauhan ada yang sedang memperhatikan mereka
Rio hanya diam menatap orang yang sedang berdiri disamping pohon tepat dihadapan mereka karena diperhatikan oleh Rio dia pun pergi
__ADS_1
"Mencurigakan"Batin Rio
Rio lalu mengirim kan pesan pada anak buah untuk menangkap orang yang sudah dia deskripsi ciri-ciri orang yang sempat dia curigai tadi
Intan masih fokus dengan makanannya Rio tidak tega mengajak intan pulang
"Ay kamu dulu pergi sebelum aku lulus sekolah kan?"Tanya Intan lalu Rio menganggukan kepalanya
"Aku kira waktu itu bakal datang ternyata gak soalnya kata ka Prince kamu bisa datang dan itu buat aku tungguin kamu loh"Ucap Intan sambil memakan cilok
"Kamu tau kan dunia ku dulu cuma Alice kalau yang lainnya itu aku anggap pengganggu"Ucap Rio
"Oh pantas aja dulu kamu kasar banget ke aku waktu itu kamu pernah pikirin perasaan aku gak?"Tanya Intan
Rio hanya diam tidak menjawab pertanyaan Intan padanya
"Kenapa gak jawab Ay masih mikirin Alice yah?"Tanya Intan
"Itu kebodohan aku Ay jangan kamu ingatin lagi"Ucap Rio
"2 Minggu awal pernikahan kita itu benar-benar gak pantas buat di ingat Ay"Ucap Rio
"Itu benar-benar kebodohan ku"Ucap Rio
Intan hanya mengangguk kepalanya
"Oh Iyah Ay angkatan aku ajak party 2 hari lagi"Ucap Intan
"Aku boleh ikut gak?ini khusus cewek kok"Ucap Intan
"Loh kok gak boleh sih?aku mau ikut tau,aku biasanya ikut party kaya gitu kok tapi aku gak ikutan mabuk soalnya gak ijinin sama ka Prince"Ucap Intan
"Dia ijinin kamu pergi ke tempat gituan?"Tanya Rio dan intan menganggukan kepalanya
"Gak perlu!kita bisa kok party dimansion kita"Ucap Rio
"Gak mau aku mau ikut temen-temen aku Ay buat rayain kelulusan"Rengek Intan
"Gak boleh Ay aku gak bisa ijinin kamu kesana"Ucap Rio
"Aku ikut gini sesekali aja kok"Ucap Intan
"Sesekali ya tetap aja"Ucap Rio
"Tega!"Ucap Intan
Rio hanya diam melihat intan yang ngambek pada nya
"Pulang yuk?"Ajak Rio
"Gak mau!"Ucap Intan
"Ya udah aku pulang sendiri aja kalau gitu"Ucap Rio dan dia berdiri menuju ke motor intan
__ADS_1
Intan ikut berdiri dia memegang tangan Rio
"Tega banget sih,aku ngambek malah mau ditinggali"Ucap Intan
"Lagi males bujukin orang ngambek"Ucap Rio membuat Intan menatap tajam Rio
Intan langsung duduk di motornya dan dia pergi meninggalkan Rio begitu saja
Rio berlari mengejar intan tapi intan tidak menghiraukan Rio
"Bisa-bisa nya dia tinggalin gua sih?"Ucap Rio sambil ngos-ngosan karena mengejar Intan
Anak buah Rio datang dengan motor gede nya lalu mereka pergi berdua tapi Rio menyuruh jangan sampai mengejar Intan
Intan sampai mansion dengan selamat dia masuk kedalam dan tak lama kemudian Rio datang dia berlari masuk mengejar Intan
"Ayyyyy"Panggil Rio dan dia menarik tangan Intan tapi intan menepisnya
"Jangan sentuh aku!kata kamu males kan bujukin orang ngambek? jadi jangan bujukin aku jangan dekatin aku"Ucap Intan dan dia berlari menaiki tangga tapi Rio terus mengejarnya
"Ayanggg"Ucap Rio dan ketika dipintu intan ingin menutup pintu Rio mendorong nya agar Intan tidak mengunci pintunya
"Lepasin gak!aku gak mau tidur bareng kamu aku mau tidur sendiri"Ucap Intan sambil terus mendorong pintu agar menutup
"Gak mau Ay aku gak bisa tidur kalau gak sama kamu"Ucap Rio yang sama juga mendorong pintu
Intan benar-benar marah lalu dia melepaskan pintunya dan Rio terjatuh ke lantai dia meringis kesakitan tapi intan tidak perduli bahkan dia pergi masuk kedalam
"Ayyyy"Panggil Rio
"Gak perduli!males bantuin orang ngeselin"Ucap Intan
Rio lalu duduk bersila sambil menatap sedih Intan agar intan kasihan padanya
"Ayyyy sakitttt"Rengek Rio
"Bodo Amat!"Jawab Intan
Rio lalu berdiri dia menutup pintu kamarnya lalu berjalan mendekati Intan yang sedang duduk di sisi ranjang sambil memainkan ponselnya
Intan yang tau Rio ingin mendekati nya dia langsung pergi menuju ruang baju untuk Menganti bajunya dengan baju tidurnya
Rio mengikuti Intan tapi dia mencueki Rio setelah selesai mengganti bajunya dia lalu keluar lagi
Rio terus mengejar intan agar ngambek hilang padanya tapi intan sangat tidak mau memaafkan Rio karena dia kesal
"Ayyy maafin aku yah"Ucap Rio sambil berjongkok disamping kasur
Intan hanya diam sambil memainkan ponselnya
"Ayyyy"Panggil Rio tapi intan terus cuek pada Rio
"Ayanggg"Panggil Rio intan tidur sambil menutupi wajahnya dengan bantal
__ADS_1
Rio menatap Intan dengan tatapan sedihnya karena intan benar-benar tidak mau berbicara padanya
Rio lalu berdiri dia pergi menuju ruang kerjanya dia berniat akan tidur disana intan melihat Rio pergi dia hanya diam membiarkannya pergi