Riontan

Riontan
Episode 160


__ADS_3

Rio sampai dikantor nya dia langsung mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya sambil memejamkan matanya


Foto Rio berdering tanda pesan masuk dan pesan itu dari intan dia mengirimkan foto pada Rio



"Ay Serena ngambek"Tulis intan membuat Rio tertawa kecil melihatnya


"Ngambek kenapa?"Balas Rio


"Gak tau juga kayanya mood nya lagi gak baik"Tulis Intan


"Sebentar lagi aku pulang yah"Balas Rio


"❤️❤️"Balas intan


Rio senyum-senyum sendiri menatap pesan chat dari intan lalu dia kembali menyandarkan kepalanya dibelakang kursinya


"Gua harus dapatkan Gemia tapi kenapa hampir semua rumah sakit yang sudah diperiksa tidak ada satupun dokter yang bernama Gemia dimana dia"Ucap Rio lalu dia memijat-mijat kepalanya


"Tuhan aku mohon berikan petunjuk aku bisa menemukan wanita itu"Ucap Rio


Rio berdiri lagi untuk pergi dia ingin kemarkas menemui Gema dia sudah hampir kehilangan akal untuk menemukan Gemia jalan terakhir yaitu meminta batuan Gema


Disisi intan


Serena masih ngambek pada intan bahkan Serena tidak mau digendong nya tapi intan terus mengajak putrinya bercanda tapi Serena seperti tidak perduli padanya sedangkan Cio dia bermain dibawa kasur sendirian


"Seren anak Mommy jangan ngambek lagi dong"Ucap Intan lalu dia ingin pipi Serena tapi Serena malah berteriak tidak mau dicium


"Sayanggggg"Ucap Intan lembut dan Serena malah memukul-mukul wajah intan dia langsung duduk menjaga jarak dari Serena


"Kamu kenapa sih sayang kok kaya sensi ke Mommy?"Tanya Intan yang keheranan dengan sikap putrinya


"Omyyyy"Panggil Cio lalu intan menatap Cio ternyata Cio tidak ada ditempat nya intan buru-buru turun lalu mencari Cio


Intan tidak menemukan putranya lalu dia berkeliling lagi mencari Cio sampai terdengar suara tangisan Cio dan ternyata dia ada di antara lemari,Cio terjepit disana buru-buru intan menolong putranya



Dan syukurnya intan bisa mengeluarkan Cio dengan mudah ternyata Cio ingin mengambil bola nya yang masuk kedalam


Cio masih menangis digendongan intan dengan lembut intan menenangkan anaknya dia membawa Cio ke ranjangnya lagi lalu merebahkan sejajar dengan Serena


Serena menatap Cio yang menangis membuat Cio langsung menghentikan tangisnya tapi bibirnya masih manyun lalu Serena dengan gemasnya memeluk Cio membuat intan tersenyum melihatnya


Intan ikut merebahkan tubuhnya sambil memeluk anak-anak nya tapi Serena malah mengigit tangan ingin dengan kuat nya membuat terkejut dengan sikap Serena


"Kamu kenapa sih sayang kok kaya sensi sama Mommy?"Tanya Intan tapi Serena malah kembali merebahkan dirinya


"Dia lagi kenapa sih?apa gigi nya tumbuh lagi?"Tanya Intan

__ADS_1


"Omyyyy"Panggil Cio dengan bibir manyunnya matanya juga masih ada air matanya


"Kenapa sayang?Omy disini kok"Jawab Intan


"Serena lagi sensi yang satu nya lagi manja astaga"Ucap Intan geleng-geleng kepala


Disisi Tio


Tio keluar dia ingin membeli sesuatu di supermarket terdekat dari tempat dia berkerja


Tio sudah menaiki motornya dia sedang memasang helm nya tapi tepat disebrangnya ada Gemia yang sedang mencari perhatian Tio


Tapi Tio tidak memperdulikan nya karena dia sedang buru-buru pergi


Gemia sangat kesal pada Tio karena dia tidak di perduli kan oleh Tio sama seperti Rio kemarin


"Kalau seperti ini aku gak bisa celakai dia lihat saja nanti apa yang bakal aku lakuin"Ucap Gemia


Gemia masuk kedalam mobil nya lalu pergi meninggalkan tempat berkerja nya Tio


Disisi Rio


Rio sampai di markas nya dia menyuruh anak buahnya untuk membawa Gema keluar


Gema dia bawa bahkan Gema didorong sampai dia mencium kaki Rio yang sedang Rio tapi Gema diam sedangkan Rio membantu Gema berdiri membuat Gema diam menatap Rio


"Gua butuh bantuan lu Gema"Ucap Rio tapi Gema diam


"Lu mau kan bantu gua?dan gua janji bakal temuin lu dengan intan"Ucap Rio


"Gua percaya sama lu karena menurut gua lu masih punya kesempatan untuk berubah"Jawab Rio membuat senyum di bibir Gema


"Gua janji akan berubah Rio bahkan gua bakal jadi anak buah lu"Ucap Gema dan dia ingin bersujud mencium kaki Rio tapi Rio menahannya


"Jangan jatuhkan harga diri lu Gem"Ucap Rio


"Sejak gua mau bawa intan pergi bukannya harga diri gua sudah hilang?"Tanya Gema


"Belum!"Jawab Rio membuat Gema tersenyum bahkan dia memeluk Rio


"Gua butuh bantuan lu Gema buat tangkap Gemia karena gua gak mau istri dan anak-anak gua kenapa-kenapa lagi"Ucap Rio nada permohonan dan Gema menganggukan kepalanya dengan cepat


"Terimakasih"Ucap Rio membuat Gema melepaskan pelukannya menatap Rio dia tidak percaya jika Rio berterima kasih padanya


"Gua gak bakal sia-siakan kesempatan lu Rio"Ucap Gema


"Gua kasih lu kesempatan bebas jadilah orang yang lebih baik kalau lu seperti dulu ingat Gema peluru timah panas ku siap melubangkan kepala lu"Ucap Rio nada tegas


Gema menganggukan kepalanya bahkan air matanya menetes tanpa permisi di pipi nya sedangkan Rio hanya tersenyum hatinya juga senang melihat kebahagiaan Gema


"Pantas intan sangat mencintai Rio,dia memang kasar tapi ada sisi yang baik bahkan gua pun gak bakal bisa jadi dia"Batin Gema

__ADS_1


"Gua ikhlas lu sama Rio Ntan karena kalian memang tercipta untuk saling mencintai sedangkan aku hanya pelengkap yang tidak berguna"Batin Gema lagi


Gema lagi-lagi memeluk Rio dia sangat senang karena Rio mau berbaik hati memberikan kesempatan padanya


"Gua mohon tangkap Gemia Gem!"Ucap Rio dan Gema menganggukan kepalanya


Siang menjadi malam


Rio sampai di mansionya dengan wajah lelah nya seharian berkerja dan di tangga ada intan dia tersenyum melihat Rio datang Rio langsung mengubah ekspresi menjadi wajah manyun Rio juga berjongkok


"Ay cepeee"Rengek Rio sambil berjongkok membuat intan tertawa kecil sambil terus menuruni tangga menghampiri Rio


Intan juga ikut berjongkok didepan Rio sambil menopang dagunya di tangannya


"Kalau cape kekamar bukan malah jongkok disini nanti dikamar aku pijitin yah"Ucap Intan membuat senyum di bibir Rio


"Anak-anak sudah tidur?"Tanya Rio dan intan menganggukan lalu Rio berdiri


"Ayo Ay keatas"Ajak Rio dengan semangat membuat intan geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya


Mereka pun naik keatas ketika sampai,ketika didalam kamar intan melepaskan jas Rio dia juga melepaskan sepatu Rio


Rio duduk ditengah-tengah kasur sambil bersila dia meregangkan tubuhnya


Intan datang setelah meletakkan jas dan sepatu Rio tadi dia duduk dibelakang Rio


"Ay aku yang kekecilan atau kamu sih yang kegedean?"Tanya Intan karena dia duduk dibelakang Rio sambil menatap belakang Rio yang besar


Rio berbalik sambil tersenyum manis dia langsung merebahkan dirinya dengan kepala nya ada paha intan


"Tadi Serena ngambek kenapa?"Tanya Rio


"Aku juga tau Ay,seharian ini dia kaya sensi banget sama aku bahkan aku cium aja dia nangis kenapa yah?"Tanya Intan


"Aku ngira nya sih cuma giginya tumbuh"Ucap Intan lagi


"Sedangkan Cio malah ada-ada tingkahnya"Ucap Intan


"Dia kenapa?"Tanya Rio


"Dia tadi kejepit lemari tapi untung gak papa"Ucap Intan membuat Rio tertawa kecil


"Berarti kamu lebih cape dong dari aku karena urusin 2 bocil itu"Ucap Rio sambil menatap wajah intan


"Iyahhhh"Ucap intan nada manja


"Ayanggg"Ucap Rio


"Aku selalu manja ke kamu sampai lupa kalau kamu juga mau di manja kan?"Tanya Rio


Rio duduk didepan Intan dia menatap intan dengan tatapan cintanya membuat intan salah tingkah sendiri

__ADS_1


Intan menaiki tubuh Rio di duduk dipangkuan Rio sambil mengalungkan tangannya dileher Rio dan Rio mencium-cium pipi intan dia juga membalas pelukan intan


Rio sangat nyaman mencium aroma tubuh intan yang sangat nyaman


__ADS_2