
Mereka di markas mereka sambil membawa data-data tentang gemia
Indra dan Frans sedang mengotak-atik komputer mencari tentang Gemia tapi belum menemukan apapun
Rio datang dengan Prince dia berdiri dibelakang Indra menatap layar komputer Indra dia hanya diam sampai Indra menatap kebelakang dia kaget bukan main melihat Rio sampai terjatuh kebawah karena Rio tiba-tiba ada dibelakang nya
"Tuan"Ucap Indra sambil menatap Rio tapi Rio tersenyum manis menatap Indra sedangkan Frans mengulum senyumnya melihat Indra
"Indra berdiri"Suruh Prince dan dia buru-buru berdiri lagi
"Buka flashdisk ini,disini ada data-data Gemia"suruh Rio lalu dia meletakkan flashdisk nya diatas meja lalu Indra duduk lagi dan memasang flashdisk nya pada komputer lalu membuka isinya
Biodata Gemia muncul dilayar komputer dan mereka mulai membacanya
"Gemia umur 27 tahun S1 kedokteran"Ucap Rio membaca biodata Gemia
"Dia pernah membunuh adik kandungnya?"Tanya Indra tidak percaya tapi Rio dan Prince hanya diam
"Ada fotonya?"Tanya Rio dan Indra menggelengkan kepalanya
"Seperti nya dia juga menutupi indentitas nya tuan"Ucap Indra
"Kalian sudah tau dimana dia?"Tanya Prince
"Kami belum mendapatkan apapun tuan seperti nya dia benar-benar cerdas sekali menutupi jejaknya"Ucap Frans
"Bawa anak buah sebanyak mungkin ke tempat penyekapan istriku"Suruh Rio
"Siapa tau kita bisa mendapatkan informasi lainnya mengenai Gemia"Ucap Prince
"Baik tuan"Ucap Indra lalu dia pergi untuk mempersiapkan kepergian mereka ke tempat penyekapan intan dan Tio
"Gema ada sudah ada diruangan penyiksaan tuan"Ucap anak buah Rio lalu mereka menuju kesana
Ketika Rio masuk dengan Prince Gema langsung menatap tajam Rio bahkan air matanya menetes tanpa permisi karena penderitaanya ketika di pulau sangat berat bahkan berat badan gema sangat jauh menurun,Gema diikat dikursi lalu Rio mendekati nya dan dia berdiri didepan Gema
"Hay lama tidak bertemu"Ucap Rio santai
"Tidak perlu berbasa-basi Gema,gua cuma mau tanya dimana Gemia"Tanya Rio
"Ada apa dengan dia?"Tanya Gema
"Untuk apa lu cari sepupu gua?lebih baik lu lepasin gua bebasin gua!lu orang jahat yang sudah buat intan meninggal dunia dassr brengsek"Teriak Gema tapi Rio hanya menangapi nya santai
__ADS_1
"Istriku tidak pernah meninggal"Jawab Rio santai
"Dia sehat dan bahagia"Tambah Rio lagi
"Lebih jawab pertanyaan gua sekarang atau lu jadi santapan piranha keluarga kami"Ucap Rio lagi
"Gua aja lu tangkap dan lu tanya gemia sama gua?lu gak salah?"Tanya Gema
"Benarkah lu gak tau?bukannya 3 bulan belakangan ini ada penyusup yang masuk kesana dan katanya selalu mengirimkan lu surat tapi sayangnya penyusup itu sudah mati"Ucap Prince
"Kami juga sudah melihat isi suratnya dimana itu janji seseorang untuk membebaskan elu"Ucap Rio
"Apa itu bukan surat dari Genus?"Tanya Prince
"Jawab saja pertanyaan kami Gema dimana Gemia, lu tau apa yang dia buat ke Intan?"Tanya Rio tapi Gema hanya diam menatap Rio
"Dia sudah sabotase kematian Istri gua,bahkan dia siksa istri gua sampai hilang ingatan apa lu tau itu?"Tanya Rio
"Hampir satu tahun istri gua harus berhadapan dengan kerasnya dunia jalanan itu gara-gara siapa? gara-gara Gemia kalau gua bisa dapatin dia hidup atau mati gua akan balas dia bahkan lebih"Ucap Rio
"Bukan cuma dia lu juga"Ucap Rio
"Lu tega liat intan menderita dan itu semua nya gara-gara Gemia"Ucap Rio
Dia mendapatkan informasi jika intan tewas karena melahirkan anaknya tapi belum bulannya dan intan juga mendapat kekerasan dari Rio membuat intan stres dan harus melahirkan anaknya sebelum bulan yang sudah ditentukan
"Gemiaaaaa"Ucap Gema pelan sambil menundukkan
"Dimana Gemia?"Tanya Rio lalu gema menatap wajah Rio
"Gua gak tau dia dimana karena dia gak pernah kasih tau dimana dia tinggal"Ucap Gema
"Kalau lu bohong gua akan masukin tubuhin kedalam tong yang isi nya penuh dengan ular kobra yang berbisa"Ucap Rio
"Gua gak bohong"Ucap Gema
Prince mengambil sesuatu yang ada dibelakang yaitu alat setrum bertegangan lumayan tinggi dan dia langsung menyentuh kannya ke kulit Gema membuat langsung berteriak
"Lebih baik jujur Gema karena gua akan mempermudah kematian lu kalau jujur"Ucap Prince
"Sumpah demi tuhan gua gak tau dia dimana"Ucap Gema sambil menahan sakit yang dia rasakan
"Ciri-ciri Gemia seperti apa?"Tanya Rio
__ADS_1
"Perawakan seperti wanita tomboy dan dia memiliki tato kupu-kupu dibelakang lehernya"Ucap Gema
"Setiap sebulan sekali dia akan datang ke taman untuk sekedar duduk"Ucap Gema lagi
"Taman mana?"Tanya Rio
"Taman kota dekat rumah sakit"Jawab Gema
"Informasi yang lu berikan cukup memuaskan"Ucap Rio lalu Rio menyuruh anak buahnya membawa Gema ketempat tahanan
"Rio tunggu!"Panggil Gema dan Rio menatap Gema
"Kalau lu mau bunuh gua silahkan tapi apa boleh gua liat intan lagi walaupun cuma sebentar"Ucap Gema dengan ekspresi wajah dengan penuh permohonan
"Mati-mati aja gak perlu sok-sokan mau ketemu istri gua,bahkan dia udah lupain lu"Jawab Rio
"Gua pernah percayai lu sebagai sahabatnya dan lu bisa bebas ada disisi dia tapi kenapa lu malah mau ambil dia dari Gua?lu tau kan intan dan gua saling mencintai bahkan dari pernikahan kami sudah lahir seorang putra"Ucap Rio
"Jika gemia sudah gua temukan lu harus siap ketemu tuhan"Ucap Rio lalu dia pergi membuat gema diam dia sangat menyesali perbuatannya dulu
Disisi Intan
Intan sedang memberi makan anak-anak nya sambil mengajak bercanda agar anaknya nafsu makan
"Kita makan bertiga aja yah soalnya Daddy kalian lagi sibuk"Ucap Intan lalu menyuapkan makanan kemulutnya Serena dan Cio secara bergantian
Mereka berdua sama-sama tertawa sambil menepuk-nepuk meja
"Cio sebentar lagi mau 1 tahun Serena juga gak kerasa nanti kalian bakal masuk dunia pendidikan"Ucap Intan
"Mommy bakal sendirian dong tungguin kalian pulang sekolah"Ucap Intan
"Boleh gak kalian kecil aja terus gak boleh besar"Ucap Intan
"Mommy gak ditinggal sendirian, apalagi Daddy kalian juga sibuk kerja"Ucap Intan
"Omyyyy"Panggil Cio
"Myyyyyy"Panggil Serena
"Apa tadi Serena panggil Mommy?"Tanya Intan sambil mencubit pipi Serena
Cio merengek melihat intan hanya mencubit pipi Serena membuat intan tertawa kecil lalu dia mencium pipi keduanya
__ADS_1
"Kenapa sih Cio cemburuan banget"Ucap Intan lalu mencubit pipi Cio