
Kapal itu sudah tidak bergerak bahkan kapal itu terdiam di tengah-tengah laut dan itu ulah Indra dan Frans juga mereka menghajar nahkoda kapalnya sampai pingsan dan membuangnya ke laut karena dia salah satu anak buahnya Andrew juga
"Ka kapal ini memang nya benar-benar bocor?"Tanya Intan
"Gak sih itu cuma pengalihan"Ucap Indra
"Kalaupun kita melarikan diri bagaimana?"Tanya Rio
"Tenang tuan kami sudah siapkan pelampung renang untuk kita semuanya 1 kilometer dari sini ada pulau yang tidak huni kita bisa kesana untuk menyelamatkan diri"Ucap Frans
"Kalian gila istriku hamil bagaimana bisa dia ajak berenang?"Tanya Rio
"Aku bisa kok berenang"Ucap Intan
"Nah nona aja bilang gitu"Ucap Frans
"Apa kalian?"Ucap Rio
Membuat Indra dan Frans menatap kearah lain dan mereka udah ada belakang kapal sudah ingin memasang pelampung lalu Indra dan Frans meloncat terlebih dahulu sedangkan Rio dan intan belum karena intan takut melompat kebawah karena jaraknya lumayan tinggi
Rio menggenggam tangan Intan dia tersenyum
"Kamu bilang kalau sama aku apapun situasi nya pasti kamu akan merasa aman jadi sekarang kita lompat sama-sama yah"Ucap Rio dan intan menganggukan kepalanya lalu mereka menjauhkan tubuh mereka kebawah
Mereka lalu berenang menuju pulau yang dimaksud Indra
Hampir 1 jam berenang di laut intan kelelahan bahkan dia merasa kaki nya kram
Rio dan Indra sama-sama menarik tangan Intan menyeretnya agar intan tidak kelelahan karena jarak mereka dengan pulau sudah sangat dekat
1 jam 20 menit mereka akhirnya mereka terdampar di sisi pulau mereka semua kelelahan sambil terlentang mereka saling tatap lalu tertawa kecil
"Terimakasih"Ucap Rio pada Indra dan Frans mereka tersenyum mendengar ucapan terima kasih Rio yang begitu tulus pada mereka berdua
10 menit mereka terlentang lalu mereka berdiri tapi intan seperti tidak kuat berdiri karena kakinya masih kram akibat terlalu lama di dalam air tadi
Rio menggendong nya masuk kedalam pulau agar Andrew dan para anak buahnya tidak menemukan mereka
Pulau itu benar-benar tidak ada penghuninya karena berada jauh dari daratan kota,mereka masuk sambil menatap sekitar tempatnya lumayan banyak pohon jadi terasa lebih nyaman suasananya
__ADS_1
Intan merasa kedinginan karena bajunya basa semuanya Rio menurunkan intan menyandar kannya pada pohon yang rindang,baju mereka semuanya juga basah Rio lalu menggenggam tangan intan sambil mengusapnya dan juga meniup-niup nya karena angin memang sangat kencang bertiup
"Ay udah, tangan kamu juga luka kan?pasti kalau banyak digerakin sakit"Ucap Intan
"Aku gak papa Ay"Jawab Rio sambil terus mengusap tangan intan
Intan merebut tangan nya lalu dia menangkup wajah Rio sambil tersenyum tipis dihadapannya Rio bahkan Indra dan Frans malah tersenyum melihat intan tersenyum
"Aku gak papa"Ucap Intan agar Rio berhenti mengkhawatirkan nya
"Jangan bohong bibir kamu itu biru Ay"Ucap Rio
"Ini efek air laut aja kok Ay"Alasan Intan
Rio melepaskan bajunya lalu dia meletakkan nya diatas semak-semak agar kering dan bisa memasangkannya pada intan
"Nona apakah anda lapar?"Tanya Indra
"Aku belum mau makan nanti aja"Jawab Intan
Rio datang dia langsung menggendong Intan lagi masuk kedalam pulau agar Andrew tidak melihat mereka
Mereka terus berjalan kedalam sampai menemukan Goa kecil dibawahnya ada air yang bisa mereka minum
"Nona tuan air sangat segar dan juga manis kaya nona"Ucap Indra sambil tertawa begitupun intan tapi Rio malah menatap tajam Indra
"Bercanda tuan"Ucap Indra lagi
"Ndra lebih baik kita periksa goa itu untuk nona istirahat"Ajak Frans dan Indra mengikutinya
Mereka memeriksa nya sebentar dan ternyata didalam aman hanya saja banyak sarang laba-laba didalamnya
"Tuan bawa saja nona kesini untuk istirahat didalam aman bahkan kami sudah bersihkan"Ucap Frans dan Rio menganggukan kepalanya dan membawa intan kesana
Tapi intan hanya ingin duduk dibibir goa dia ingin melihat Indra dan Frans yang sedang asik bermain air sedangkan Rio berdiri dibawah Intan karena jaraknya dari goa dengan tanah hampir 1 meter lebih
"Kamu masuk kedalam yah biar badan nya hangat dan juga gak masuk angin"Suruh Rio tapi intan menggelengkan kepalanya
"Aku mau disini dulu kamu gabung aja sama mereka"Suruh Intan
__ADS_1
"Aku disini aja"Ucap Rio
Indra dan Frans seperti anak kecil yang sedang bermain air bahkan mereka juga main percik-percikan air
"Frans kayanya kita bakalan disini terus soalnya alat-alat kita masih dikapal kayanya tuan juga"Ucap Indra
"Jarak disini ke daratan kota jauh emang?"Tanya Frans
"Jauh Banget"Ucap Indra
Frans menatap Rio dan intan yang sedang bermesraan didepan goa Indra yang membelakangi keduanya pun juga berbalik menatap Rio
"Apa nona akan melahirkan disini?"Tanya Frans
"Mereka pasti menemukan kita lagi Frans apalagi cuma ini kan pulau mungkin tempat persembunyian kita"Ucap Indra
"Aku kasihan liat mereka"Ucap Frans
"Alat pelacak untuk ke markas utama masih aktif kan?"Tanya Indra
"Gua selalu bawa tapi kayanya gara-gara kena air jadi bermasalah"Ucap Frans
"Semoga tuan Prince cari kita yah"Ucap Indra
"Emangnya tuan Prince tau kalau tuan Rio pergi kan dia juga lagi diluar kota"Ucap Frans
"Waduh iya juga yah"Ucap Indra
"Lebih baik kita cari makanan dulu buat kita semuanya apalagi nona dia pasti lapar kan?"Ucap Frans
"Oke"Ucap Indra mereka keluar air lalu menuju laut untuk mencari ikan atau makanan lain yang bisa di makan
Intan dan Rio masuk kedalam Goa hawanya sangat sejuk didalam membuat intan langsung mengantuk dia pun tertidur pulas dipahanya Rio,Rio mengelus-elus kepalanya Intan sambil menatap wajah damai intan dia merasa bersalah karena dia merasa apa yang terjadi padanya adalah ulahnya
"Ay kita seperti ini sekarang jauh dari kata mewah bahkan makan pun rasanya aku gak bisa janjikan ke kamu"Ucap Rio
"Hari pasti semakin gelap pecahan apa yang bakal aku kasih ke kamu Ay"Ucap Rio lagi
Rio meneteskan air matanya karena dia tidak tega melihat intan sekarang harus kesusahan seperti sekarang
__ADS_1
Rio lalu mencium kening istrinya sambil terus mengelus kepala intan dia juga bersandar didinding Goa dia juga menatap langit-langit Goa sambil melamun matanya terus mengeluarkan air matanya
"Tuhan aku mohon tolonglah kami,aku tidak minta banyak kalau engkau tidak bisa menyelamatkan kami semuanya tapi setidaknya selamatkan istri dan calon anak ku"Ucap Rio sambil meneteskan air mata nya tanda ketidakmampuan nya