
Gema sudah ada disana dia menunggu Intan sambil menatap sekitar nya
Ada yang menepuk pundaknya Gema dia langsung tersenyum mengira intan yang datang tapi ternyata Rio yang datang
"Kenapa lu yang datang kesini?"Ucap Gema
"Istri gua udah tidur dia kecapean gara-gara kami tadi buat anak"Ucap Rio dengan santainya
"Langsung aja sih lu mau apa ketemu istri gua?"Tanya Rio sambil memasukan tangan kedalam kantong celana nya
"Gua mau ngomong sama intan bukan sama lu"Ucap Gema
"Lu ngomong aja nanti gua sampaikan atau gua rekamin aja biar intan lebih jelas"Ucap Rio
"Gua mau kalian cerai!"Ucap Gema dengan mantab
"Cerai?buat apa kami cerai bahkan intan aja gak mau cerai dari gua"Ucap Rio
"Kalian gak cocok!"Ucap Gema
Rio berjalan mendekati Gema dengan wajah datarnya dia langsung mencekik leher Gema
"Jangan buat kesabaran gua habis!"Ucap Rio dengan aura yang sangat mengerikan
"Intan itu istri gua!lu sudah sering ditolak sama dia seharusnya lu sadar bukan malah besar kepala"Ucap Rio
Rio melepaskan cekikikan nya lalu mendorong tubuh Gema sampai terjatuh
"Gua bakal izinin lu berteman bahkan bersahabat dengan intan tapi lu jangan pernah mimpi ambil dia"Ucap Rio
"Gua peringati lu kalau lu langgar,gua bukan orang mudah kasihan malah gua lebih suka mendengar jeritan orang kesakitan"Ucap Rio
Rio lalu pergi meninggalkan Gema yang masih terduduk ditanah
Rio sampai di mansion nya ketika dia membuka pintu dia terkejut karena intan sudah menunggu nya dengan rambut yang berantakan bahkan dengan wajah manyun
"Darimana?"Tanya intan dengan selidik
"Aku habis temuin Gema Ay,dia tadi telpon kamu dia ajak kamu ketemu jadi aku aja yang datang"Ucap Rio
"Gema ajak ketemu malam-malam gini?"Tanya intan
"Kalau gak percaya periksa aja ponsel kamu Ay"Ucap Rio
Intan bukannya memeriksa ponselnya tapi dia malah melompat memeluk Rio seperti monyet
"Aku percaya ko Ay soalnya aku tadi udah liat"Ucap Intan
"Pokok nya kamu jangan tanggapin dia Ay"Ucap Intan
"Aku juga gak apa-apain dia kok kecuali dia duluan yang ganggu kita"Ucap Rio
"Kamu tadi ketemu dia ngapain aja?"Tanya Intan
"Aku selingkuh sama dia Ay"Ucap Rio asal
"Ayyyyy aku tanya serius ih"Ucap Intan
"Gak penting juga Ay jadi gak usah yah"Ucap Rio
"Kita tidur lagi yuk"Ajak Rio
Intan menatap Rio
__ADS_1
"Oh ya Ay"Ucap Intan lalu dia turun
"Ngapain tidur sih?"Ucap Intan
"Kan masih Malah ya tidur lah"Ucap Rio
"Aku udah gak ngantuk Ay"Ucap Intan
"Aku mau maskeran aja deh"Ucap Intan
"Ikut yah"Ucap Rio
"Iyah deh"Ucap Intan
Intan menyiapkan semuanya sedangkan Rio hanya duduk manis disampingnya intan
"Ay kamu masih maskeran sendiri gini?kan kamu bisa datang ke tempat Mommy kamu tinggal duduk aja disana"Ucap Rio
"Lebih enakan juga gini daripada disana"Ucap Intan
"Aku dari dulu juga gini,aku udah terbiasa semuanya serba sendiri karena lebih suka uang nya ditabung"Ucap Intan
"Kamu masih mikirin uang ditabung?"Ucap Rio
"Iyah!"Ucap Intan
"Lucu banget sih"Ucap Rio dan dia menggesek kan hidungnya dengan hidung Intan
"Kita bersihin muka dulu Ay"Ucap intan dan mereka pergi menuju kamar mandi
Intan dan sudah selesai membasuh wajah dan mereka lalu mulai mengolesi ke wajah masing-masing
"Masker harus banget yah warna hitam gini?"Ucap Rio sambil memoles wajahnya
"Tangan kamu bisa Ay?"Ucap Intan
"Oh gitu yah?aku taunya tinggal ke tempat perawatan terus bayar"Ucap Rio
"Bisa kok"Ucap Rio
"Hidup mulai kecil apa-apa pakai uang ya gini deh"Ucap Intan
"Ya gimana yah emang kaya dari lahir gimana?"Tanya Rio
Mereka sudah selesai memakai masker dan mereka saling berhadapan
Rio mengelus rambut intan sambil tersenyum sedangkan intan membuka ponselnya
"Coba liat Ay ini foto kita waktu prewedding yang paling keren menurutku"Ucap Intan sambil menunjukkan pada Rio
"Kaya pangeran dan putri kan?"Tanya Intan
"Kok kamu punya ini aku gak punya?"Ucap Rio
"Kamu emang perduli waktu itu sama pernikahan kita?"Ucap Intan
"Udah-udah sekarang kirim aku mah jadiin wallpaper ponselku"Ucap Rio
Intan langsung mengirim foto itu ke Rio dan Rio langsung mensetting ponselnya menjadikan foto mereka tadi jadi wallpaper ponselnya
"Udah jam berapa Ay?"Tanya Intan
__ADS_1
"Mau jam 4 dini hari emang kenapa?"Tanya Rio
"Gak papa aku tanya aja sih,soal nya setelah aku mau ngapain gitu?"Ucap Intan
"Mau tidur males ah"Ucap Intan
"Kita buat lampion mau?"Ucap Rio
"Ayo gas!aku udah hampir gak pernah main lampion lagi padahal aku suka banget"Ucap Intan
"Setelah kamu pergi aku benar-benar gak pernah main lampion lagi ay"Ucap Intan
"Kenapa gitu?"Tanya Rio
"Karena gak seru aja Ay main sama yang lain"Ucap Intan
"Yaudah ayok ke halaman rumah,kalau gak salah digudang ada selalu ada deh kalau gak dibuang"Ucap Rio
"Muka kita bersihin dulu"Ucap Intan
"Oh Iyah lupa Ay"Ucap Rio dia tertawa kecil Mereka lalu membersihkan muka mereka lagi
Setelah selesai mereka lalu masuk ke gudang dan syukurnya lampion masih ada ada
Rio dan intan mulai menyalakan lampu nya intan sangat senang sambil bertepuk-tepuk tangan
"Masih kaya dulu ya Ay sangat menyenangkan liat lampion nyala gini"Ucap Intan
Rio tersenyum melihat intan
"Ay kenapa kamu suka lampion?"Tanya Rio
"Karena dia terang,setelah Ayah bunda gak ada aku kaya kehilangan cahaya hidup ku makanya aku suka lampion karena mereka bercahaya dan indah"Ucap Intan
"Aku gak butuh lampion,aku gak butuh lampu bahkan penerang apapun buat penerang aku karena penerangku cuma kamu Ay"Ucap Rio
"Aku kaya pernah dengar itu deh"Ucap Intan
"Kata-kata 5 tahun yang lalu yang buat kamu muntah karena aku bilang ini"Ucap Rio
"Ah Iyah"Ucap Intan
"Masih ingat kamu Ay?"Ucap Intan
"Masih dong"Ucap Rio
"Apalagi kamu yang ingat tentang kita dulu Ay?"Tanya Intan
"Apa yah?"Ucap Rio sambil berpikir
"Kan kamu tuh banyak gak ingat sebenarnya"Ucap Intan
"Aku ingat Ay"Ucap Rio
"Gak!"Ucap Intan
"Aku ingat Ay"Ucap Rio
"Apa coba?"Ucap Intan
"Oke aku gak ingat Ay tapi selama aku di Australia kamu selalu datang 1 tahun sekali kan ke bandara?Karena Prince janji ke kamu buat bawa pulang aku kan?"Tanya Rio
__ADS_1
Intan menundukan kepala sambil mengangguk kepalanya