
Rio terus memijit kepala intan sampai intan tertidur pulas lagi membuat Rio hanya tersenyum melihat intan tertidur pulas dipahanya
Diluar kamar terdengar ada keributan Rio diam mendengarkan lalu dia mengganti pahanya dengan bantal sebagai alas kepala intan agar bisa melihat apa yang sedang terjadi
Rio membuka pintu tepat,baru dia membuka pintu ada salah satu anak buahnya yang terjatuh dihadapannya membuatnya sangat kaget dia buru-buru keluar bahkan mengunci kamarnya agar intan aman sedangkan dia keluar mencari tahu apa yang terjadi
Rio berlari keluar tapi tiba-tiba saja ada orang muncul dihadapannya dan memukul wajahnya sampai dia terjatuh karena terkejut bahkan pukulannya mengenai hidungnya
Rio meringis karena hidungnya mengeluarkan banyak darah dia lalu buru-buru berdiri karena orang yang memukulnya tadi sudah hilang tidak tau kemana,
Rio keluar menuju haluan kapal Rio berjalan dengan cepat,dan ketika dia sudah diluar Rio terdiam melihat anak buahnya sudah terkapar dengan bersimbah darah di hadapannya Rio berjalan sambil menatap anak buahnya yang sudah tidak bernyawa
"Apa yang sudah terjadi?"Tanya Rio dia baru ingat intan masih dikamar dia lalu berlari masuk lagi tapi dia terlambat karena pintu menuju kedalam sudah ditutup oleh seseorang
Rio menggendor-gendor pintu dengan kuat tapi pintunya terkunci bahkan seperti ada yang menahan pintu nya dari dalam
Rio terus menggendor pintu nya tapi dia tidak berhasil dia mencari cara agar bisa masuk,dia mundur beberapa langkah menatap keatas dia mencari tempat yang bisa dia masuki
Rio menemukan jendela kecil yang ada diatas nya tapi dia tidak bisa menjangkaunya karena terlalu tinggi lalu dia berpikir sejenak sambil menatap apa yang bisa menjadi tumpuan nya
Rio menemukan ide yaitu menjadikan mayat anak buahnya sebagai alatnya naik dengan cara menyusunnya seperti gunung
Rio mulai mengangkat anak buahnya satu persatu sampai menjadi gunung setelah nya dia mencoba naik keatas dengan perlahan dan dia bisa naik tapi jendela itu terkunci Rio lalu memukul-mukul kaca itu sampai pecah bahkan tangannya mengeluarkan darah karena memukul kaca itu wajahnya juga luka karena terkena pecahan kaca
Rio bisa masuk kedalam tapi baru dia masuk dia sudah dihadang oleh 2 orang yang tidak kenal mereka ingin menyerang Rio tapi Rio yang jago bela diri bisa dengan mudah menghindar bahkan membalas mereka dan mereka kalah Rio langsung buru-buru menuju kamar intan
Rio terus berlari menuju kamar intan rasa sakit yang dia rasakan sudah tidak dia terasa karena yang dia pikirkan hanya intan
"Semuanya sabotase liburan ini memang sengaja ingin membuat ku dan intan celaka"Ucap Rio sambil berlari
"Aku mohon Ay jangan sampai kamu kenapa-napa"Ucap Rio lagi
Rio sampai di depan kamar Intan dia buru-buru masuk tapi ternyata kamarnya sudah tidak dikunci Rio masuk ketika dia membuka kunci,ketika dia membuka pintu dia langsung kaget bahkan terdiam melihat intan sedang di tarik rambut nya oleh seorang laki-laki yang dia sendiri tidak mengenalnya
__ADS_1
Intan melihat Rio dan bisa-bisa intan malah tersenyum melihat Rio karena intan percaya jika ada Rio dia akan aman dalam situasi apapun
"Brengsek"Teriak Rio dia menyerang laki-laki itu Rio menghentikan niatnya karena dia mengarahkan pisau kearah perut intan
"Bergerak sedikit saja saya pasti kan istri dan anak didalam perutnya ini akan mati!"Ucapnya dalam bahasa Inggris
Dari belakang ada yang mengacungkan pistol kepalanya bukan hanya satu tapi ada 3 Rio tidak bisa berbuat banyak apalagi dia tidak memegang pistolnya dia lupa membawanya
Rio meneteskan air matanya dia mungkin bisa mengambil pistol orang yang dibelakangnya tapi bagaimana dengan intan dan calon anaknya jika dia lakukan itu
Rio menatap intan tapi intan menggelengkan kepalanya mengisyaratkan jika Rio jangan menangis
Diluar ada keributan lagi itu semuanya perbuatan Indra dan Frans,mereka berdua bersembunyi tadi sampai situasi tenang jika tidak mungkin mereka bisa ikut tewas seperti yang lainnya
"Menjijikan sekali"Ucap laki-laki yang menarik rambut intan itu dia lalu memperkuat tarikkannya sampai intan meringis bahkan air matanya menetes karena sakit yang dia rasakan
Tubuh Rio bergemetar hebat matanya memerah melihat intan kesakitan didepan matanya
"Jangan sakiti wanitaku!"Teriak Rio sambil menunjuk laki-laki itu 3 orang yang ada dibelakang Rio langsung menempel kan pistol mereka kekepala Rio
"Kenapa?"Tanya nya santai tanpa beban dan dia juga menampar wajah intan dengan kuatnya
"Paman Matthew kamu kan yang bunuh?"Tanya Nya
"Bahkan kekasih paman kamu kurung kan?"Tanya nya lagi
"Mau berkenalan dengan ku?"Ucapnya sambil tersenyum manis
"Namaku Andrew keponakan angkat dari Matthew"Ucap Nya
"Apa kamu tau siapa yang sudah membuat kamu celaka?pelakunya memang Gema tapi disini dia hanya dijadikan kambing hitam agar saya bisa bebas"Ucap Andrew
"Kapalnya bocorrrrrrrr"Teriak Indra diluar membuat Andrew dan anak buahnya langsung bergegas keluar dari kamar itu tapi mereka meninggalkan Rio dan intan didalam bahkan mengunci kamarnya dari luar
__ADS_1
Rio langsung bergegas menghampiri intan dia memeluknya dengan kuat
"Maafin aku Ay aku gak bisa selamatkan kamu"Ucap Rio sambil terus memeluk intan dengan kuatnya
Intan mendorong tubuh Rio membuat Rio kaget dia juga tapi sebenarnya intan hanya ingin menatap wajah Rio yang terluka dia juga meraih tangan Rio yang berlumuran darah karena memukul kaca tadi
Intan mengambil kotak p3k yang ada dikopernya yang tak pernah dia tinggal
Rio lalu membersihkan luka Rio dengan alkohol lalu memberikan obat merah dan memperban nya
Intan juga membersihkan luka-luka yang ada diwajah Rio dengan kapas
Rio menempel tangannya ke pipi intan yang memerah karena di tampar Andrew tadi
"Aku gak papa"Ucap Intan sambil menjauhkan tangannya Rio tadi pipi nya
"Tapi pipi kamu merah"Ucap Rio
"Aku gak papa"Jawab Intan intan sambil tersenyum
"Kapal ini akan mungkin akan tenggelam Ay kamu gak mau keluar?"Tanya Rio tapi intan hanya tersenyum sambil menatap wajah Rio
"Kalau kita tenggelam dikapal ini apa bakal ada Titanic 2?"Tanya Intan membuat Rio tersenyum
"Apapun situasinya selagi aku sama kamu Ay aku merasa aman"Ucap Intan
Pintu ruangan mereka kembali terbuka yang masuk adalah Indra dan Frans
"Kaka!"Ucap Intan
"Ayok Nona tuan kita harus pergi sebelum mereka kembali"Ucap Indra
Rio dan intan buru-buru keluar dan mengikuti Indra dan Frans untuk pergi dari kapal itu
__ADS_1