Riontan

Riontan
Episode 118


__ADS_3

Rio masih setia menunggu operasi intan dan sekarang jam sudah menunjukkan hampir dini hari tapi opersi intan tak kunjung selesai


Rio duduk didepan ruangan intan sambil menatap pintunya berharap Nissa keluar memberikan kabar gembira padanya


"Ay kamu harus selamat,aku gak mau didunia ini tanpa kamu,aku butuh kamu Ay"Batin Rio


"Ay aku ingin menggenggam tangan kamu sekarang karena dunia akan menyeramkan tanpa genggaman kamu"Batin Rio


Rio meneteskan air matanya jika harus mengigat intan dia sangat sensitif terhadap istrinya tapi senyumnya mengembang di bibirnya jika mengingat istrinya


Flashback on


5 bulan yang lalu


Matahari sudah tinggi sejak tadi intan mengelilingi kasur bahkan bolak-balik ruangan ganti dan ruangan yang ada dikamarnya dia sedang mencari sesuatu yang sangat penting untuk Rio


"Mana yah perasaan tadi aku pegang kok udah hilang aja?"Ucap Intan sambil terus berjalan mencari benda itu


Rio datang dari kamar mandi dia baru saja mencukur kumis nya di kamar mandi


"Kami cari apa?"Tanya Rio lalu dia mencium pipi Intan


"Ay maafin aku,aku gak mau kamu marahin aku"Rengek Intan sambil memeluk pinggang Rio

__ADS_1


"Aku marah kenapa?"Tanya Rio kebingungan


"Anu Ay aku hilangin benda yang biasa kamu pakai itu bentuk nya kaya penjepit rambut gitu"Ucap Intan pelan sambil menunduk kan kepalanya


"Apa hilang Ay?"Tanya Rio meninggikan suaranya


Intan menatap Rio dengan wajah manyunnya


"Maaf"Ucap Intan lirih bahkan dia takut Rio akan marah besar padanya karena itu memang penjepit dasi kesayangan Rio dia banyak sekali punya itu tapi hanya itu yang sering dia pakai


"Aku tadi liat itu diatas meja terus aku pakai buat penjepit rambut Ay aku bawa jalan-jalan sebentar tapi udah hilang aja"Ucap Intan


"Aku bakal cari sampai dapat kok Ay janji"Ucap Intan tapi Rio malah tersenyum sambil mencium bibir intan sekilas


"Buat apa?udah gak usah dicari nanti aku bisa beli lagi"Ucap Rio


"Kan udah hilang buat apa sih jadi permasalahin?"Ucap Rio santai beda dengan intan dia terus menatap kebawah kalau saja penjepit dasi Rio ada


"Gak mau"Ucap Intan


"Tangan kamu mana?"Tanya Rio dan intan memperlihatkan tangannya pada Rio lalu dia menggenggam tangan intan


"Kamu ngapain?"Tanya Intan kebingungan melihat tingkah suaminya

__ADS_1


"Apa yang aku punya sekarang itu gak ada bisa buat aku lebih baik bahagia ketimbang menggenggam tangan kamu"Ucap Rio sambil tersenyum pada intan


"Karena dunia akan menyeramkan kalau tanpa genggaman tangan kamu Ay"Ucap Rio


"Gombal!"Ucap Intan dia melepaskan tangannya Rio dari tangannya lalu mencari penjepit dasi Rio tadi lagi


"Ay aku serius!"Ucap Rio sambil menatap intan yang sedang sibuk berkeliling


"Aku juga serius cari penjepit dasi kamu ini"Ucap Intan


"Ayyyyyy"Rengek Rio sambil menghentakkan kakinya seperti anak kecil


"Ketemu!"Ucap Intan sambil mengacungkan penjepit dasi yang dia cari tadi,lalu dia berlari menghampiri Rio untuk memperlihatkan usahanya pada Rio


"Ketemu Ay"Ucap Intan dengan wajah yang sangat senang membuat Rio tertawa kecil melihat nya


"Makasih yah udah dapatin ini lagi"Ucap Rio lalu dia mencium kening intan


"Iyahhh"Ucap Intan sambil menganggukkan kepalanya


Flashback off


"Sungguh hari-hari yang sangat menyenangkan ketika pagi ku dihiasi dengan senyum manis kamu ay"Ucap Rio

__ADS_1


"Kalau kamu tinggalin aku,aku bersumpah akan mendonorkan mataku ke rumah sakit ini karena mataku hanya ingin selalu melihat kamu Ay"Ucap Rio dia menundukkan kepalanya air matanya berjatuhan ketanah dia juga sesegukkan disana Prince hanya berdiri di samping nya Tiara yang sejak tadi juga menangis dipelukan nya


"Gua tau sekarang lu hancur bro tapi bagaimana pun lu harus bisa semangat karena waktu akan terputar tanpa bisa dihentikan"Batin Prince


__ADS_2