
5 hari berlalu
Hari ini Nuna dijemput oleh bodyguard Cio menuju mansion milik Cio tentu nya
Nuna semakin kurus karena merasa strees dikurung disana dan bahkan ketika dia diajak pergi oleh anak Cio pun dia sempat menolak tapi syukurnya dia mau
Dia sampai di mansion Cio pribadi yang hadiah dari Rio ketika Cio berumur 17 tahun kemarin tapi dia masih ingin tinggal di mansion nya Rio
Nuna langsung disambut dengan ramah oleh maid-maid yang ada mansion Cio bahkan dia bawa langsung ke kamar utama
Nuna hanya menurut tanpa menolak dengan tatapan kosong seakan-akan nyawanya menghilang dari jasadnya
Ketika Nuna masuk kedalam kamar utama,dia baru sadar jika kamar yang dia masuki sangat besar dan mewah tapi rasa kagumnya hilang karena mengingat nasibnya
Cio dari 5 hari lalu sudah tidak terlihat batang hidungnya bahkan hari ini gua juga tidak terlihat
"Jordiiii"Ucap Nuna dengan lirih
"Maafin aku Jordi"Sambungnya lagi
Disisi Cio
Cio sedang berada di kampus dan dia sedang mengikuti pelajaran kelasnya
Cio dengan fokus mendengar kan dosen nya yang ada didepannya,sampai kelas nya berakhir dia buru-buru merapikan semua barang-barang nya dan memasukan nya kedalam tas nya lalu dia ingin pergi tapi tangannya ditahan oleh seseorang dia adalah Jessica teman sekelasnya
"Pulang bareng?"Tanya Jessica tapi Cio menepis tangan Jessica yang ada ditangannya
"Gua buru-buru"Jawab Cio dia berjalan cepat meninggalkan Jessica tapi dia masih mengikuti Cio
Cio menghentikan langkahnya karena Jessica mengikuti nya
"Lu ngapain ikutin gua sih hah?"Tanya Cio ketus pada Jessica
"Loh aku kan juga mau pulang,kenapa kamu marah-marah sih?"Jawab Jessica sambil terkekeh
Cio tanpa bicara dia pun pergi meninggalkan Jessica tanpa mengucapkan apapun
Cio masuk kedalam mobil mewahnya dan langsung pergi ke mansionnya sedangkan Serena masih akan ada kelas lagi nanti
__ADS_1
25 menit perjalanan Cio sampai ke mansion nya karena dia melajukan mobil nya dengan cepat
Cio turun dari mobilnya dengan terburu-buru bahkan lupa menutup pintunya dan langsung pergi menuju masuk
Cio berlari menuju kamarnya dan ketika dia sudah berada di depan pintu kamarnya,dia diam sejenak entah apa yang dia pikirkan
Cio memegang gagang pintunya dan mulai membukanya dan yang dicari pertama dari kamar itu adalah Nuna tapi dia tidak menemukannya,dia pun berlari masuk mencari Nuna
Cio mencari-cari Nuna dan ternyata dia ada dikamar mandi tapi pintunya terkunci membuat Cio panik dan dia mencari kunci cadangan nya yang ada di bawah pas bunga disamping pintu kamar mandi nya
Dia pun membukakannya dan mencari Nuna ternyata Nuna sedang duduk dibawah shower,wajahnya pucat bahkan bibirnya sudah biru dengan kondisi menggigil dia sangat panik dan mendekati Nuna
"Jangan dekati aku!"Ucap Nuna tapi pelan pada Cio
Cio berjongkok didepan Nuna tanpa memperdulikan ucapannya Nuna
"Aku Abercio Nuna ingatlah aku!"Ucap Cio dengan nada lembut sambil memegang lutut Nuna
"Anak kecil yang kamu panggil Berci dulu dan kamu Nuna kan?dan kalung yang kamu pakai itu berlian merah yang pernah ku berikan dulu kan?"Tanya Cio membuat Nuna menatap Cio dengan tatapan tidak percaya
Cio ketika Nuna bertengkar dengan Jordi waktu itu belum melihat kalung yang Nuna pakai tapi ketika dia sudah mendekati Nuna dia baru melihatnya dan dia sangat hapal kalung yang dia pakai Nuna dan dia juga orang Cio cari sejak dulu
"Berci?"Ucap Nuna sambil menatap wajah Cio dan dia mengangguk kepalanya
Cio berdiri dan mematikan showernya dan Cio ingin menggendong Nuna tapi Nuna menolaknya bahkan dia berusaha ingin berdiri sendiri dan Cio mengikuti nya dari belakang
Sampai didepan pintu kamar mandi Nuna pingsan karena sudah terlalu lama berada di bawah shower
Cio sangat panik dan khawatir dan dia menggendong Nuna menuju ranjang
Cio memanggil para pelayan nya untuk membantunya dan dia juga menyuruh mereka untuk memanggil dokter
2 Jam Nuna pingsan dan dia sadar bahkan wajahnya sudah tidak sepucat tadi karena sudah mendapatkan penangan dokter
Cio ternyata tidur disampingnya Nuna dengan tangan berada diperut Nuna
Nuna awalnya terkejut dan ingin menjauh tapi dia ingat kata-kata Cio tadi
"Abercio?"Ucap Nuna sambil menatap wajah Cio yang sedang pulas tertidur
__ADS_1
"Anak kecil dulu itu apakah benar-benar kamu?"Tanya Nuna
Tapi karena perlakukan Cio padanya membuatnya kecewa bahkan benci padanya
Nuna menjauhkan tangan Cio dari perutnya tapi Cio malah semakin memeluk Nuna bahkan dia berada dipelukan Nuna
"Jangan pergi lagi Nuna"Ucap Cio dan Cio membuka matanya
Cio memperlihatkan gelang yang ada ditangan kirinya pada Nuna yang buah dari gelang itu sama dengan buah kalung Nuna sama yaitu berlian merah yang langka didapatkan
"Aku Abercio Nuna ingatlah aku"Ucap Cio tapi Nuna mendorong tubuh Cio dia juga berdiri sambil geleng-geleng kepala
"Aku hanya menganggap mu adik bagaimana bisa kita menikah?"Tanya Nuna sambil geleng-geleng
Cio duduk tanpa ekspresi diwajahnya karena Nuna menyebut nya adik
"Sejak kapan aku punya Kaka perempuan?sejak kapan aku jadi adik kamu Nuna?kamu akan tetap menikah dengan ku apapun yang jadi"Ucap Cio
"Terima saja semuanya"Ucap Cio
"Apa kamu benar-benar sudah mengambil keperawanan ku?"Tanya Nuna dengan nada serius
"Setelah kita menikah aku akan mengambilnya"Jawab Cio
"Aku hanya ingin menikah dengan Jordi!bukan dengan kamu dan itu kemauan almarhum Ibu ku"Ucap Nuna
Cio diam dan dia menundukkan kepalanya dia sangat ingin marah Nuna dan dia turun dari ranjangnya,berjalan mendekati Nuna membuatnya ketakutan bahkan dia juga mundur tapi Cio hanya memeluk Nuna sambil membisikkan sesuatu
"Aku sangat marah sama kamu Nuna tapi biarkan aku memeluk kamu sampai marah ku hilang"Ucap Cio pelan
"Berhentilah mengucapkan ingin menikah dengan Jordi karena kamu akan menikah dengan ku"Sambung Cio lagi
Nuna hanya diam didalam pelukkan Cio karena Cio bukan hanya memeluk tapi mengelus rambut Nuna dengan lembutnya
"Maaf kan aku Nuna karena kemarin aku sempat menyukai wanita lain tapi syukurnya dia menolakku dan aku menemukan kamu"Ucap Cio
"Jangan sakiti diri kamu lagi Nuna,aku menikahi untuk menjaga kamu"Ucap Cio dalam hatinya
Nuna ingin Cio melepaskan pelukannya tapi Cio malah semakin erat memeluknya erat
__ADS_1
"Maafkan perlakukan ku kemarin,ayo kita perbaiki semuanya"Ucap Cio pelan
"Aku hanya mainan kamu kan?jika kamu bosan kamu akan membuangnya?"Tanya Nuna tapi Cio tidak menjawab pertanyaan Nuna