
Ke esokkan hari nya
Intan dan Rio sedang duduk-duduk saja dia ruang keluarga mereka seperti biasanya karena sekarang adalah hari libur nya Rio yang akan selalu dia habiskan untuk bersama dengan intan dan anak-anak nya
Cio datang sendirian,karena dia tadi malam tidak pulang sama sekali
Intan yang melihat Cio datang langsung berdiri karena dia memang tidak tahu jika putranya tidak pulang tadi malam
"Dari mana saja sayang?"Tanya Intan pada Cio
"Aku mau ngomong serius Mom!Dad!"Ucap Cio dan dia duduk dihadapannya Intan dan Rio dan kebetulan juga Serena datang sambil memeluk boneka lumba-lumba pink nya dia duduk ditengah-tengah kedua orang tuanya lalu memeluk Mommy nya
"Aku mau nikah!"Ucap Cio tiba-tiba semuanya terkejut apalagi Serena,dia bahkan melempar boneka nya tadi ke Cio karena sangat terkejutnya
"Kenapa mendadak sekali Cio?ada apa?"Tanya Intan dengan wajah lembut nya
"Tadi malam aku gak sengaja meniduri perempuan Mom,aku takut dia hamil karena ulah ku"Jawab Cio tanpa takut mengakatakan itu pada kedua orang tuanya
"Gak mungkin Mom Dad!Kaka aja gak punya pacar gimana bisa dia tidurin cewe?"Ucap Serena yang sangat tidak percaya sedangkan intan dan Rio terdiam seribu bahasa
"Aku sudah mengakatakan semuanya Mom!Dad! merestui atau tidak itu urusan kalian karena aku harus bertanggung jawab atas perbuatan ku dan itu yang selalu Daddy dan Mommy ajarkan"Ujar Cio dengan wajah santai berbicara pada kedua orang tuanya
"Siapa cewenya ka?kok bisa kaka tidur sama dia gimana cerita nya?"Tanya Serena
"Aku mau pernikahan ini dilakukan secepatnya Mom Dad!"Ucap Cio pada kedua orangtuanya tanpa menjawab pertanyaan Serena
"Kita harus tau latar belakang cewe yang akan kamu nikahi ini Cio kalau salah-salah keluarga kita yang akan malu"Ucap Rio mengingatkan
"Aku sudah tau semuanya Dad!"Jawab Cio
"Baru kemarin kamu bilang tidak mau memiliki anak tapi bagaimana bisa kamu melakukan itu dengan orang yang bukan pacar kamu Cio?"Tanya Intan yang kecewa pada putranya
"Lakukan saja"Ujar Cio lagi
"Aku permisi"Ucap nya lagi dia berdiri lalu meninggalkan semuanya menuju kamarnya
__ADS_1
"Kenapa anak kita seperti itu Ay?"Tanya Intan pada Rio dengan nada bergetar karena ingin menangis
"Aku yakin ini pasti gak beres"Jawab Serena sambil menatap punggung Cio yang semakin menjauh
Serena berdiri lalu berlari berniat kekamarnya sedangkan Rio dan intan masih disana
"Ay apakah benar Cio seperti itu?"Intan lagi pada Rio
Rio menatap intan dengan ekspresi menenangkan membuat intan menatapnya
"Kamu pernah bilang kan Ay?kalau Cio sedang patah hati dan dia mungkin dengan melampiaskan perasaan pada wanita yang ingin dia nikahi atau memang dia sedang jatuh cinta lagi"Ujar Rio dengan santai dan intan memasukan tubuhnya kedalam pelukannya Rio
"Aku takut dia seperti kamu Ay,karena buah tidak akan jatuh lebih jauh dari pohonnya"Ucap Intan membuat Rio terkekeh sambil memeluk istrinya
"Kita lakukan saja kemauannya putra kita Ay,Aku terlalu percaya pada nya sampai kurang mengetahui dia dekat dengan siapa karena kita hanya tahu dari Serena kan?"Ucap Rio pada intan
"Dia sedang patah hati bagaimana bisa dia meminta menikah Ay?coba kamu pikirkan?dengan alasan yang gak jelas,kita harus tahu semuanya dulu baru menikahkannya"Ucap Intan
"Aku masih belum siap jika Cio menikah diumurnya yang sangat muda bahkan dia baru memasuki kuliah"Sambungannya Intan
"Kamu ingat kan kalau Cio pernah bilang kalau dia gak mau punya anak? bagaimana bisa dia menghamili wanita yang baru dia kenal dalam semalam?"Tanya Intan yang masih bimbang
"Cio bukan orang yang penurut Ay,kalau dia mau sesuatu dan semua itu harus terwujud"Ucap Rio
"Kata siapa putraku bukan anak penurut?bahkan dia dia sangat patuh Ay hanya saja karena perempuan yang meninggal kan dia itu yang membuat berubah"Ucap Intan
"Aku mau tau perempuan baru aku akan merestui dia Ay"Ujar intan lagi
"Apa yang kamu cari dari perempuan pilihan Cio?"Tanya Rio serius dan intan melepaskan pelukannya dan menatap Rio
"Wanita macam apa yang mau digauli?bahkan mungkin bukan hanya Cio yang jadi korban mungkin orang-orang lain?"Ucap Intan
"Sejak kapan istriku berprasangka buruk pada orang lain?bahkan pada calon menantu kita sendiri?"Tanya Rio
"Aku masih belum terima jika putra ku sampai dijadikan korban"Jawab Intan
__ADS_1
"Ayyy kamu tau kan Cio sampai sekarang menutupi identitasnya sebagai anak kita?kayanya wanita itu memang gak tau siapa Cio,mungkin ini memang mungkin real suka sama suka"Ujar Rio sambil mengelus pipi intan
Intan mendengus kesal lalu berdiri dan pergi meninggalkan Rio begitu saja,di sangat kesal karena Rio tidak sepemikiran dengan nya tapi Rio hanya terkekeh lalu berjalan santai mengejar istrinya
"Umur sudah kepala 4 tapi tetap saja masih ngambekan"Ucap Rio sambil berjalan menaiki tangga
Disisi Nuna
Nuna terbangun dari tidurnya,tapi dia menatap sekitar dimana tempat itu bukan kamarnya kepalanya terasa pusing
"Aku dimana?"Tanya Nuna ketika dia menatap dirinya ternyata tubuhnya tidak memakai apapun,dia langsung menangis
"Siapa yang melakukan ini?"Tanya Nuna dengan lirih
Nuna terus menangis tapi sambil mengingat apa yang terjadinya padanya malam itu
Dia hanya mengingat pertengkarannya dengan Jordi lalu dia mengingat penyebab pertengkaran mereka dan Nuna mengingatnya
Dia hanya ingat bahkan samar-samar wajah Cio menggendongnya sampai kekamarnya dan setelahnya dia pingsan
Sambil menggosok dengan kasar tubuhnya karena pasti Cio yang sudah melakukan ini padanya
"Kamu jahat sekali"Ucap Nuna lirih sambil menangis
"Aku sangat membenci kamu,siapapun nama kamu"Ucap Nuna lagi
Nuna tidak tau kenapa dia bisa pingsan dan tiba-tiba dibawa oleh Cio kesini dia mengingat wajah Cio yang menggendong nya dan pertengkaran dengan Jordi tadi malam
Nuna menangis dengan hebat dan sampai ada kertas kecil tergeletak diatas meja dengan gepok uang ratusan ribu rupiah, Nuna mengambilnya lalu membacanya
"Gua akan bertanggung jawab atas perbuatan gua tadi malam, kita akan menikah secepatnya,gak usah lari ataupun menolak kemauan baik gua lagi,karena lu sudah kotor bahkan mungkin kekasih lu gak akan mau terima lu lagi,gua punya bukti kita tadi malam jadi gak usah sok-sokan nolak gua,atau gua sebar"Tulis surat Cio
Nuna *******-***** kertas itu lalu melemparkan nya ke sebarang arah lalu menangis dengan histeris
"Dasar laki-laki brengsek,dia benar-benar brengsek"Teriak Nuna
__ADS_1
"Lebih baik menjomblo selamanya daripada harus menikah dengan nya"Ucap Nuna lagi dengan tatapan tajam dan penuh air matanya