
Hari sudah mulai malam intan dan Rio sama-sama bangun dari tidur siang mereka dan pas sekali Indra dan Frans sedang membakar ikan
"Nona tuan tunggu saja didalam kami akan antarkan makanan nanti untuk kalian"Ucap Indra sambil tersenyum tapi intan dan Rio malah turun ikut bergabung dengan Indra dan Frans
"Eh kok tuan nona kalian ngapain kesini?"Tanya Frans ikut membantu"Jawab Rio
"Engga perlu tuan semuanya sudah hampir selesai kok"Ucap Frans
"Kalian cari sendiri ka?"Tanya Intan sambil menatap ikan yang masih mentah disamping Indra
"Iyah nona"Ucap Frans lagi
Frans menyerahkan ikan yang matang pada Intan dan Rio tapi Rio dan intan canggung untuk mengambil nya karena Indra dan Frans belum makan
"Kita makan bersama"Ucap Rio
"Tidak tuan kalian lebih utama daripada kami"Ucap Indra
"Menolak ucapan ku sama saja membuatku kecewa"Ucap Rio
Indra dan Frans saling tatap
"Ayo makan"Ajak Rio sambil meletakkan ikan yang ada didaun ke tanah
"Tuan kami anak buah kamu seperti nya sangat tidak pantas jika kami makan bersama dengan kamu apalagi dalam satu wadah"Ucap Frans
"Anggap aku teman bukan bos bahkan usia kalian lebih tua kan?"Jawab Rio
"Kita sama-sama manusia dilahirkan oleh seorang wanita yang mulia cuma nasib berbeda kenapa harus menganggap ku seperti lebih tinggi dari kalian?"Ucap Rio
"Cepatlah makan kalian juga pasti lapar kan?setelahnya istirahat saja biar aku nanti cari makanan lagi untuk kita semuanya"Ucap Rio
"Tidak perlu soalnya persediaan kita cukup sampai besok"Ucap Indra
Indra menyerahkan baju Rio yang dia jemur tadi pada Rio
Intan tersenyum lalu dia mengelus belakang Rio sambil tersenyum karena Rio tak menganggap Indra dan Frans seperti anak buah melainkan keluarga nya
Mereka makan bersama tanpa ada batasan bos dan anak buah
Indra dan Frans membuat api untuk Pencahayaan dan juga penghangat untuk mereka
"Tuan apa apakah ditubuh kalian ada benda yang bisa dilacak markas utama untuk menemukan kita?"Tanya Indra
Rio memeriksa tubuhnya tidak menemukan apapun kecuali cincin pernikahan nya dengan intan lalu dia menggeleng kan kepalanya
"Nona?"Tanya Frans dia hanya memperlihatkan cincinnya pada yang lainnya dengan gaya menggemaskannya membuat semuanya tersenyum
Indra dan Frans terdiam sambil menundukkan kepalanya seakan-akan pasrah dengan keadaan mereka sekarang
__ADS_1
"Kita jangan pasimis dulu tapi kita harus optimis aku percaya kalau ka Prince pasti datang untuk selamatkan kita"Ucap Intan menyemangati laki-laki yang ada didepan mereka ini
"Kalaupun kita harus tinggal disini selamanya aku gak papa kok asal sama Ayang"Ucap Intan lagi sambil tersenyum menatap Rio
Rio tersenyum lalu dia mengacak-acak rambutnya intan
"Tempat ini tidak jauh dari daratan kota,pasti setiap harinya akan ada kapal lewat atau bahkan pesawat lewat kan?"Ucap Intan
"Percaya deh pasti kita akan keluar dari sini dengan selamat"Ucap Intan lagi
Disisi Prince
Prince baru sampai ke mansionnya dia disambut manis oleh para anak-anaknya dan Tiara
Prince sekarang sedang dikamar dengan Tiara dan juga dengan Hellen dan King
"Boo kok perasaan sejak pulang tadi gak enak banget kenapa yah?"Tanya Prince sambil melepaskan jasnya
"Kamu mikirin apa sampai perasaan kamu gak enak?"Tanya Tiara yang duduk disisi ranjang sedangkan Prince masih berdiri dihadapan Tiara
"Kamu sakit atau anak-anak kita?"Tanya Prince
"Gak ada yang sakit kami semua nya sehat kok Bee"Ucap Tiara
"Atau keluarga kita?siapa yang kira-kira ada sakit atau bepergian?"Tanya Prince
"Yang sakit sih gak ada kalau yang lagi pergi itu Rio dan intan mereka lagi babymoon baru tadi pagi mereka berangkat nya"Ucap Tiara dan Prince langsung diam dia tau sumber perasaan tidak nyamannya
"Boleh aku pergi lagi?"Tanya Prince pada Tiara
"Loh mau kemana kamu baru aja pulang Bee"Ucap Tiara yang kecewa karena Prince ingin pergi lagi
"Aku cuma mau pastiin mereka aman atau gak biar perasaan aku tenang"Ucap Prince
"Aku sebenarnya juga agak kepikiran intan tapi aku buang pikiran buruk aku karena dia pasti aman kalau sama Rio Bee"Ucap Tiara
"Rio juga manusia dia punya titik lemah Boo"Ucap Prince
"Aku keluar sebentar yah"Ucap Prince dia mencium pipi Tiara berpamitan pada anak-anak dan pergi lagi
Disisi Rio
Intan dan Rio masih belum tidur sedangkan Indra Frans sudah tertidur karena mereka kelelahan
Rio dan intan sedang duduk disisi goa sambil menatap Bulan yang sedang bercahaya dengan terangnya
"Pernah terbayang kalau kita akan seperti ini?"Tanya Rio pada intan
"Pernah tapi lebih tragis lagi Ay,ada banyak zombie gitu biar seru"Ucap Intan sambil tersenyum simpul
__ADS_1
"Mau di ngap zombie?"Tanya Rio tapi intan menggelengkan kepalanya
"Katanya tadi mau ada banyak zombie biar seru"Ucap Rio
"Tapi kita gak di ngap zombie cuma kita lari aja kaya filmnya train to Busan kamu pernah liat gak?"Tanya Intan tapi Rio menggelengkan kepalanya
"Astaga tuhan kamu belum pernah liat?suami aku kuper"Ucap Intan
"Apa kuper?"Tanya Rio
"Kurang pergaulan"Ucap Intan
"Misalnya aku banyak bergaul apalagi temen cewe ku banyak kamu terima emang?"Tanya Rio
"Gak"Jawab singkat Intan membuat Rio tertawa kecil lalu dia mencium pipi intan
"Sekarang kamu takut?"Tanya Rio
"Takut kenapa?"Tanya Intan
"Kamu gak liat suasannya sangat gelap sekali"Ucap Rio
"Aku gak takut kok atau jangan kamu yang takut?"Ucap Intan
"Enggak kok Ay"Jawab Rio cepat
"Yang bener?coba liat lubang hidung kamu kempang-kempis tuh"Ucap Intan dan Rio spontan memegangi hidungnya
"1 malam pertama di tempat seperti ini menyeramkan juga yah"Ucap Intan lagi sedangkan Rio masih fokus pada hidungnya
Intan lalu mengelus perutnya sambil menunduk menatap perutnya
"Semoga kamu lahir dengan selamat yah anak Mommy,kamu harus lahir dengan selamat bagaimana pun caranya"Ucap Intan
"Walaupun taruhannya nyawa Mommy"Ucap Intan pelan tapi Rio mendengarnya dia menengok wajah intan
"Jangan ngomong seperti itu Ay"Ucap Rio
"Kamu dan anak kita harus selamat"Ucap Rio
"Jangan ngomong yang aneh-aneh yah,itu buat aku takut"Ucap Rio
"Aku gak mau kehilangan kalian, kalian harus selamat"Ucap Rio lagi dan intan langsung masuk kedalam pelukannya Rio dan Rio membalas pelukan intan
"Ay daripada kita sedih-sedih lebih kita cerita yuk"Ajak intan Rio melepaskan pelukannya lalu menatap intan sambil mengerucutkan bibir nya
"Cerita apa?"Tanya Rio
"Apa aja yang menurut kamu lucu"Ucap Intan dan Rio berpikir sejenak sambil menatap keatas
__ADS_1
KOMEN NYA MANA GUYS,KANGEN TAU SAMA KOMEN KALIAN,MAAF YAH GAK BISA CRAZY UP KAYA BIASANYA SOALNYA KONDISI KU LAGI GAK SEHAT