
Bab 2
Nina sudah selesai mengobati semua luka dari Zayyan
"Sudah!"Ujar Nina dengan lega sambil melepaskan tangannya dari tangan zayyan
Zayyan melihat-lihat tangannya yang sudah diperban oleh Nina
"Kamu istirahat aja yang baik disini untuk sementara kalau keadaan kamu gak membaik kamu pulang aja"Suruh Nina lembut dan sopan
"Tapi hari ini adalah hari pertama ku masuk sekolah masa aku disini?"Tanya Zayyan
"Gak papa kok"Ucap Nina
"istirahat yah"Suruh Nina lagi dan Zayyan menganggukan kepalanya
Nina merapikan obat-obatannya lagi dan ketika selesai bel berbunyi membuat Nina buru-buru ingin pergi
"Waduh bel bunyi tuh,aku harus pergi kekelas lagi"Ucap Nina dengan panik
"Kamu istirahat yah"Suruh Nina lalu dia meletakkan kotak obat tadi keatas lemari lalu pergi dengan terburu-buru
Zayyan turun dari brangkar nya dan mengikuti Nina tanpa sepengetahuan nya
Nina sampai kelas membuat Rena dan Winda langsung menanyainya dari mana saja hampir 1 jam Nina pergi sejak dia ke toilet tadi
"Kamu darimana Nina?"Tanya Winda dengan ekspresi penasaran
"Aku duduk dulu"Ucap Nina lalu dia duduk di kursinya
"Cepat jawab kamu darimana"Tanya Rena yang sama ekspresi dengan Winda
"Ada problem tadi"Jawab Nina santai
Dari pintu belakang kelas muncul seseorang membuat riuh kelas mereka
Semua murid menghina Zayyan yang menjadi topik hangat sekolah saat ini
"Anak pencandu narkoba sudah tiba guys!"Teriak salah satu murid yang ada dikelas Nina
"Kalau orang tua ku tahu,aku sekelas dengan anak pencandu narkoba bisa-bisa aku akan dipindahkan dari kelas ini"Ucap Rima
"Oh ini orangnya?"Ucap murid yang lainnya,Zayyan hanya diam mendengarkan hinaan yang sudah biasa dia dengar
"Kok bisa sekolah terima anak dari pencandu narkoba?"Tanya Ketua kelas yang biasanya selalu bersikap bijaksana tapi sekarang malah ikut membully Zayyan
Nina mendengar semua hinaan yang dikatakan teman-teman nya pada Zayyan tapi dia hanya diam melihat pembullyan itu didepan matanya
Semua orang memaki dan menertawakan Zayyan dikelas itu tapi Salah satu guru masuk karena dia yang memang akan mengajar pelajaran selanjutnya
Kelas menjadi senyap yang memang guru itu killer namanya adalah Ibu Bia pengajar Kimia
__ADS_1
Ibu Bia menatap Zayyan yang sudah menyedihkan bahkan sangat miris tapi bukannya bersimpati atau membela Zayyan dia malah memarahi habis-habisan
"Kamu ini memang biang rusuh!Setelah kedatangan kamu kondisi kelas menjadi runyam!"Omel Ibu Bia
Zayyan hanya diam menatap dan mendengarkan omelan ibu Bisa
"Bahkan ibu tau kalau kamu gak masuk di jam pelajaran pertama di sekolah kamu yang baru"Ujar ibu bia dengan lantang
"Kesini kamu"Suruh ibu bia, menyuruh Zayyan mendekat ke meja nya dan Zayyan mengikuti saja
Dia memarahi Zayyan habis-habisan sedangkan Nina dan teman sekelas nya hanya diam,semuanya tersenyum seakan-akan puas melihat Zayyan dimarahi ibu Bia
"Baru hari pertama kamu sudah bolos, mentang-mentang jam kosong! sebagai hukuman kamu dikeluarkan dari kelas ini"Ucap Ibu Bia dengan lantang
Zayyan menganggukan kepalanya menuruti ucapan ibu Bia,Zayyan tampak sudah terbiasa dengan perlakuan Ibu bia padanya
Dengan ekspresi datar tanpa ekspresi dia keluar kelas dengan tenang berjalan dengan santainya
Setelah Zayyan keluar pelajaran pun dimulai kembali seperti biasanya
Zayyan berjalan dengan tenang sambil sesekali menghela nafasnya berjalan di koridor sekolah
Lalu dia menghentikan langkahnya tepat didepan pagar koridor dan dia menatap Nina yang sedang duduk di kursinya sambil dengan fokus memperhatikan pelajaran yang dijelaskan guru padanya
Nina duduk disamping jendela jadinya dia bisa melihat lewat jendela itu
"Apakah dia merasa aku memalukan?"Zayyan membatin
Nina menoleh kearah Zayyan membuatnya langsung menundukkan kepalanya
"Kenapa dia menatapku?apa dia merasa aku...."Zayyan membatin tapi terpotong
Tiba-tiba ada sebuah permen yang memang sengaja dilempar padanya tapi ketika dia ingin menatap Nina lagi ternyata Nina sudah menoleh menatap papan tulis lagi
Zayyan menghela nafasnya dan menendang permen itu dan kembali melanjutkan langkahnya untuk pergi
Pelajar Bu Bia sudah selesai dan Zayyan bisa kembali kekelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya
Semua murid yang dikelas itu menatap aneh Zayyan tapi dia tetap berjalan menuju kursi kosong tapi posisi Zayyan sangat tidak beruntung karena kursi tempatnya duduk dekat sekali dengan tempat pembuangan sampah yang jika musim panas ini bau nya akan sangat menyengat tapi Zayyan tidak bisa pindah karena kursi kosong hanya ada disitu
Nina lalu berdiri dari duduk setelah melihat keadaan Zayyan yang begitu miris
"Hari ini siapa yang piket buang sampah?"Tanya Nina dengan lantang membuat kelas mendadak sunyi karena pertanyaan Nina
Siapa yang berani dengan Nina?Papahnya seorang kepala sekolah di SMA itu sedangkan Kaka nya terkenal tukang bully jadinya tidak ada yang berani membantah Nina jika dia sudah bersuara
"Siswa yang hari ini piket buang sampah cepat lakukan kewajiban kalian"Suruh Nina dan tanpa ba-bi-bu lagi yang bertugas hari itu langsung bergegas membuang sampah
Nina mendekati Zayyan bahkan menariknya dengan kasar
"Kamu gak usah ikut campur biar mereka saja yang buang sampah"Larang Nina dengan tegas pada Zayyan dan dia kembali kekursinya
__ADS_1
Zayyan yang ditarik kasar oleh Nina menatap ling lung ke arah Nina dan lagi-lagi Nina mendengar suara hati Zayyan
"Dia tampaknya sangat perduli dengan ku"Batin Zayyan
Nina menganggapnya lucu karena Nina terkekeh dan kemudian Nina kembali mendengar Zayyan kembali membatin
"Dia menertawakan ku?Apa dia pikir aku bodoh?"Batin Zayyan dan Nina hanya gelang-gelang kepala lalu kembali fokus lada Pr nya
Setelah sampah dibuang bau nya mulai reda tapi Zayyan sejak tadi terus memandangi punggung belakang Nina sampai ada yang memperingatkan Zayyan dengan sinis
"Jangan terlalu memandangnya karena dia tidak pantas buat lu"Ucapnya membuat Zayyan diam dan berusaha tidak memandang Nina lagi
Jam sekolah tiba
Daffa datang untuk menjemput Nina agar pulang bersama dan Zayyan melihat Daffa mendekati Nina hanya terdiam karena Daffa orang yang sudah menganiayanya tadi pagi
"Ayok pulang!"Ajak Daffa dengan lembut pada Nina
"Siap Kaka!"Jawab Nina dengan nada manja,pertahanan Zayyan seketika runtuh mendengar Nina memanggil Daffa Kaka bahkan dia merasa menjadi orang yang paling tidak beruntung
Nina menatap Zayyan dengan serius tanpa bisa menjelaskan apapun padanya karena memang Daffa adalah Kaka kandungnya
Nina berusaha ingin mendengar apakah Zayyan akan membatin dengan memakinya tapi sayangnya dia tidak mendengar apapun sampai mereka saling tatap dan Daffa mengetahui itu semua,amarahnya langsung memuncak
"Gak usah pandang adik gua sebegitunya!"Larang Daffa dengan lantang
"Sekali lu kaya gitu,habis lu!"Ancam Daffa lalu dia menarik tangan Nina agar bisa pergi dari tempatnya
Diperjalanan pulang
Daffa sedang menyetir mobil sedangkan Nina duduk disampingnya Daffa
"Menurutku Kaka harus berhenti buat bully dia tadi"Ucap Nina karena dia takut jika dia menyebutkan nama bisa-bisa Daffa akan marah
Daffa tertawa mendengar ucapan adiknya
"Jangan terpesona oleh ketampanan Nina karena dia itu anak bandar narkoba"Jawab Daffa lalu mengangkat alisnya sebelah
"Aku gak terpesona kok!"Sanggah Nina
"Itu kan Papahnya bukan dia nya ka"Ucap Nina mulai mendebat Kaka nya
"Yah Papahnya memang yang lakukan itu tapi dia kan anaknya?bahkan dia pasti minta uang dari Papahnya kan jelaslah dia juga ikutan"Ucap Daffa
"Aku gak tega liat dia ka apalagi pas dia keluar dari toilet tadi"Ucap Nina pelan
"Dia bukan siapa-siapa Nina buat apa kamu kasihan sama dia?"Tanya Daffa
"Pokoknya kamu gak boleh baik sama dia,apalagi sampai suka"Larang Daffa pada Nina dan dia diam karena jika berdebat dengan Kaka nya tidak akan menemukan hasil,Mereka sama-sama diam dia dalam mobil
Nina berpikir keras untuk mencari topik baru agar suasana tidak menjadi hening tapi raut wajah Daffa yang masih marah membuat Nina mengurungkan niatnya
__ADS_1