Riontan

Riontan
Episode 214


__ADS_3

King tertidur sedangkan Nuna dan Cio masih terjaga karena ingin berbicara banyak


Cio senyum-senyum sambil merapikan rambut Nuna membuat Nuna merasa aneh dengan senyum Nuna


"Kamu bisa lihat tadi Mamah mendoakan kita Nuna? " Tanya Cio


"Apalagi kamu tadi panggil Mamah dengan kata Mamah aku sangat senang kamu bisaa menerima kenyataan" Sambung Cio


"Aku tidak mau membahas mereka Berci“Jawab Nuna


" Aku mengatakan itu agar kita cepat pergi "Sambung Nuna


Cio diam sambil menghela nafasnya dengan berat


"Jangan terlalu seperti itu Nuna mungkin saja suatu saat nanti kamu akan menjadi orang tua juga, apa kamu mau diperlakukan oleh nya sama seperti kamu memperlakukan Mamah? " Tanya Cio


"Aku menikah dengan mu dan mungkin aku tidak akan memiliki anak karena kamu sendiri yang bilang jika kamu tidak mau memiliki anak kan? " Ucap Nuna membuat Cio menatap Nuna


"Apa karena aku tidak ingin memiliki anak kamu tidak takut apapun? " Tanya Cio


"Turunkan ego kamu Nuna" Ujar Cio


"Untuk apa? aku gak mau jadi orang bodoh kalau aku menurunkan egoku karena aku pernah seperti itu tapi aku selalu tertindas" Jawab Nuna


Cio mendekat kan bibirnya lalu mengecup bibirnya Nuna namun dia tidak menolaknya tapi malah membalas ciuman Cio sambil mengalungkan tanganya di leher Cio


Cio melepaskan ciuman nya dan mereka sama-sama ngos-ngosan karena hampir kehabisan nafas


"Siapa yang pernah menindas kamu dulu? " Tanya Cio pada Nuna


"Untuk apa? " Tanya Nuna


"Hanya ingin tahu" Jawab Cio lalu Cio menatap ruangan King yang masih tertutup


Cio kembali menatap Nuna sambil tersenyum tapi tangan Cio malah masuk kedalam baju Nuna membuat Nuna terkejut sambil menahan tangan Cio


"Ka-kamu mau ngapain? " Tanya Nuna tergagap


"Aku sedang bosan, aku butuh mainan tapi mainan tertutup oleh baju kamu" Jawab Cio dan Cio masih dengan gencar memainkan gunungnya Nuna


"Sakit Berciii" Ujar Nuna sambil menahan tangan Nuna


Cio malah mencium leher Nuna tanpa menjawab Nuna , Leher Nuna banyak bekas merah karena ulah Cio lalu dia membuka kancing baju rumah sakit Nuna


"Berciiii" Ucap Nuna sambil menahan tangan Cio


"Aku hanya bermain di dada kamu bukan di lainnya" Ucap Cio lembut


"Biarkan aku Nuna" Pinta Cio dan Cio melanjutkan aktifitas nya sedangkan Nuna membiarkannya saja, Cio melepaskan Bh nuna lalu Cio bisa melihat gunung Nuna


Nuna mengeluarkan suara membuat Cio semakin semangat tapi Nuna menutup mulutnya takut terdengar oleh King

__ADS_1


Mulai leher sampai dada Nuna sudah penuh dengan Merah-merah karena kelakuan Cio


Cio terus menempelkan wajahnya di dada Nuna membuat Nuna hampir kehilangan kontrol dirinya


Cio menengok Nuna,dia merasa Cio menghentikan aktifitas nya menatap Cio


"Suka yah? " Goda Cio dengan senyum nakal di wajahnya


Nuna tersipu malu terlihat dari wajahnya yang memerah karena di goda Cio


Cio memasangkan kembali Bh dan baju nya Nuna dengan rapi lalu mencium sekilas bibir Nuna


"Sisanya nanti" Ujar Cio membuat Nuna melotot menatap Cio tapi dia hanya tersenyum tipis


"Kamu sekarang jadi nakal" Ucap Nuna lalu memukul pipi Cio pelan membuatnya tertawa


"Aku memiliki istri untuk apa aku menahan hasratku? " Ujar Cio


"Kamu sudah menerima ku kan? " Tanya Cio lalu Nuna menatap penuh arti Cio


"Kenapa menatap ku seperti itu? " Tanya Cio lagi sambil mencubit pipi Nuna tapi Nuna tetap diam lalu Cio mengangkat tubuh Nuna mendudukkan nya di pahanya


"Kenapa? marah karena perbuatan ku tadi? " Tanya Cio sambil mengangkat alisnya


Nuna memeluk Cio menyandarkan kepalanya di bahu Cio bertingkah manja pada Cio


"Kenapa? " Tanya Cio sambil melingkar kan tangan nya di pinggang Nuna


"Malah aku bakal jawab I love you more Nuna" Ucap Cio lalu tertawa lagi


Cio mencium pipi Nuna dengan gemas karena Nuna menggemaskan menurut nya


"Chagiiii" Panggil Cio dengan lembut di telinga Nuna


"Iyah sayangg" Jawab Nuna membuat Cio tertawa lepas karena jawaban Nuna


Nuna menatap Cio tapi kepalanya masih di leher Cio lalu Cio menoleh menatap nya


Nuna mengedipkan matanya, Cio salting berat karena tingkah Nuna


"Berci mau sunnnn" Rengek Nuna dengan manja tapi dia malah senyum-senyum sendiri


"Berciiii" Panggil Nuna lagi


"Gak mau sun aku? " Tanya Nuna dengan bibir manyun karena Cio tidak kunjung mencium nya lalu Nuna yang mencium terlebih dahulu


Cio mematung sambil mengecap bibirnya bekas dicium Nuna tadi


"Kenapa? kamu gak suka di sun? " Tanya Nuna


Cio menatap kedepan tidak berani menatap Nuna lagi lalu Nuna dengan jahilnya meraba-raba dada Cio

__ADS_1


Cio semakin tidak karuan karena ulah Nuna lalu dia menahan tangan Nuna


"Jangan Chagiiii" Larang Cio


"Kenapa? kamu tadi aja boleh kok, aku gak larang kamu" Tanya Nuna


"Ini di pesawat bukan di kamar mansion kita, aku takut kehilangan kendali" Jawab Cio


Nuna kembali menyandarkan kepalanya di bahu Nuna sambil memanyunkan bibirnya


"Kamu panggil aku Chagi? " Tanya Nuna dengan manja


"Iyah" Jawab Cio, Nuna tersenyum karena dia bisa mendengar detak jantung Cio yang mendetak sangat kencang


"Setelah kita sampai nanti kita dokter yah" Ajak Nuna membuat Cio melotot


"Mau ngapain? luka kamu sakit lagi? " Tanya Cio


"Gak kok! aku mau bawa kamu ke dokter jantung soalnya dada kamu kaya gempa gitu kedengaran mana geter banget" Jawab Nuna


"Kamu yang buat aku gini bukan yang lain Chagiiii" Ujar Cio


"Aku ngapain? aku aja diam aja gini" Ucap Nuna


Cio Menggentak-hentakkan kaki nya, wajahnya juga seperti anak kecil yang menangis


"Kamu terlalu gemesin makanya jantungku gak aman" Ucap Cio


"Oh ini alasannya kamu gak mau punya anak, karena kamu masih kaya anak kecil kan" Ujar Nuna lalu Cio langsung berdiri tapi Nuna masih menggantung gendongan Cio


"Aku punya badan yang bidang mana bisa aku di sebut anak kecil? " Tanya Cio dengan wajah kesalnya,Tapi Nuna hanya tersenyum menatap King


"Anak kecil" Ejek Nuna sambil tertawa kecil


"Nunaaaaaaa" Ujar Cio


Cio berputar-putar sambil terus menggendong Nuna, dia juga berteriak-teriak meminta Cio berhenti sampai Cio pusing dia langsung menghempaskan tubuhnya di sofa


"Berci pusingggg" Rengek Cio dengan manja


"Siapa suruh katain aku anak kecil? " Jawab Cio


"Jahatttt" Ujar Nuna lalu dia ingin turun dari pangkuannya Cio tapi dia menahannya


"Perjalanan kita jauh! sekarang istirahat aja yah" Suruh Cio


"Gak mau tidur dekat kamu! soalnya kamu jahat! " Ujar Nuna


"Marah sama aku? " Tanya Cio


"Aku pusing gara-gara kamu" Ucap Nuna lalu dia membuang mukanya tapi meletakkan kepalanya di bahu Cio

__ADS_1


__ADS_2