
Pintu terbuka yang masuk adalah Tuan Figo Papahnya Nuna dia menarik paksa tubuh Cio sampai terlepas dari pelukan Nuna lalu dia memukul wajah Cio sampai bibir mengeluarkan darah
"Apa yang sudah kamu lakukan sampai dia menangis? " Tanya Tuan Figo dengan nada lantang
Cio hanya diam sambil mengusap bibirnya yang terluka, wajahnya juga santai dan tenang
"Coba anda cari tahu dulu sebelum memukul ku seperti ini" Jawab Cio santai tapi tegas, Tuan Figo mendekati Nuna
"Apa yang sudah dilakukan laki-laki sialan ini? " Tanya Tuan Figo dengan wajah khawatir dan panik dan Nuna mencoba duduk sambil meringis dia pun bisa duduk
"Kenapa Om pukul Berci? " Tanya Nuna
"Om? saya Papah kamu Nuna" Ucapnya dengan kecewa karena nuna memanggilnya Om
"Ayah ku sudah meninggal! lebih baik kamu keluar dari ruangan ku karena hanya ada ke ribuan jika Om ada" Usir Nuna pada Tuan Figo, dia terdiam terbeku karena di usir oleh Nuna
"Nak kata dokter kamu sudah sangat baik bagaiamana jika kamu pulang dengan Papah dan Mamah ke mansion kami" Ajaknya yang tidak menyerah
"Tempat ku bukan disini, rumah ku bukan disini" Ujar Nuna
"Aku akan pulang dengan Berci?" Sambung Nuna
"Berhenti mengaku jadi orang tua ku karena Ayah dan ibu sudah meninggal" Bentak Nuna
"Kamu adalah ku Nuna, bagaimana bisa kamu membantah hal itu? " Tanya nya
Cio berdiri di samping Nuna berhadapan dengan Tuan Figo dan dia menyandarkan kepala Nuna di perutnya
"Aku sudah bilang kan ke anda jika jangan mendesaknya" Tegur Cio pada Tuan Figo
"Saya heran dengan anda, kenapa harus jadi orang keras kepala? " Tanya Cio
Tuan Figo diam sambil menatap Nuna dengan tatapan sendu sedangkan Nuna menatap sinis pada laki-laki paruh baya ini
"Sakitkan di bentak dan di usir anak sendiri? saya sudah bilang sabar jangan mendesaknya"Sambung Cio lagi
Nyonya Figo datang dengan King dia langsung berdiri disamping suaminya sedangkan King berdiri di belakang Nyonya Figo
"Kamu kenapa nuna kok nangis sayang? " Tanya Nyonya Figo ingin menyentuh Nuna tapi Nuna menolaknya dengan memeluk pinggang Cio
"Jangan sentuh aku" Larang Nuna
"Sudah-sudah! besok saya bawa dia pulang" Ucap Cio membuat Mereka berdua terkejut
"Kami akan ikut" Jawab Nyonya Figo
"Kenapa kita harus ikut? lebih baik kita bawa saja Nuna pulang" Ucap Tuan Figo
"Kalian memang sudah menikah tapi restu ku tidak pernah kalian dapatkan" Ucap Tuan Figo
"Lucu sekali" Ucap Cio sambil tertawa kecil
"Pernikahan sudah sah seperti nya tidak akan ada yang bisa membuat kami terpisah termasuk restu anda" Jawab Cio
__ADS_1
"Mamah apakah kamu memberi restu pada kami? dan kami kasih kamu cucu nantinya" Tanya Cio lembut pada Nyonya Figo
Dia hanya diam lalu menundukkan kepalanya tapi Cio mentoel pipi Nuna lalu nuna melongak menatap Cio
"Minta restunya Nuna" Batin Cio tapi Cio mengode lewat matanya namun Nuna tidak mengerti tapi Nuna hanya diam tidak berbicara apapun
"Bagaimana pun kami tidak akan memberikan restu pada kalian" Tolak Tuan Figo
"Saya hanya meminta restu Mamah bukan anda! " Jawab Cio
"Turunkan ambisi mu pak tua karena tempat pulang Nuna tetaplah sepupuku" Tambah King yang ada dibelakang nya
"Dia putriku bagaiamana pun saya akan mengambilnya lagi" Ucap Tuan Figo
"Om lebih baik kamu keluar! " Usir Nuna mengusir Tuan Figo
"Berci aku gak mau dia ada disini" Ucap Nuna pada Cio
Tuan Figo menurut dan dia keluar dengan Nyonya Figo begitu pun dengan King
"Aku benar-benar sudah ingin meninggalkan tempat ini Berci! aku benci jika harus melihat perdebatan yang tiada ujung" Ujar Nuna
"Malam ini kamu jangan ke mana-mana yah, disini aja" Pinta Nuna pada Cio
"Iyah aku gak akan ke mana-mana kok Nuna" Jawab Cio
"Jangan sedih lagi yah! " Tambah Cio karena dia takut jika Nuna akan menangisi Jordi lagi nantinya
"Kamu tadi kenapa bilang ke tante itu akan memberikan nya cucu bukannya kamu gak mau punya anak yah? " Tanya Nuna
"Mamah Nuna" Ucap Cio membenarkan Nuna memanggil Nyonya Figo tapi Nuna hanya diam
"Basa-basi" Jawab Cio tentang pertanyaan Nuna tadi
"Kamu tiduran lagi yah! i?stirahat dengan benar soalnya besok perjalanan kita jauh" Ucap Cio dan Nuna menganggukkan kepalanya, lalu cio merebahkan Nuna dia duduk di kursinya seperti tadi
"Berci aku sebenarnya sangat bosan ada di kamar ini, apa aku boleh Jalan-jalan? " Tanya Nuna
"Boleh tapi setelah kita pulang, diluar sana tidak memungkinkan untuk jalan-jalan karena salju turun terus" Jawab Cio
Cio mengeluarkan ponselnya dan menyerahkan pada Nuna
"Tonton apapun yang kamu suka dan aplikasi apapun biar kamu tak bosan" Ucap Cio tapi Nuna terdiam sambi m menatap ponsel Cio
"Ponsel itu kan privasi buat apa kamu kasih itu? " Tanya Nuna
"Ponselku tidak ada apapun hanya ada foto-foto Serena jadinya kamu gak perlu sungkan" Ujar Cio lalu Nuna mengambilnya
"Tolong bukain dong video kartun dong" Pinta Nuna pada Cio dan Cio mengambil nya dan mencari kartu yang di sukai Nuna yaitu SpongeBob lalu Cio mendekat kan dirinya dan memegangi ponselnya agar Nuna bisa nyaman menontonya
Nuna tersenyum dengan perhatian kecil yang bisa membuat senyum dibibirnya
Nuna menonton dengan serius begitupun dengan cio yang ada di samping Nuna
__ADS_1
Selama menonton Nuna berkali-kali menguap sampai kantuknya datang dan dia tertidur
Cio yang melihat Nuna tertidur pun mematikan video nya dan ikut tidur di samping Nuna dengan duduk
Sisi King
King dari tadi mendapat telpon dari kakanya Hellen menanyainya pulang
"King kapan pulang? 2 hari lagi kaka bakal pergi ke acara teman Papi tapi kamu tau kan kalau kaka gak punya pacar kalau kamu gak ada siapa yang bakal gandeng kaka? " Ujar Hellen
"Aku besok pulang ka! jadi gak usah bawel kenapa sih" Ucap King
"Mami mana? " Tanya King
"Mami di mansion! kaka lagi di rumah sakit" Jawab Hellen
"Ya sudah sih aku bakal pulang" Ucap King
"Awas aja besok gak datang" Ucap Hellen
"Iyah bawel" Jawab King dan Hellen mematikan ponselnya sepihak
"Kebiasaan kalau matiin gak pamit" Gerutu King
King yang sedang ditempat sepi yang lumayan jauh dari ruangan Nuna karena menerima ponsel Hellen tadi
"Tiaraaaa" Panggil King memanggil seseorang
"Tiaraaaa" Panggil nya lagi dan dan ada yang meniup lehernya King di adalah Tiara Aiden
King tidak terkejut karena sudah biasanya dikejutkan oleh Tiara seperti itu
Tiara Aiden adalah mantan istri Papinya King yang meninggal setelah sehari menikah dengan Papi nya King karena mati tertembak
"Ngapain kamu disini? " Tanya Tiara Aiden
King bisa melihat Tiara sejak dia berumur 10 tahun dan sejak itu juga Tiara selalu menemani King sampai sekarang tapi King tidak pernah bicara pada siapapun
"Mau ketemu kamu" Jawab King sambil tersenyum tapi Tiara hanya membalas senyuman King
"King jaga diri kamu baik-baik yah, karena bahaya akan datang sebentar lagi" Nasehat Tiara membuat senyum King langsung sirna
"Apa maksud kamu Tiara? " Tanya King dengan bingung
"Aku hanya memberi tahu itu! bukan cuma kamu tapi suruh Cio buat jaga istrinya" Ujar Tiara
"Kenapa selalu teka-teki tiara? kenapa tidak langsung saja? " Tanya King
"Aku takut ini salah" Ucap Tiara
"Aku pergi dulu yah" Ucap Tiara lalu dia menghilang begitu saja
King menghela nafasnya dengan berat"Pasti akan terjadi sesuatu dengan ku dan Juga Nuna"Ucap King lalu dia berlari menuju ruangan Nuna
__ADS_1