
Seminggu berlalu
Nuna benar-benar di kurung oleh Cio,bahkan Nuna juga di jaga ketat oleh beberapa bodyguard Cio tapi selama seminggu ini Cio tidak ada kesana setelah hari itu
Nuna beberapa sudah pasrah dengan semuanya,baginya berontak dan meraung keras seperti orang gila tidak ada gunanya yang ada hanya membuat nya lelahnya
Tapi dia hanya dikurung di apartemennya bukan dikamar apartemen jadinya dia bisa bebas melakukan apapun yang dia mau didalam sana,semua peralatan dan makanan lengkap di siapkan oleh Cio
Pintu apartemen nya terbuka yang masuk adalah tukang baju yang akan membuatkan dress pengantin untuk Nuna, orang-orang itu dari butik nya intan tapi intan nya tidak ikut karena Cio melarangnya menemui Nuna
"Selamat siang Nona,kami datang atas suruhan tuan muda untuk mengukur badan anda,agar nanti dress pernikahan anda pas dan nyaman ketika anda menikah"Ucap Karyawan butik dengan ramah
Nuna hanya mengangguk kepalanya dan mereka mulai melakukan perkerjaan mereka
Selama pengukuran baju mereka hanya diam sambil sesekali tersenyum ramah pada Nuna karena memang suruhan Cio,mereka dilarang menjawab pertanyaan Nuna apalagi mengajak bicara Nuna
"Kalau boleh tau?siapa yah nama calon suamiku?"Tanya Nuna pada mereka
"Maaf Nona tugas kami hanya mengukur badan anda kalau soalnya pertanyaan tentang tuan kami tidak berhak"Jawabnya
"Memangnya kenapa?katanya kan aku calon istrinya?kenapa aku tanya tentang dia malah tidak boleh?"Tanya Nuna
Mereka hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Nuna
"Banyak sekali orang-orang yang menginginkan posisi anda Nona termasuk aku"Sisi membatin,salah satu yang melayani Nuna dan dia mendengar suara hati sisi
"Umur tuan muda baru 18 tahun tapi dia ingin menikah?dan dia baru saja masuk kuliah masa Iyah harus menikah?mana dengan wanita yang bukan dari kalangan atas seperti dia?"Rossi membatin
Nuna hanya diam mendengarkan orang-orang yang membatin karena mereka melakukan perkerjaan mereka sambil diam
30 menit kemudian
Perkerjaan mereka selesai dan mereka pun pergi tanpa berbicara apapun pada Nuna tapi mereka sempat berpamitan dengan sopan pada Nuna
__ADS_1
Nuna berdiri didepan jendela menatap kebawah dan menatap langit yang saat itu memang sedang sangat cerah
Dia hanya diam dan membuka jendela itu dan entah pikiran yang ada dipikirannya dia ingin meloncat kebawah tapi ada tangan yang memeluknya dari belakang nya dan dia adalah Cio
"Bodoh!"Ucap Cio sambil memeluk pinggang Nuna dengan erat karena jika lambat sedikit saja Nuna mungkin sudah terjun bebas dari lantai 14 apartemen Cio
Cio baru saja datang setelah orang-orang butik tadi pergi
"Lepasin aku!aku gak mau menikah sama kamu,aku mau mati aja"Teriak Nuna sambil berontak di pelukan Cio
Cio terus memperkuat pelukannya dan Cio menggigit leher Nuna cukup kuat sampai Nuna berhenti berontak
Cio melepaskan gigitannya dari leher Nuna dan dia membisikkan sesuatu ke telinga Nuna
"Tuhan cuma mau menjodohkan lu sama gua bukannya Tuhan mau ketemu sama lu"Ucap Cio terdengar judes ditelinga Nuna
Nuna hanya diam karena gigitan Cio melukai lehernya bahkan membekas tapi Cio tidak melepaskan tangannya dari pinggang Nuna
"Kenapa kamu menikahi ku?umur ku 21 tahun sedangkan kamu 18 tahun kan?"Tanya Nuna sambil melirik Cio dengan ekor matanya
"Siapa yang mau menikah hanya dijadikan mainan?apalagi cuma pelampiasan hah?"Tanya Nuna dengan nada tinggi karena dia tidak terima
Nuna meringis sambil memegangi lehernya yang digigit oleh Cio tadi
"Tipe perempuan yang bisa membuat ku jatuh cinta adalah selalu bersikap manis dan menggemaskan jadilah seperti itu"Suruh Cio tanpa menjawab pertanyaan Nuna tadi
Cio berbalik ingin meninggalkan Nuna tapi Nuna buru-buru berlari dan berdiri didepan Cio sambil merentangkan tangannya
"Nama kamu siapa?sampai saat ini aku belum tau nama kamu"Kata Nuna sambil berdiri didepan Cio
"Panggil gua Bae!"Jawab Cio tanpa ekspresi
"Bae?nama kamu itu atau apa?kok kaya nama..."Ucap Nuna terpotong
__ADS_1
"Panggil gua itu!"Suruh Cio
"Gua lapar"Ujarnya Cio lagi dan dia berjalan menuju bar dapur nya karena disana sudah ada makanan yang dibelikan oleh bodyguard Cio sebelum Cio datang karena dia yang menyuruhnya
Nuna mengikuti Cio dan dia mengerucutkan alisnya melihat makanan yang ada disana
"Sejak kapan makanan ada disana?"Tanya Nuna tapi Cio tidak menjawabnya
Cio duduk di kursi sambil membuka makanan yang ada di hadapannya sedangkan Nuna hanya berdiri dibelakang Cio dengan jarak yang cukup jauh
Cio juga hanya diam tidak mengajak Nuna untuk makan
Tapi Cio berdiri tanpa menatap Nuna sama sekali bahkan melaluinya begitu saja sedangkan Nuna juga diam sambil berdiri
Cio mengambil sekotak donat yang dia beli tadi dijalan tapi ketika melihat Nuna dia langsung melempar nya ke atas meja sofa
Cio berjalan lagi menuju bar tapi tanpa berbicara dia menarik tangan Nuna menuju kursi bar
Cio tanpa bicara menyuruh Nuna duduk dengan hanya kode mata,tapi Nuna menggelengkan kepalanya tapi Cio menduduk Nuna dengan paksa dan Nuna pun duduk
Cio juga duduk sambil menyerahkan kotak donat tadi pada Nuna
"Makanlah"Suruh Cio pelan dan membukakan sekotak donat tadi
Tapi Nuna mendengar nya tapi Nuna hanya diam menatap donat yang sudah Cio buka kan oleh Cio
"Aku tau kamu suka donat Nuna"Cio membatin
"Gua bilang makan atau gua paksa!"Ancam Cio dengan tatapan tajam pada Nuna dan Nuna mengambil satu dan mulai menggigit nya
Cio juga kembali melanjutkan makannya tapi Nuna melihat dari bibir Cio ada senyum tipis tapi hampir tidak terlihat
__ADS_1
"Mainan yang langkaa"Batin Cio
"Jika kamu hanya menganggapku mainan kenapa kamu gak biarkan aku mati saja Bae?Bukankah jika mainan itu rusak pasti pemiliknya akan mencari yang baru yang lebih bagus?"Nuna membatin