
Seminggu berlalu
3 hari sudah Serena demam mungkin karena dia tinggal Alice meninggal dunia membuat Rio mau tidak mau harus menyewa jasa baby sitter untuk Serena karena dia kurang paham jika bayi sedang sakit
Serena sudah tidur diranjangnya,Rio membuatnya kamar untuk Cio dan Serena tapi kamarnya masih bersebelahan dengannya
Rio berdiri sambil menatap wajah Serena yang tertidur pulas wajah Serena sangatlah mirip dengan Alice
"Andai kedua orang tua kamu orang baik mungkin kamu sekarang jadi anak yang bahagia"Ucap Rio lalu dia mengelus pipi Serena Dengan lembut
Cio ada dibawah Rio dia melongak sambil menarik celana Rio
"Kenapa Cio?"Tanya Rio pada putranya itu
Cio menyerahkan mainannya pada Rio dan dia Rio mengambilnya ternyata mainnya rusak
"Mainan rusak Cio kamu mau beli yang baru?"Tanya Rio pada Cio dan hanya diam sambil melongak menatap Rio
"Tapi adik Cio kalau ditinggal sendirian kasihan dia"Ucap Rio lembut pada putranya
Rio lalu berjongkok didepan Cio dan Cio malah menundukan kepala nya terkadang jika Rio sedang menggendong Serena Cio bisa cemburu bahkan dia menangis dan ngambek pada Rio dia hanya mau digendong oleh Indra atau Frans jika dia ngambek
"Kenapa?Cio cemburu sama adik Serena?"Tanya Rio sambil mengelus rambut Cio
"Adik Cio lagi sakit jadi dia butuh kasih sayang juga karena Cio kan punya adik jadi Cio harus paham yah"Ucap Rio lalu dia mencium pipi Cio
"Cioooooo"Panggil Rio karena Cio hanya menundukkan kepalanya tidak mau menatap Rio
"Cio mau apa?"Tanya Rio pada anaknya
"Omy Didi"Ucap Cio tapi kepalanya masih menunduk
"Hari sudah malam Cio kita gak bisa ke makam Mommy"Ucap Rio
__ADS_1
"Cio tidur juga yah"Suruh Rio pada Cio dan Cio menatap Rio dengan ekspresi menggemaskannya lalu dia menempelkan pipinya dengan wajah Rio
"Kenapa Cio?"Tanya Rio memeluk tubuh kecil Cio dia malah menguap membuat Rio tertawa kecil lalu dia mengangkat Cio ke ranjangnya Cio
"Cio tidur yah"Suruh Rio dia hanya diam dan Rio mulai menepuk-nepuk pantat Cio dan tidak lama kemudian Cio tertidur pulas
Rio lalu keluar dari kamar para anaknya dan dia ingin pergi entah kemana tapi sebelum pergi sudah menyuruh anak buahnya untuk me jaga mansion nya dengan sangat ketat
Rio pergi menggunakan Vespa kesayangan nya intan dia ingin jalan-jalan entah kemana sendirian
Rio singgah di bar minuman dia setelah intan pergi jika anak nya sudah tidur diwaktu senggang pasti dia akan singgah ke sana untuk minum
Dia minum habis banyak gelas bahkan habis beberapa botol
Tangan Rio ada botol minuman dia tersenyum sambil memanggil nama intan
Rio berdiri berjalan dengan sempoyongan menuju keluar bar itu dia pergi sebelum kesadaran nya hilang semuanya dia mengendarai Vespa kesayangan intan dengan jalan sedang sambil membicara sendirian
Ada seseorang berjalan dia pinggir jalan sambil memeluk kepala kostumnya dan Rio malah oleng bahkan ingin menabrak orang itu tapi dia dengan sigap menghindar bahkan dia menabrak pohon karena menghindari Rio sedangkan Rio malah menabrak dinding
"Siapa sih aku jalan dipinggir juga mau di tabrak"Omel intan dan intan menatap Rio yang tidak bergerak dia langsung bergegas berlari menghampiri Rio tanpa menghiraukan dahinya yang juga merah karena menabrak pohon
Rio tidak menggunakan helm dan intan membantu Rio mengangkat motornya tapi Rio malah memeluk nya membuat intan berteriak karena kaget
"Wah tampannya"Ucap Intan tersenyum karena melihat wajah Rio
"Eh gak boleh"Ucap Intan lagi dia menatap sekitar tapi disana tidak ada siapa-siapa dia pun membantu Rio
"Hari udah malam sedangkan ku gak tau rumahnya"Ucap Intan yang masih duduk sedangkan Rio menyandarkan kepalanya didada intan
Intan tidak ada pilihan lain melainkan membawanya ke rumah sewaannya dia mendorong tubuh Rio lalu mendirikan motor nya Rio dia dengan susah payahnya mendirikan Rio lalu mendudukkan nya pada motornya dan dia yang membawa Rio menuju rumah nya
Rio memeluk intan dengan eratnya bahkan Rio tersenyum dengan dagu dibahu intan
__ADS_1
Intan sampai di rumah sewaannya dia mengacak-acak rambutnya karena dia harus membawa Rio kekamarnya apalagi kamarnya ada di lantai paling atas mana harus menaiki tangga
Intan menghela nafasnya lalu membawa Rio naik keatas kamarnya
Intan sampai dikamarnya dia langsung menghempaskan tubuhnya Rio ke kasur kapuk nya bahkan rio langsung mengaduh karena kasur intan sangat lah keras
Rio tersenyum lalu membuka matanya sebelah sedangkan intan masih ngos-ngosan karena membawa Rio menaiki tangga tadi
Intan lalu menatap Rio yang sedang tersenyum entah kenapa intan ikut tersenyum melihat senyum Rio yang sangat menawan
Dari luar ada orang mengetuk dengan kerasnya dia adalah pemilik rumah susun itu membuat intan gelabakan soalnya dia tidak memiliki uang sekarang
"Intan buka!"Teriak ibu kos sambil mengetuk pintu kamar intan
"Aduh aku belum punya uang buat bayar rumah ini gimana nih"Ucap Intan panik sambil menggigit tangannya
Intan menatap Rio lalu dia menggeledah tubuh Rio mencari uang dikantong Rio dia mendapatkan dompet Rio,Intan ternganga melihat isi dompet Rio yang semuanya isi duit ratusan ribu
"Maaf ya ka aku ambil uang Kaka nanti aku ganti kok kalau aku punya uang"Ucap Intan dia mengambilnya 6 lembar lalu kembali meletakan dompet Rio dikantong nya
Intan membuka kan pintu dan ibu kos itu langsung menjewer telinga intan membuat intan mengaduh kesakitan
"Jangan bilang kamu gak bisa bayar lagi yah,kalau kamu gak bisa bayar ibu nikahin kamu sama anak ibu"Ucap ibu kos karena dia sangat ingin intan jadi menantunnya tapi intan menolaknya karena anaknya seorang pengangguran sedangkan dirinya pekerjaan keras
"Aku bayar kok"Ucap Intan sambil menghentakkan kaki nya dan dia menyerahkan duitnya pada ibu kos dia langsung mengambil nya dengan tatapan tajam pada intan
"Om-om mana lagi yang kamu porotin?"Tanya ibu kos karena biasanya intan selalu bilang jika dia bisa bayar berarti dia sedang jadi simpanan dan ibu kos mempercayai nya
"Om-om batu krikil depan komplek"Jawab intan asal
"Itu buat 2 bulan yah Bu"Ucap Intan
"Ya!"Ucap Ibu kos lalu dia pergi meninggalkan intan lalu dia buru-buru masuk menutup pintu kamarnya
__ADS_1
Intan bersandar dibelakang pintu sambil mangambil nafas sebanyak mungkin tapi perutnya berbunyi karena dia belum makan sejak tadi siang
"Makanan gak ada lagi disini"Ucap Intan sambil menatap Rio lalu dia keluar kamarnya lagi untuk membeli mie instan untuknya dan juga untuk Rio kalau-kalau Rio bangun dan ingin makan