
Prince datang dan pas sekali Rio ingin turun kebawah
"Ngapain lu panggil Gua"Tanya Prince dan Rio berbalik arah menuju keatas keruang kerjanya dan Prince berlari mengejar Rio
Rio masuk kedalam ruang kerjanya dan Prince berdiri disampingnya Rio
"Kenapa?"Tanya Prince lagi
"Ada yang sabotase kematian intan Prince"Jelas Rio tapi Prince belum paham dan dia mengurut kan alisnya
"Coba lu cerita dengan detail semuanya gua"Suruh Prince dan Rio menceritakan semuanya tanpa tertinggal sedikitpun lalu Prince terdiam dan tangan nya mengepal
"Kita harus dapatkan siapa dia Rio"Ucap Prince
"Ada anak buah yang berkhianat siapa?"Tanya Prince dan Rio langsung berjalan menuju kursi kerjanya dia membuka data-data anak buahnya yang ikut serta dalam mengantarkan intan ke pemakaman
Rio menemukannya dia diam dengan ekspresi wajah datarnya menatap layar komputer nya
"Mereka?"Tanya Prince dan Rio menatap Prince lalu dia berdiri keluar Prince mengikutinya Rio
Prince dan Rio berjalan cepat menghampiri anak buah Rio yang sedang berdiri didepan pagar mereka berjalan dengan wajah datar mereka dan langsung memberi memberi Bogeman pada mereka berdua semuanya kaget tapi Frans dan Indra paham dan langsung menangkap mereka berdua
"Bisa-bisa penghianat seperti ini ada dimansion ku"Ucap Rio lalu Rio mengacungkan pistol kepada mereka tapi Prince menahannya
"Tunggu Rio!"Larang Prince
"Kita introgasi mereka"Ucap Prince
"Tidak akan mendapatkan apapun jika ingin mencari informasi pada kami"Ucap Hendra salah satu dari pengkhianat
"Hendra lebih baik jawab pertanyaan tuan muda daripada kekasih mu aku tiduri"Ancam Indra membuat Hendra menatap tajam Indra
"Lagi pula kekasihnya cantik bisa kali gua juga ikut ndra"Ucap Frans
"Gak papa kita langsung gilir berdua"Ucap Indra
"Brengsek kalau kalian sentuh Pacar gua habis kalian,karena gua belum pernah sentuh dia"Ucap Hendra dengan nada tinggi
__ADS_1
"Makanya cerita saja pada tuan maka kami tidak akan melakukan itu"Ucap Indra Hendra tau jika Indra adalah orang yang sungguh-sungguh dengan kata-kata nya begitupun dengan Frans
"Cepat kalian cerita pada tuan atau kami yang akan bertindak nanti"Ucap Indra lagi
"Dia dari keluarga Gema tapi aku tidak tahu"Ucap Hendra
"Dia perempuan namanya Gemia"Tambah Rian jawaban mereka membuat Rio puas dan Rio langsung melepaskan 2 tembakan kekepala mereka
"Cari perempuan brengsek itu"Suruh Rio pada Indra dan Frans mereka lalu pergi sedangkan anak buah yang lainnya membereskan mayat 2 orang tadi
"Dia belum tau siapa yang dia hadapi"Ucap Rio dengan sorot mata elangnya lalu dia pergi masuk kedalam mansionnya dan Prince mengikuti Rio lagi
Baru Rio masuk intan keluar sambil membawa Serena sedangkan Cio tidur
"Suara tembakan?apa yang terjadi"Ucap Intan dengan wajah panik sedangkan Serena hanya diam sambil menggoyangkan tangannya
"Gak papa itu cuma bunyi petasan kok Ay"Jawab Rio sambil mengelus kepala intan
"Petasan?kamu jangan bohong aku gak suka dibohongin"Ucap Intan
"Aku gak bohong coba tanya Prince"Ucap Rio dan intan mendorong Rio karena tubuh Rio menutupi Prince
"Iyah ntan si Indra dan Frans lagi main petasan didepan katanya gak ada kerjaan"Ucap Prince dan intan menganggukan kepalanya tanpa mengerti
"Cio mana?"Tanya Rio sambil mentoel pipi Serena
"Dia sudah tidur tapi Serena belum karena ku dengar bunyi tembakan makanya aku lari sambil bawa dia"Ucap Intan
"Prince lu pulang aja besok kita bahas lagi"Ucap Rio dan Prince menganggukan kepalanya lalu pergi sedangkan mereka naik keatas kamar Serena
Intan merebahkan Serena di ranjangnya mencoba menidurkan Serena tapi Serena malah tidak mau tidur dia terus mengoceh sambil mengulum tangannya
"Ay kayanya Serena gak mau tidur"Ucap Intan lalu Rio mengelus rambut intan
"Serena kalau gak bisa tidur berarti dia belum ngantuk Ay"Jawab Rio
"Tapi ini sudah jam dia tidur kan sedangkan Cio aja udah tidur"Ucap Intan
__ADS_1
"Kamu lupa makan malam aja belum kita Ay"Ucap Rio
"Oh Iyah yah"Ucap Intan lalu dia tertawa kecil dan memeluk pinggang Rio dari samping
"Belum tua Ay udah pikun"Ucap Rio dan Rio mengambil Serena dan menggendong nya
"Cantiknya Daddy belum ngantuk?masih mau gangguin Daddy Mommy mesra-mesraan yah?"Ucap Rio pada Serena tapi Serena tertawa sambil memukul wajah Rio
"Serena gak boleh gitu"Larang intan sambil menahan tangan Serena
Serena menatap intan sambil diam dan Rio langsung memeluk Serena dan itu membuat nya tertawa lagi
"Kenapa liatin Mommy gitu?"Tanya Rio sambil menggoyang kan Serena di gendongan nya
"Matanya mirip Alice Ay bahkan aku bisa lihat Alice ada didiri Serena,apa nanti kalau dia besar dia bakal terima aku jadi Mommy nya?atau malah benci kita dan pergi"Ucap Intan dengan raut wajah sedihnya karena dia menyayangi Serena sama seperti Cio
"Kita didik dia dengan baik Ay gak mungkin dia benci kita apalagi sampai pergi"Ucap Rio
"Serena itu anak kita walaupun bukan kita yang buat tapi air susu kamu ada didalam dirinya dia"Ucap Rio
"Ya kan cantik?nanti kalau cantiknya Daddy sudah besar pasti cantik,Serena mau gak jadi model kaya Mommy?atau gak jadi kaya Oma Lala yang punya manejemen artis"Ucap Rio pada Serena
Serena hanya bergumam lalu meraih dagu Rio membuat Rio gemas melihat tingkahnya
"Jangan takutkan hal yang belum terjadi Ay"Ucap Rio
"Aku takut aja dia gitu nanti Ay,kamu tau kan dia anak Alice dan siapa tau disuatu saat nanti ada yang memprovokasi dia dan buat dia dendam sama kita"Ucap Intan
"Dia memang anak Alice tapi yang merawatnya kamu Ay sifat kamu akan turun ke dia karena kamu contoh yang akan dia tiru"Ucap Rio
"Kamu pernah bawa dia ke makam Alice?"Tanya Intan
"Belum pernah karena aku takut dia sakit, awal-awal dia tinggal Alice meninggal dia sakit sampai aku harus sewa baby sitter Ay"Ucap Rio
"Jadi anak yang baik yah cantik jangan sampai kaya Mamah kamu yang dibutakan hartanya melakukan segalanya Daddy janji akan berikan semuanya ke Serena"Ucap Rio tapi Serena malah menyipitkan matanya membuat Rio dan intan gemas menatapnya
"Kamu bikin gemes aja Ay"Ucap Rio lalu dia menggigit tangan Serena Dengan bibir membuat Serena tertawa terbahak-bahak
__ADS_1
Mereka mengajak Serena bercanda sampai kantuk Serena datang dan dia mulai tertidur sambil meminum ASI intan
"Good night"Ucap Intan lalu dia mencium kedua pipi anak-anak nya