Riontan

Riontan
Episode 219


__ADS_3

Cio masih rebahan di paha nya Nuna sambil sesekali menggigit gemas Nuna


"Berci waktu sebelum aku pergi kamu ada ajakin aku buat nginap di mansion Daddy dan Mommy kan? " Ujar Nuna


"Iyah! kamu mau nginap disana? sejak pulang aku belum sempat kesana" Ucap Cio


"Boleh sekalian mau cerita-cerita sama Mommy nantinya" Ucap Nuna sambil mengelus rambut Cio


"Baiklah! besok aku kuliah masuk siang jadinya kita ke mansion Mommy dulu" Ucap Cio


"Berci Mommy itu gimana? " Tanya Nuna


"Mommy baik kok meski agak cerewet dan bawel tapi dia sayang penyayang" Jawab Cio


"Kenapa tanya? " Ujar Cio


"Aku takut nanti salah ngomong atau bersikap sama dia" Ujar Nuna


"Apalagi aku sudah membuat kamu terluka pasti dia marah sama aku kan" Sambung Nuna


"Mommy ku bukan orang pendendam sih! kayanya dia bakal tetap baik kok ke kamu" Ucap Cio lalu Cio duduk di hadapan Nuna


"Pokoknya kamu harus buat nyaman diri kamu aja kalau sama Mommy ku yah" Suruh Cio


"Serena aja pernah marah besar ke aku,apa kamu yakin Mommy gak marah sama aku juga" Tanya Nuna lagi lalu Cio tersenyum sambil menangkup wajah Nuna


"Chagiii Mommy ku gak mungkin marah sama kamu, karena dia tahu kalau anak nya yang buat kesalahan, soalnya aku yang sudah paksa kamu nikah bahkan rebut kamu dari pacar kamu" Ucap Cio


"Tapi kalau almarhum Oma ku mungkin dia bakal ngomelin kamu sih" Ucap Cio lalu dia tertawa dan melepaskan tangannya dari wajah Nuna tapi Nuna hanya tersenyum


"Kamu harus dengan Mommy ku kalau bisa dengan Aunty ku yang lainnya" Ujar Cio lagi


"Aunty kamu? " Tanya Nuna


"Orang tuanya ka Hellen dan ka Dania, mereka sangat cerewet dan bar-bar" Ujar Cio lalu dia tertawa


"King panggil Hellen kaka? berarti Hellen kaka dia? " Tanya Nuna Cio mengangguk


"Sedangkan kaka nya Ka Dania itu kembar namanya Daniash dan Danial" Ujar Cio


"Mamahnya King dan ka Hellen adalah kakanya Mommy bahkan kandung" Sambung Cio


"Hah? kok bisa? " Tanya Nuna


"Tapi King sama Hellen bule banget yah" Ujar Nuna lagi


"Kan Om Prince keturunan eropa dapat dari Opah Arka" Jawab Cio


"Sedangkan Om Prince itu adiknya dari Mamahnya Ka Dania" Sambung Cio

__ADS_1


"Unik banget sih silsilah keluarga kamu" Ucap Nuna


"Ya begitu lah" Ujar Cio


"Aku belum pernah liat kaka nya Dania yang kembar itu" Ucap Nuna membuat Cio menatap sinis dengan jarak yang dekat dengan Nuna


"Mau ngapain pengen liat ka Daniash dan ka Danial? " Tanya Cio


"Mereka sudah punya istri dan anak" Ujar Cio


"Aku penasaran aja" Jawab Nuna lalu mendorong wajah Cio menjauh darinya


Cio memanyunkan bibirnya sambil memalingkan wajahnya seperti anak kecil


"Ngambek? " Tanya Nuna


"Gak! " Jawab Cio lalu mendengus kesal


"Jadi cuma King dong yang masih belum nikah, dari sepupu cowo kamu" Ucap Nuna


"Iyah! " Jawab Cio singkat


Nuna tertawa kecil lalu mencubit kedua pipi Cio dengan gemas , Cio kesakitan karena Nuna mencubitnya


"Sakit Chagii! kamu cubit nya kaya orang punya dendam! " Omel Cio


"Itu bukan Gemes tapi kamu emang kesel sama aku" Ucap Cio sambil mengelus pipinya


"Sakittt? " Ujar Nuna ingin menyentuh pipi Cio tapi Cio menjauh wajahnya dengan ekpresi ngambeknya


"Berciiii" Panggil Nuna dengan lembut membuat Cio mengulum senyum nya karena dia juga menampilkan ekpresi wajah yang sangat imut


Cio menutup matanya sambil tertawa membuat Nuna ikut tertawa sambil menarik tangan Cio yang menutupi matanya


"Aaaaaa liat sini dong" Rengek Nuna


"Gak mau! " Tolak Cio sambil geleng-geleng


"Aaaaaa Berciiiii" Rengek Nuna dengan manja menbuat Cio luluh bahkan tertawa gemas mendengar suara Nuna


"Jangan ngerengek gitu" Tegur Cio


"Kenapa? siapa suruh gak mau liat aku" Sahut Nuna dengan ekpresi manyun


"Aku gak bisa marah atau ngambek jadinya" Ucap Cio tapi Nuna malah tersenyum


Cio memperagakan tertembak di kepala dengan tangannya lalu pura-pura pingsan membuat Nuna tertawa dengan sikap Cio


"Panggilin aku Dokter Chagiii" Suruh Cio sambil memegangi dadanya

__ADS_1


"Loh kenapa pegang dada? kan yang di tembak kepala? " Ujar Nuna


"Soalnya jantung aku yang bermasalah" Jawab Cio, Nuna tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat suami kecilnya


Nuna malah ingin mengisengi suaminya dengan menempelkan telinganya ke dada Cio


"Jangan malah ditempelin gitu bisa pingsan beneran aku" Ucap Cio


"Muka aku kaya mengalami gempa Berci" Ucap Nuna lalu Cio memeluk Nuna dengan tatapan serius membuat Nuna yang tadinya berniat bercanda malah takut dia akan marah


"Kenapa tatap aku kaya gitu? kamu marah? yaudah lepasin aku mau duduk" Ucap Nuna


"Chagiyaaa" Rengek Cio sambil menghentakkan kakinya layaknya anak kecil


"Kenapa? " Tanya Nuna yang heran dengan sikap Cio


"Aku sayang kamu" Ucap Cio tiba-tiba lagi-lagi ucapan Cio membuat Nuna heran sekaligus tertawa


"Kamu orang susah di tebak yah Berci" Ucap Nuna


"Aku bukan teka-teki kenapa harus ditebak? " Tanya Cio


"Jika kamu sebuah teka-teki pasti aku bakal selesaikan dengan serius dan benar" Jawab Nuna


"Tapi sayangnya aku gak mau jadi teka-teki soalnya aku mau jadi suaminya Nuna aja" Sahut Cio


"Kamu suka kan jadi istriku? " Tanya Cio tapi Nuna hanya diam sambil tersenyum


"Ahhh kan kamu menikah dengan ku terpaksa bagaimana bisa kamu suka" Jawabnya sendiri


"Kamu yang paksa aku menikah tapi kesannya kaya kamu menyalahkan aku loh" Sahut Nuna


"Benarkah? " Tanya Cio


"Jordi masih di hati kamu kan? tapi jujur ketika aku mendengar dia meninggal, aku senang karena otomatis kamu pasti akan melupakan dia, tapi aku juga sedih liat kamu nangis dengan histeris waktu itu" Ucap Cio


"Kalau kamu bahas itu! sama aja kamu ajak berantem" Sahut Nuna membuat Cio melotot lalu menutup mulutnya


"Jordi sudah gak ada dan sama dengan perasaan ku tapi jadi masalah sekarang adalah kamu dengan Lisa, bahkan kamu gak mau cerita dia sama aku" Tambah Nuna


"Ketika aku sudah berikan semuanya ke kamu nanti terus dia datang dan menjawab perasaan kamu bagaiamana? apa aku akan kehilangan kamu" Tanya Nuna tapi Cio malah tertawa nyaring dengan lantang


"Kok ketawa? " Tanya Nuna lalu memukul perut Cio membuatnya langsung berhenti tertawa


"Dia sudah punya pacar di kampus nya sana! apa aku masih berharap sama dia? kan bodoh" Jawab Cio


"Ngapain jua tungguin orang yang sudah campakan aku? tapi aku sekarang dapat bidadari" Tambah Cio


"Aku meleleh" Ujar Nuna lalu mereka berdua tertawa

__ADS_1


__ADS_2