
Intan hanya diam sambil sesegukkan menatap Rio dengan tajamnya
"Ayy jadi gimana?kita ke apartemen nya buat bunuh dia?"Tanya Rio lagi pada intan
"Atau kamu sebut aja Ay mau aku apain dia"Tanya Rio
"Aku juga sudah sangat jijik jika harus berurusan dengan wanita seperti dia"Ucap Rio
Rio kembali ingin menghapus air matanya Intan dan dia kali ini tidak berontak Rio tersenyum sambil menghapus air matanya Intan dengan penuh kasih sayang
Setelah wajah intan sudah bersih Rio mulai melajukan mobilnya lagi
"Kamu mau kemana?"Tanya Intan
"Kita temui Alice Ay,aku gak mau kita salah paham"Jawab Rio sambil menyetir mobilnya
"Ay aku gak mau kamu jadi pembunuh!"Ucap Intan Rio menatap Intan dengan tersenyum tipis
"Ayyy pengganggu itu harus ditiadakan"Ucap Rio
"Aku gak mau kamu jadi pembunuh!"Ucap Intan
"Kita pulang!"Ucap Intan
"Ayy misalnya dia dibiarkan nanti dia bakal terus ganggu kita"Ucap Rio
"Besok suruh dia ke kantor kamu Ay"Ucap Intan
"Hah buat apa?"Tanya Rio tak percaya
"Lakuin aja Ay!"Ucap Intan
Rio diam sambil menatap wajah Intan lalu dia fokus lagi menyetirkan mobilnya
"Ponsel kamu sini"Ucap Intan dan Rio tanpa protes dia langsung menyerahkan ponselnya pada Intan
Intan menyadap WhatsApp nya Rio agar dia bisa tau Alice mengirim apa saja pada suaminya
Intan mengembalikan ponselnya lagi pada Rio
"Kamu ngapain?"Tanya Rio
"Aku sadap WhatsApp kamu dan aku juga udah masukan barkod ponsel aku di kamu jadi kamu bisa tau siapa aja yang chat aku dan kamu juga bisa balas mereka"Ucap Intan
Rio hanya mengangguk kepalanya sambil mengelus rambut pirang Intan karena dia mencatnya bekas pemotretan kemarin
Mereka sampai mansion lagi dan lagi Alice ada didepan mansion milik Rio
Alice ingin masuk tapi pagar sudah ditutup oleh para bodyguard Rio
Intan keluar dengan Rio Alice berteriak memanggil nama Rio tapi intan yang menyahut Alice dia juga mendekati Alice Rio mengikuti dibelakang Intan
"Ayyy mantan kamu tuh"Ucap Intan tapi Rio hanya diam lalu merangkul pinggang Intan
"Sayanggg aku mohon maafin aku"Ucap Alice
"Sayang?dulu kamu gak pernah panggil aku itu Alice?"Ucap Rio
__ADS_1
"Hah benarkah?bukannya dulu kamu pacaran Ay sama dia masa dia gak pernah panggil kamu sayang?"Ucap Intan seperti menyindir
"Kan cuma aku yang ngerasa pacaran sama dia tapi dia gak"Ucap Rio
"Tapi sekarang udah gak soalnya aku udah punya istri yang selalu menghargai aku dan juga mencintai aku"Ucap Rio lalu dia mencium pipi Intan didepan Alice
"Ayyyy panas"Ucap Intan dengan manja dan Rio langsung menutupi kepala intan dengan jas nya
"Kita masuk yah,panas soalnya"Ajak Rio lalu mereka pergi begitu saja meninggalkan Alice
"Kalian bodoh!"Teriak Alice sambil menggoyang-goyangkan pagar mansion Rio
Intan dan Rio masuk tapi tepat disamping kasur ada sebuah lukisan yang besar yang sudah Rio siapkan untuknya
"Apa ini Ay?"Tanya Intan
"Buka aja"Ucap Rio dan intan membukanya dia terkejut sambil menutup mulutnya
"Muka aku?"Tanya Intan dan Rio menganggukan kepalanya
"Bagus banget"Puji Intan pada lukisan yang Rio pesan untuknya
"Suka?"Tanya Rio dan intan menganggukan kepalanya
Intan memeluk Rio dengan eratnya
"Makasih Ay"Ucap Intan
"Iyah Ayang"Ucap Rio
Siang berganti Malam
Rio sedang tiduran dilantai sambil membuka kakinya seperti anak kecil
"Ayyyyy"Panggil Rio dengan nada manja dan intan menatap Rio
"Apa Ay?"Jawab Intan
"Ayyy aku terbangggg"Ucap Rio yang masih dengan posisi nya tadi
"Apa sih aneh banget"Ucap Intan
"Ayy kamu besok benaran mau jalan-jalan sama Tiara dan ka Riel?"Tanya Rio
"Iyah soalnya gak enak kalau nolak mereka"Ucap Intan
"Oke deh tapi jangan buat yang aneh-aneh yah"Ucap Rio
"Buat yang aneh-aneh gimana emangnya?"Tanya Intan
"Kata Prince kalian bertiga itu kalau jalan-jalan pasti bisa ada aja keributan yang kalian buat"Ucap Rio
"Itu ka Tiara bukan aku,soalnya ada mahasiswa yang tanya-tanya ka Prince kedia ya jelaslah dia ngamuk"Jawab Intan
"Mana tanyain nya masalah makanan kesukaan ka Prince dan apalah itu"Ucap Intan
"Oh gitu pantes aja sih"Ucap Rio
__ADS_1
"Kamu gitu juga gak nanti?"Tanya Rio
"Apanya?"Tanya Intan
"Kalau aku ditanyain sama para cewek-cewek?"Tanya Rio
"Kayanya biasa aja sih"Jawab Intan
"Kecuali ada yang bawa kabur kamu baru aku ngamuk"Jawab Intan
Rio hanya tersenyum tipis mendangar jawaban Intan
"Kalau aku dibawa kabur Alice gimana?"Tanya Rio membuat Intan langsung naik ketubuhnya Rio dia juga menarik kerah baju Rio sambil mengancam ingin menghajar Rio
"Alice bawa kabur kamu?bawa aja Ay!"Ucap Intan tanpa beban
"Yakin?tadi aja nangis"Ucap Rio
"Aku nangis karena kesel aja liat dia kirim foto gitu ke kamu"Ucap Intan
"Tapi kamu yakin mau suruh dia ke kantor aku?"Tanya Rio
"Gak jadi!"Ucap Intan
"Loh kok gak jadi sih?tadi suruh aku buat bawa dia ke kantor ku?"Tanya Rio
"Pengen banget kayanya ketemu mantan?mau aku hajar Ayyy?"Ancam Intan
"Gak kok aku becanda aja Ayy,Rioo sayang intan"Ucap Rio sambil tersenyum kuda
"Awas aja dibelakang aku kamu ketemuan sama dia Ayyy"Ancam Intan
"Kalau mendadak gimana Ayy?"Tanya Rio
"Ikat celana kamu erat-erat Ayy"Ucap Intan
"Loh kenapa?"Tanya Rio sambil tertawa kecil
"Takut aja burung kamu hinggap kemana nanti"Ucap Intan membuat Rio tertawa sejadi-jadinya
"Emang bisa gitu Ay?aku bukan suami yang suka masuk lubang seberangan"Ucap Rio
"Ayyy kalau seandainya kamu nikah sama Alice bukan sama aku gimana?"Tanya Intan
"Gak usah mengkhayal kayagitu Ayy aku males"Ucap Rio
"Kita keluar yuk jalan-jalan sebentar cari jajanan gitu naik motor Vespa kamu"Ajak Rio
"Malam ini malam Minggu kita jalan-jalan kan asik Ay"Ajak Rio
"Kamu betul juga ayok gas Ayy"Ucap Intan dan Rio berdiri Mereka berdua hanya mengambil jaket lalu pergi
Rio membawa motor Vespa intan dengan kecepatan sedang agar bisa menikmati jalan-jalan malam Minggu berdua
HALLO GUYS AKU BAKAL BUAT GRUB NIH BAKALAN ADA YANG MAU MASUK GAK YAH?
KALAU ADA YANG MAU MASUK TULIS MAU YAH DI KOMEN YAH
__ADS_1
LIKE,RATE BINTANG LIMA JUGA,KOMEN TENTANG ALICE GIMANA NIH?UDAH SIA-SIAIN SI RIO MALAH MAU BALIK LAGI
KAN KESEL BANGET YAH,KITA BUAT DIA DAPAT KARMA YANG SETIMPAL YAH KARENA UDAH SIA-SIAIN LAKI-LAKI SESEMPURNA RIO