
Mereka sampai di kampus Intan tapi Rio masih belum mengikhlaskan intan turun dari mobilnya bahkan dia memeluk intan dengan eratnya
"Ayyy lepasin dong aku mau turun"Pinta intan sambil mengelus rambut Rio yang ada didadanya
"Ayyy gak mau kangen"Rengek Rio pada Intan
"Ayyy aku harus masuk ini dari tadi kamu tahan aku terus astaga"Ucap Intan sambil geleng-geleng kepala
Rio melongak menatap wajah intan dengan wajah masam nya
"Ayyy nanti pulang aku jemput yah"Pinta Rio dengan permohonan intan mencium bibir Rio sekilas lalu dia tersenyum
"Iyah Ay nanti pulang kamu jemput aku yah jangan sampai telat"Ucap Intan
Rio melepaskan pelukannya lalu dia mengangguk kepalanya sambil memanyunkan bibirnya
"Jangan lama-lama ya Ay"Ucap Rio
"Iyah Ayang ku"Ucap Intan dengan gemas sambil mencubit pipi Rio
"Aku turun yah"Ijin intan dan Rio menganggukan kepalanya sebelum turun intan mencium seluruh wajah Rio lalu dia pergi masuk kedalam kampusnya
Rio masih didepan kampus intan menatap intan sampai tidak terlihat lalu dia juga pergi pulang
Didepan mansion milik nya Rio bertemu Alice yang sudah lama menunggu sejak dia pergi tadi
Alice turun dari mobilnya sambil tersenyum pada Rio yang masih ada didalam mobil nya
Alice turun dia berjalan menghampiri mobil Rio dia mengetuk-ngetuk pintu mobil Rio tapi Rio sangat malas untuk keluar bahkan Rio ingin masuk kedalam mansion tapi Alice buru-buru berdiri didepan mobil Rio
"Sayang keluar aku mau ngomong!"Teriak Alice didepan mobil Rio
Rio hanya diam sambil mengklapsoni Alice
"Sayangggg aku mohon keluar"Pinta Alice dengan permohonan pada Rio tapi dia masih tidak mau keluar,Alice menjadi nekat dia mencari batu dia ingin menghancurkan mobil nya Rio dia langsung keluar dengan wajah datarnya menatap Alice
Rio hanya berdiri disamping mobilnya dia tidak mau menghampiri Alice tapi Alice yang menghampiri Rio
"Kenapa kamu kesini Alice?dulu aku ajak kamu kesini kamu selalu tolak aku kan?"Tanya Rio dengan wajah datarnya dan Alice ingin memeluk nya tapi Rio mundur dia benar-benar sangat tidak mau disentuh oleh Alice
__ADS_1
"Jangan sentuh aku Alice yang boleh sentuh aku cuma istriku!istriku!"Ucap Rio menekankan istri nya
"Rio aku salah dan aku mohon maafin aku dan sekarang aku bersedia menikah sama kamu Rio!"Ucap Alice
"Busuk!"Jawab Rio
"Kamu lebih baik pulang sekarang Alice disini bukan tempat kamu"Ucap Rio dan dia ingin masuk mobil tapi Alice langsung berdiri didepan pintu mobil Rio
"Dengarkan aku dulu Rio!"Ucap Alice dengan air mata buayanya tapi Rio hanya diam sambil menatap datar Alice
"Aku datang buat kamu Rio kenapa kamu malah suruh aku pergi?"Tanya Alice
"Karena aku sudah bahagia dengan Istriku"Ucap Rio dengan nada datar
"Aku dulu sering memohon bahkan mengemis ke kamu tapi kamu selalu tolak aku,kamu tolak aku,kamu sia-siain aku Alice"Ucap Rio
"Kamu pernah pikir perasaan aku yang tulus waktu itu Alice?"Tanya Rio
"Gak pernah kan?5 tahun bukan waktu yang sebentar buat aku kejar kamu tapi semuanya sia-sia"Ucap Rio
"Aku tinggalin keluarga yang aku cintai disini buat kamu Alice tapi kamu gak pernah hargai aku"Ucap Rio
"Kamu lebih baik pergi dan jangan pernah ganggu saya lagi Alice ,aku sudah sangat bahagia dengan istriku"Ucap Rio
"Sudah terlambat Alice"Ucap Rio
"Sekarang pergi!"Ucap Rio dia juga mendorong tubuh Alice dengan kasar agar menjauh dari mobilnya lalu dia masuk meninggalkan Alice masuk kedalam mansionnya,Alice mengejar Rio tapi dia ditahan oleh anak buah nya Rio
Alice menangis didepan gerbang mansion Rio tapi Rio tidak perduli dia tetap masuk kedalam mansion menatap Alice pun tidak karena dia sangat kecewa pada Alice
Rio berdiri dilantai 3 mansionnya dia mengintip Alice yang masih menangis didepan pagar mansionnya
"Ketulusan yang disia-siakan itu sangat menyakitkan Alice"Ucap Rio dan dia masuk kekamar nya
Rio baru saja memesan lukisan wajah intan sebagai kejutan nya untuk Intan
"Cantik sekali"Puji Rio pada lukisan wajah istrinya itu
"Gua gak nyangka bisa sebucin ini ke intan yang dulu teman bertengkar dan sekarang bisa jadi istri yang sangat gua cintai"Ucap Rio pada dirinya sendiri
__ADS_1
Rio lalu menutup lukisan itu lagi untuk nanti dijadikan kejutan untuk intan,Rio lalu mempersiapkan diri nya untuk pergi berkerja
Setelah siap Rio keluar dengan anduk melilit dipinggangnya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil
Dia duduk disisi ranjang sambil menatap ponselnya dia melihat-lihat foto nya dengan intan
"Jadi kangen kamu Ayy"Ucap Rio sambil menatap ponselnya
"Mau telpon dia takut ganggu"Ucap Rio
"Ayyyy kangen"Rengek Rio sendirian di kamarnya
Rio lalu siap-siap sendirian yang biasanya intan yang akan membantu nya
Rio sudah siap dengan stelan jas nya dia pun pergi ke kantor nya dan syukurnya Alice sudah tidak ada didepan gerbangnya
Rio menyetir sambil mendengarkan lagu K-Pop yang sering intan dengar kan agar dia hapal jadi intan tidak membandingkan dirinya dengan Gema lagi
Tapi Rio tidak menyadari jika dibelakang ada Alice yang mengikuti nya sejak tadi
Rio sampai kantornya dia keluar dari mobil nya lalu masuk, lagi-lagi Alice terpana melihat gedung kantor milik Rio yang jauh dari gedung yang ada di Australia
"Ini gedung milik Rio?"Tanya Alice pada dirinya sendiri
"Bagaimana bisa aku lebih pilih pesepakbola yang penghasilannya jauh dari Rio?"Tanya Alice
"Pantas saja dia memiliki black card yang hanya orang-orang tertentu yang bisa memiliki nya"Ucap Alice
Alice merasa penasaran dia pun mulai mencari informasi tentang Rio di internet
"Rionaldo Wijaksono putra tunggal dari pasangan Karmela Rebecca dan Riko Wijaksono"Baca Alice
Alice membaca semua biodata lengkap Rio sampai dia tau jika Rio adalah orang terkaya nomor 2 setelah Prince dan dia juga terkejut siapa Prince, Prince adalah Kaka ipar dari intan
"Aku siapa sekarang?aku mau lawan orang-orang besar ini"Tanya Alice dengan frustasi
"Rioooooo kembali sama aku Rio,aku janji gak bakal sia-siain kamu kaya dulu lagi"Ucap Alice
"Riooooooo"Ucap Alice lirih dengan tatapan kosong
__ADS_1
"Rio itu benar-benar sempurna tapi kenapa aku malah gak liat itu sih?"Tanya Alice
"Aku harus main cantik"Ucap Alice dia masih tidak mau melepaskan Rio