
Intan dan Rio sudah puas bermain dan mereka sedang duduk dikursi sambil menatap orang lain yang sedang bermain
"Ay kalau kita tambah anak lagi gimana?"Tanya Intan dan Rio menatap intan dengan tatapan tidak percaya
"Kamu mau tambah anak lagi?"Tanya Rio
"Jangan yah itu sudah cukup kok"Jawab Rio lagi
"Aku mau punya anak laki-laki lagi atau cewe juga gak papa"Ucap Intan sambil tersenyum
"Aku masih trauma Ay pas kamu lahirin Cio dan berujung kamu dinyatakan meninggal"Ucap Rio sambil terus menggelengkan kepalanya
"Kita sudah lengkap"Ucap Rio lagi
"Gak mau aku hamil lagi?"Tanya Intan dan Rio menganggukan kepalanya
"Pas aku dinyatakan meninggal kamu gimana?"Tanya Intan
"Aku hampir gila Ay kalau seandainya Cio juga gak hidup waktu itu mungkin aku gak mungkin disini,Cio keadaan juga sangat lemah dulu karena dia dilahirkan pas umur 7 bulan"Ucap Rio
"Aku sekarang dia jadi anak yang sehat bahkan aktif"Ucap Intan
"Tangan kamu mana?"Tanya Rio dan intan menyerahkan tanganya pada Rio lalu dia menggenggam tangan intan
"Dunia akan sangat menyeramkan tangan genggaman tangan kamu Ay"Ucap Rio lalu intan tersenyum dia menyandarkan kepalanya dibahu Rio
"Abercio Dirgantara Wijaksono kamu ingat kalau kamu beri nama ke Cio?padahal aku maunya Erlang waktu itu"Ucap Rio
"Aku ingat itu Ay"Jawab Intan
"Kamu ingat itu?"Tanya Rio dan intan menganggukan kepalanya
"Aku sudah ingat 45 persen Ay tapi sisanya belum"Ucap Intan
"Gak papa aku bakal temanin kamu buat ingat semuanya yah"Ucap Rio lembut dan intan menganggukan kepalanya
__ADS_1
Setelah selesai disana Rio mengajak intan pergi lagi menuju tempat aquarium ikan
Mereka sampai di tempat aquarium ikan ketika masuk Rio langsung melihat Tio amarahnya langsung memuncak nya dia berjalan cepat dia langsung memberikan pukulan diwajah Tio intan langsung memeluk Rio menahan Rio
"Ay jangan"Ucap Intan sambil memeluk Rio
"Jangan bela dia Ay,dia orang jahat!dia sudah buat kamu jadi badut dan menderita"Ucap Rio dengan ekspresi yang marah
Tio menatap siapa yang memukulnya dia memegang hidung nya yang dipukul Rio tadi
"Intan?"Ucap Tio dia mengira intan hilang karena dia sering ke kontrakan intan tapi tidak menemukan nya
Tio berdiri didepan mereka tapi dia masih menatap intan dia senang intan masih ada dan sehat
"Aku kira kamu hilang ntan"Ucap Tio tapi Rio ingin sekali menghabisi Tio sekarang juga
"Rio gua mau ngomong sesuatu ke elu ketika gua ke rumah lu pasti gua ditahan anak buah lu makanya gak bisa kesana"Ucap Tio
"Ini tentang intan,gua sudah lama mau ketemu lu tapi gak bisa karena gua sibuk"Ucap Tio
"Lebih baik lu ikut gua sekarang kalau disini kita jadi bahan tontonan orang-orang"Ucap Tio lalu dia berjalan mendahului mereka intan menarik tubuh Rio mengikuti Tio
Tio membawa Rio dan intan ketempat istirahat para karyawan tapi karena belum jam istirahat jadi tempatnya sepi
Didalam Rio mulai bisa mengontrol dirinya tapi dia masih menatap tajam Tio dia sangat ingin menghajar Tio habis-habisan
"Gua mau ceritain semuanya Rio kalau intan sedang dicari bahkan yang lu kubur bukan intan malainkan anjing yang sudah mati"Ucap Tio membuat Rio terkejut mendengar nya
"Dia sebenarnya belum mati melainkan hanya dibuat seolah-olah mati oleh orang yang menangani intan dirumah sakit tapi aku tidak tau siapa"Ucap Tio
"Gua harus cerita walaupun nyawa gua taruhan nya"Ucap Tio
"Ketika intan dibawa ke pemakaman, peti intan sebelum dikeluarkan dari mobil sudah ditukar oleh anak buah kamu yang berkhianat"Ucap Tio
"Lu tau dimana?"Tanya Rio
__ADS_1
"Aku tau dimana?gua liat sendiri bahkan aku tau semuanya karena aku dengar semuanya pembicaraan orang-orang yang membawa intan kemobil mereka"Ucap Tio
"Tiara waktu itu ada dimobil yang sama dengan Intan bagaimana bisa mereka menukarnya,kamu jangan mengada-ada"Ucap Rio kembali meninggi
"Aku tidak mengada-ada karena ku melihat sendiri waktu itu karena aku datang terlambat dan aku lihat semuanya dan aku menyusup sampai aku bisa bawa intan kabur walaupun aku harus kehilangan beberapa jariku"Ucap Tio dan Rio menatap tangan Tio dan benar jika 3 jari Tio hilang
"Mereka ingin menghabisi intan hidup-hidup kalau motifnya aku tidak tau"Ucap Tio
"Bagaimana caranya lu bisa bawa intan kabur?"Tanya Rio
"Gua masuk kedalam begasi mobil mereka karena mereka cuma 2 orang jadi gua bisa masuk dengan mudah"Ucap Tio
"Mereka mau bawa intan ke tempat yang gua juga gak tau tapi sayangnya gua waktu itu ketahuan waktu itu gua dan intan disekap diruangan yang berbeda selama satu Minggu 2 hari sekali jari gua selalu dipotong sama mereka"Ucap Tio
"Tapi ada keajaiban apa gua bisa kabur dari ruangan itu karena kecerobohan anak buahnya yang jaga tempat gua dia mabuk dan buka ruangan gua"Ucap Tio
"Ruangan gua berdekatan dengan intan dan gua juga bisa selamatkan dia tapi keadaan dia lebih parah dari gua karena tubuhnya penuh dengan luka bahkan kepala intan seperti nya sering terkena pukulan benda tumpul"Ucap Tio
"Apalagi waktu itu seperti nya mereka sedang pesta alkohol makanya gua bisa kabur karena semuanya tidak sadarkan diri"Ucap Tio
"Gua pergi dengan mobil mereka dan gua bawa intan kerumah sakit waktu itu hampir 1 bulan lebih dirawat karena dia mengalami kekerasan yang luar biasa Rio bahkan intan sering histeris disana"Ucap Tio
"Tapi kenapa lu suruh dia kerja sebagai badut hah?"Ucap Rio meninggi
"Karena dengan cara seperti itu orang gak bakal nyangka kalau itu intan karena tertutup sempurna kan"Ucap Tio dan Rio diam
"Kalau lu gak percaya gua gak papa tapi setidaknya gua sudah cerita ke elu"Ucap Tio
"Tapi dia sangat trauma dengan rumah sakit kenapa?"Tanya Rio
"Mereka temuin gua dengan intan tapi syukurnya kami selamat karena banyak orang yang tolong kami termasuk Papi lu tapi dia gak tau kalau yang dirawat adalah intan"Ucap Tio lagi
"Jaga dia baik-baik Rio tangkap pelakunya"Ucap Tio tapi intan memeluk tangan Rio dengan kuatnya dia membayangkan cerita Tio sampai kejadian itu terputar dikepalanya wajahnya juga pucat
"Ay"Panggil Rio dengan sangat khawatir dengan Intan tapi intan malah menangis dia sangat ketakutan sekarang setelah mendengar cerita Tio
__ADS_1
"Ayyyy"Panggil Rio lalu Rio menggendong Intan dan membawanya pergi