
Tiara menggendong Cio membuat nya senang bahkan Cio bertepuk tangan sedangkan Serena ada digendongan intan
Tiara menatap Cio dan Cio malah menempel kan pipinya ke pipi Tiara dengan sangat menggemaskan sekali
"Kalaupun aku mati waktu itu ka,itu semua bukan salah dia ,Kaka bisa lihat kan dia gak berdosa bahkan menyebut Mommy saja masih belum bisa tapi Kaka bisa mengkambing hitamkan putra ku?"Tanya Intan
"Kalau seandainya aku kecewa dengan Kaka apa Kaka mau aku juga seperti Kaka ke anak-anak Kaka?"Tanya Intan lagi
Tiara menatap intan dengan tatapan sedihnya tapi intan masih menatap tajam Tiara dia benar-benar sangat kecewa pada Tiara karena dia masih belum menerima anaknya
"Titi"Panggil Cio membuat Tiara menatap Cio dan Tiara tersenyum
"Liat dia ka masih tega Kaka salahin dia bahkan gak anggap dia"Tanya Intan
"Stop ntan,Kaka memang salah dan Kaka minta maaf"Ucap Tiara lalu dia mencium pipi Cio membuat Cio diam sambil menatap intens wajah Tiara
"Maafin Aunty kamu yah karena aunty sudah salahin Cio tanpa sebab tapi aunty janji gak bakal kayagitu lagi ke Cio"Ucap Tiara lalu kembali mencium pipi Cio
__ADS_1
Intan tersenyum melihat Tiara mau mencium Cio bahkan Cio sangat senang karena Tiara sudah cuek lagi padanya
Lalu intan memeluk Tiara sambil tersenyum dia sangat senang karena Tiara sudah mau menerima Cio
"Aku mencintai kalian"Ucap Tiara sedangkan intan masih nyaman memeluk Tiara
Disisi Rio
Rio baru saja selesai meeeting dengan karyawan nya dia sedang ada diruangannya dengan Prince dan juga Indra Frans
mereka berdua baru sampai mereka masih ngos-ngosan karena jarak mansion dengan kantor Rio lumayan jauh 1jam 30 menit mereka sampai di kantor Rio
"Kenapa kalian bisa bawa istriku tanpa sepengetahuan ku?"Tanya Rio sambil berdiri didepan keduanya
Mereka dua hanya diam tidak berani menjawab membuat Rio kesal dan memukul kepala keduanya dengan kuat sampai terjatuh ke lantai dengan posisi tengkurap
"Ampun tuan tadi awalnya nona mau beli buah buat dia dan anak-anaknya katanya tapi setelah membeli buah dia malah ajak kami ke rumah sewaan dia dulu"Jawab Indra karena jika dia diam bisa-bisa Rio semakin mengamuk pada mereka berdua
__ADS_1
"Tapi kalian bisa telpon atau kasih tau saya"Ucap Rio
"Kami takut nona marah tuan karena nona tidak menyuruh itu"Jawab Frans
"Bagus!kalau seandainya terjadi apa-apa dengan kalian siapa yang harus disalahkan? istriku?jelas kalian lah! kalau sampai hal ini terjadi lagi liat saja jari telunjuk kalian akan saya potong ini bukan cuma Ancam tapi ini sungguhan"Ucap Rio tegas
"Berdiri lalu pergi dari sini"Suruh Rio mereka buru-buru berlari keluar tapi baru saja keluar mereka masuk lagi
"Tuan kami pergi jalan kaki atau boleh naik taksi?"Tanya Indra
"Terserah"Jawab Rio lalu mereka keluar lagi sambil tersenyum karena diijinkan pulang dengan taksi
Prince geleng-geleng kepala melihat tingkah anak buah Rio yang berdua itu
"Hukuman apa itu tadi Rio?biasanya kalau kamu yang hukum anak buah pasti sangat menyeramkan ini cuma segitu?"Tanya Prince
"Mereka anak buah kesayangan istriku dan juga Cio dekat dengan mereka mana mungkin aku bisa menghukum mereka?"Ucap Rio
__ADS_1
Prince hanya tertawa kecil sambil geleng-geleng kepala dengan sikap Rio