Riontan

Riontan
Episode 165


__ADS_3

18 tahun berlalu


Cio dan Serena sudah beranjak remaja mereka sama-sama baru saja lulus SMA dan sekarang mereka sama-sama masuk di universitas yang sama tapi beda jurusan saja karena Serena mengambil jurusan fashion untuk melanjutkan usaha Alm Oma nya sedangkan Cio tentu mengambil bisnis


Cio datang sendirian sedangkan Serena belum datang karena dia merengek minta di antar oleh Daddy nya


2 Minggu sudah dia berkuliah di universitas itu dan menjalani ospek mahasiswa baru


Cio yang mirip dengan Rio dari segi wajah membuatnya sangat tampan dan juga bisa dibilang cantik karena ada mirip-mirip intan


Cio bahkan bisa di nobatkan mahasiswa baru tertampan di universitas itu


Cio sedang duduk di perpustakaan untuk hanya sekedar menunggu jam pelajaran di mulai


Cio menghela nafas berkali-kali karena banyak mahasiswi mencari perhatian nya jadinya dia hanya fokus pada ponselnya


Ponselnya berdering yang menelpon adalah Serena adik nya dengan cepat Cio mengangkat telponnya


"Kaka dimana?aku sudah sampai,aku takut sendirian soalnya belum punya teman"Jelasnya lewat seberang telpon sana


"Kaka di perpustakaan,kamu kesini aja,nanti ku sharelock"Jawab Cio


"Oke aku kesana"Ucap Serena dan langsung mematikan ponselnya


Cio meletakkan ponselnya di atas meja lalu dia menopang dagunya dengan kedua tangannya sambil menatap kedepan


Cio terfokus pada lukisan yang dinding tepat berada didepan nya,dia menatap nya sambil melamun entah apa yang dia pikirkan


Sejak lulus sekolah Cio menjadi agak pendiam bahkan lebih suka menyendiri sambil melamun makanya Serena suka sekali mengganggu nya agar Kaka nya tidak suka melamun


"Kenapa gua tiba-tiba kangen dia?"Ucap Cio pelan


"Kangen aku?"Tanya Seseorang yang berdiri disampingnya Cio bahkan dia sampai terkejut,dia adalah Serena yang baru datang berjalan mengendap-endap agar Cio tidak mengetahui kedatangan nya


"Kamuuuuuuuu"Ucap Cio dengan U yang panjang sambil mengelus dada nya


Serena duduk disampingnya Cio sambil tersenyum seakan-akan tidak bersalah pada Kaka nya


"Ngapain disini? perpustakaan buat baca buku bukan tempat melamun"Ucap Serena


"Setelah Kaka masuk gedung universitas ini fungsi perpustakaan jadi tambah fungsinya yaitu buat ngelamun juga"Jawab Cio lalu mengacak-acak rambutnya Serena

__ADS_1


"Aku tau Kaka ngelamunin dia kan?Udahlah Ka! Dia gak pikirin kaka sama sekali kenapa harus Kaka sih yang tertekan?"Nasehat Serena pada Kaka nya


"Apa sih?Kaka gak mikirin dia kok"Jawab Cio


"Alah!"Remeh Serena sambil memukul lengan Cio


"Oh ya ka kata Mommy tadi kalau di kampus jangan genit"Ucap Serena lalu tertawa cekikikan


"Serena memang Kaka genit?"Tanya Cio dengan nada sedikit meninggi


"Aku kan cuma sampein yang Mommy bilang"Jawab Serena


Ada sapu yang dilemparkan kearah mereka berdua dan itu dari penjaga perpustakaan,dia menatap dengan tajam Cio dengan Serena


"Keluar yuk ka!"Ajak Serena tapi Cio sudah berdiri terlebih dahulu bahkan meninggalkan Serena


Buru-buru dia berdiri dan mengejar Cio karena dia juga takut dengan penjaga perpustakaan tadi


Serena berjalan beriringan dengan Cio, mereka hanya berbeda umur beberapa bulan.Jadi,kalau pun mereka berdua dia sebut berpacaran pasti orang-orang percaya


"Aku pulang ikut Kaka yah"Ucap Serena


"Daddy katanya hari ini meeting di luar kota sebentar sama om Prince jadinya gak bisa jemput aku"Jawab Serena dengan raut wajah sedihnya


"Ya nanti pulangnya sama Kaka"Ucap Cio juga


Disisi lain


Seorang gadis sedang menyapu tempat halaman restoran karena dia berkerja disana sebagai pelayan


Namanya Nuna Brisia,dia berumur 21 tahun hampir 3 tahun sudah dia berkerja disana karena sejak lulus SMA dia sudah tidak melanjutkan sekolahnya lagi dan memutuskan untuk berkerja saja


Telpon Nuna berdering yang menelpon adalah kekasihnya yang bernama Jordi dia juga sudah menjalin hubungan selama 2 tahun yang lalu,Nuna pun mengangkatnya


"Cantiknya akuuuu"Ujar Jordi dari seberang telpon dan Nuna tersenyum mendengar kekasihnya memujinya


"Iyah"Jawab Nuna sambil tersipu malu


"Pulang nanti aku jemput yah, sekalian kita makan enak soalnya aku sudah gajihan"Ucap Jordi


"Iyah 2 jam lagi aku pulang,aku tunggu yah"Ucap Nuna dengan lembut

__ADS_1


"Aku matiin yah, takut ketahuan manager nanti"Ucap Nuna


"Iyah sayang akuuuu yang paling cantik,baik dan manis,aku sayang kamuuuuu"Ucap Jordi membuat Nuna tertawa kecil karena tingkah Jordi dan telpon nya dimatikan oleh Nuna


Nuna tertawa kecil lalu menyimpan ponselnya ke dalam kantong celemeknya


"Punya pacar kaya Jordi bener-bener mood booster ku banget"Ucap Nuna


"Semoga kita semakin langgeng ya sayang"Ucap Nuna lalu dia kembali menyapu lantai restoran nya


Temen Nina yang bernama Mia mendekati Nuna bahkan dia mendorong bahu Nuna sampai dia melangkah beberapa langkah


Nuna terkejut bahkan ekspresi seperti kebingungan sambil menoleh menatap Mia


"Kerja itu yang bener jangan telponan"Omelnya pada Nuna


Gadis cantik dan manis itu hanya diam sambil angguk-angguk pelan


"Jangan mentang-mentang manager suka kamu jadinya kamu seenaknya disini"Tambahnya lagi memerahi Nuna


"Tapi hak kamu marah-marah ke aku apa yah?aku telponan cuma sebentar kok terus lanjut lagi kerja"Sanggah Nuna


"Kamu berani sama aku?"Tantang Mia sambil melangkah 1 langkah ke depan Nuna


"Jelas!jabatan kita sama bahkan gajih kita juga buat apa aku takut!bahkan kamu yang biasanya menghilang pas jam kerja ternyata kamu di toilet buat telponan bahkan tidur kan?"Ucap Nuna dengan nada serius


Para karyawan lain berdatangan untuk memisah perdebatan keduanya tapi Mia yang kalah debat dengan Nuna pun pergi begitu saja dengan ekspresi kesalnya


"Sifatnya gak pernah berubah,tapi kenapa yah Pak Irwan gak pernah mau pecat dia?"Batin Amel


"Aku sudah enek liat dia disini,cari masalah Mulu bahkan selalu lalai dalam berkerja" Kayla juga membatin lalu mendengus kesal


Nuna geleng-geleng kepala karena mendengar suara hati teman-teman nya yang mengumpat sifat Mia


Sejak dia lahir Nuna sudah bisa memiliki kemampuan istimewa yaitu bisa membaca suara hati orang lain


Semua teman-teman karyawan Nuna hanya diam hanyut dalam pikiran masing-masing sambil menatap Mia yang duduk dikursi kasir dengan ekspresi kesalnya


Mereka tau siapa yang salah terlebih dahulu tanpa bertanya karena perdebatan itu sudah sering terjadi padahal Nuna bisa dibilang seniornya Mia setahun tapi semakin lama Mia semakin berani karena Nuna jarang menanggapi Mia


"Sudah lebih baik kalian kerja lagi,malu diliat pelanggan"Suruh Nuna pada teman-teman nya mereka menganggukkan kepalanya dan kembali pada perkerjaan masing-masing

__ADS_1


__ADS_2