
Intan sampai di rumahnya Gema dia buru-buru turun bahkan masuk kedalam tanpa permisi karena dia sudah terbiasa seperti itu pas sekali jika Gema sedang rebahan di sofa ruang tengah rumahnya dengan santai
"Gema dimana keponakan kembarku?"Tanya intan tanpa basa-basi pada Gema
Gema langsung duduk dia juga kaget akan kedatangan Intan ke rumahnya dia tersenyum melihat intan datang
"Gema mana keponakan ku?"Tanya Intan lagi
"Aku gak tau apa-apa bahkan aku dari tadi disini"Ucap Gema membela dirinya
"Gak usah bohong!bahkan kamu yang sudah masukin bom kedalam ruangan suamiku Apalagi cuma culik anak kecil pasti itu mudahkan buat kamu"Ucap Intan
"Ntan aku gak tau apa-apa tentang penculikan sikembar"Ucap Intan
Indra dan Frans datang mereka berdiri dibelakangnya intan intan berbalik lalu dengan cepat kilat intan mengambil pistol yang ada di balik jas Indra lalu mengacungkanya didepan wajah Gema
"Dimana si kembar"Ucap Intan lagi gema dia sambil menatap tersenyum pada intan
"Istri Tuan muda Wijaksono ternyata sangat mengerikan jika marah"Ucap Gema
"Jawab aku atau ku tembak kepala mu Gema"Ancam Intan
Tiba-tiba saja Frans dan Indra terjatuh pingsan dikakinya intan karena anak buah Gema yang memukul leher Indra dan Frans dari belakang membuat intan kaget
"Kaka?"Panggil Intan
"Ntan kamu ngapain sih lakuin ini ke aku?"Tanya Gema dia memegangi pistol yang intan pegang lalu merampasnya
"Rencana ku berhasil"Ucap Gema
"Si kembar sudah pulang dengan selamat tapi bayaran adalah kamu"Ucap Gema dia mengeluarkan suntikkan dari kantongnya yang sudah dia siapkan lalu menyuntikkan pada tangan intan
Intan mengerang kesakitan Gema hanya tersenyum melihat suntikan itu menempel ditubuh intan dan cairannya didalamnya sudah mulai masuk kedalam tubuh intan
Intan terjatuh pingsan juga didepan kakinya Gema dia sangat senang rencana bisa berjalan dengan lancar padahal sangat mustahil jika intan bisa datang dengan sendirinya ke rumahnya
Disisi Rio
__ADS_1
Rio dan yang lain sampai ke mansion Gabriel semuanya senang melihat si kembar selamat tapi Rio mencari keberadaan intan tidak menemukan nya dimana pun
"Mana istriku?"Tanya Rio pada semuanya yang baru sadar jika intan tidak bersama mereka
"Bisa-bisa nya kalian tidak sadar jika istriku tidak bersama kalian"Ucap Rio dengan wajah marahnya
Semuanya diam melihat kemarahan Rio lalu dia pergi mencari keberadaan intan,Rio bertanya pada anak buah yang tadi pasti sempat melihat intan pergi kemana
"Nona dan kedua anak buahnya pergi ke rumah Gema tuan"Ucap salah satu anak buah yang menjaga pos Rio lalu masuk mobil tapi ada seseorang yang ikut masuk mobilnya dia adalah Prince
"Gua ikut lu"Ucap Prince dia hanya diam lalu mulai tancap gas menuju rumahnya Gema
Rio membawa mobil seperti orang kesetanan bahkan Prince sampai harus berteriak karena Rio membawa mobil dengan begitu cepatnya karena sangkin memikirkan istrinya
Rio sampai di rumahnya Gema dan pas sekali waktunya Gema sedang menggendong Intan masuk kedalam mobilnya Rio turun dengan ekspresi wajah yang sangat mengerikan dia ingin menghampiri istri nya tapi di tahan orang penjaga rumah Gema karena Rio sedang sangat marah besar apalagi melihat intan tidak sadarkan diri digendongan Rio
"Jangan halangi saya!"Ucap Rio sambil menatap tajam Gema yang menggendong intan
2 orang yang menahan Rio sedangkan yang lainnya berada dibelakang 2 orang itu
Rio langsung memutar tangan 2 orang itu dengan mudahnya bahkan tangan 2 orang itu patah dengan mudahnya
Yang lainnya ingin menyerang Rio tapi dia langsung mengeluarkan pistol nya dan semua penjaga rumah Gema tewas dengan masing-masing tertembak dikepala
Gema buru-buru ingin membawa intan masuk kedalam mobil tapi Rio sudah ada dibelakang nya dan dia langsung menerjang Gema sampai Gema terjungkal bahkan terbentur dinding
Gema mengerang kesakitan karena benturan dan tendangan Rio sangatlah kuat
Rio mengarahkan pistol kekepala Gema dengan ekspresi datar layaknya manusia tak berhati
Gema ketakutan melihat Rio yang kesetanan
"Gua beri 2 pilihan"Ucap Rio datar sambil mengacungkan pistol kearah Gema
"Mati perlahan dengan sangat menyakitkan atau lu harus menerima malu dan mati"Tanya Rio Gema gementar hebat melihat Rio dengan mudahnya mengalahkan anak buahnya yang berjumlah 10 orang tadi
"Kenapa diam?gak punya telinga?"Tanya Rio lalu dia menembak telinga Gema dan Gema langsung berteriak mengerang kesakitan sambil memegangi daun telinganya dia tersenyum puas melihat Gema kesakitan benar-benar seperti seorang psikopat yang menyeramkan
__ADS_1
Prince datang dia menepuk pundaknya Rio berdiri di belakang nya
"Rio jangan lu habisi dia,dia orang baik tapi hanya saja dia dibutakan oleh cintanya pada intan makanya dia seperti ini"Ucap Prince
"Lu bela dia?"Tanya Rio
"Gak sama sekali bro,tapi bagaimana pun Gema adalah sahabat intan lu,kalau intan tau lu bunuh dia mungkin aja intan bakal berubah sikap sama lu"Ucap Prince
"Dia sudah melampaui batas Prince"Ucap Rio
"Orang yang pantas mati bukan Gema tapi Alice karena dia biang semua masalah dirumah tangga lu"Ucap Prince
"Lu ngapain kurung dia?lebih baik lu habisi saja dia kan"Ucap Prince
Indra dan Frans datang sambil berjalan dengan sempoyongan tapi ketika mereka melihat Rio jalannya jadi tegak
Prince dan Rio menatap Indra dan Frans lalu Rio menyuruh nya untuk membawa Gema ke rumah sakit untuk diobati dan juga menyuruhnya untuk membereskan kekacauan dirumah Gema
Rio membawa intan ke mobilnya lalu pergi bersama Prince
Prince yang membawa mobil sedangkan Rio memeluk intan dibelakang karena intan masih belum sadarkan diri
"Apa yang terjadi dengan istriku Prince?"Tanya Rio sambil mengelus pipi intan
"Gua gak tau kenapa tanya gua"Ucap Prince
"Wajahnya pucat Prince kita harus bawa dia ke aunty Nissa"Ucap Rio panik
"Iyah sabar kalau lu panik gua juga ikutan panik"Ucap Prince
"Cepatan lu banyak bacot brengsek"Ucap Rio
Prince lalu langsung tancap gas menuju rumah sakit Nissa berkerja
15 menit perjalanan mereka sampai dirumah sakit Rio langsung membawa intan sambil berlari menuju ruangan Nissa
Nissa datang dengan panik juga karena ulah Rio yang berteriak memanggil namanya untung saja Nissa masih belum pergi dari jauh dari ruangannya
__ADS_1
"Ty istriku wajahnya pucat aku gak tau kenapa sejak tadi dia terus pingsan"Ucap Rio panik
"Ikuti saya"Ucap Nissa dan dia mengikuti Nissa lalu dia para suster datang membawakan brankar untuk intan dia dibawa keruang IGD sedangkan Rio dan Prince menunggu