
Nuna sedang duduk di kursi makan dan Serena mendekati nya tapi dia tidak mengetahui jika ada Serena karena Nuna sedang melamun
"Ka Nuna!" Panggil Serena dan dia tersentak karena terkejut
"Serena! " Ucap Nuna dan Serena duduk di depannya Nuna
"Boleh ngobrol sama kaka? " Tanya Serena sopan pada Nuna
"Boleh dong masa engga boleh sih? " Jawab Nuna
"Kaka masa ka Cio berantem?" Tanya Serena membuat Nuna terdiam sambil menatap Serena
"Memangnya berantem kenapa sih ka? " Tanya Serena
"Itu bukan urusan kamu Serena" Jawab Cio yang ada dibelakang Serena lalu dia berjalan mendekati adiknya
"Serena ini urusan kaka, kamu gak boleh ikut campur" Sambung Cio lagi
"Kenapa gak boleh ka? bukannya aku adik kaka? Aku gak bisa liat kaka sedih apalagi aku tau senyum kaka semuanya palsu dan itu gara-gara pertengkaran kalian yang tidak berujung" Ucap Serena
"Kenapa kalian menikah kalau kedua nya cuma saling menyakiti? pernikahan terbodoh aku menyebutnya" Sambung Serena
__ADS_1
"Serena! " Tegur Cio tapi Serena tidak takut sama sekali
"Ka Nuna? Aku gak tau kenapa kaka selalu aja buat kaka ku yang terbaik dan polos ini bisa jadi bodoh seperti ini karena mencintai kaka katanya tapi bukannya mencintai akan ada kebahagiaan tapi kenapa ini malah sebaliknya? " Tanya Serena
"Jangan banyak bertingkah ka Nuna,Kaka Cio ku datang itu dari Tuhan langsung yang jelas sangat baik untuk kaka bukan kekasih kaka itu" Tambahnya Serena
"Jangan sok cantik dan dicintai oleh kaka ku karena kaka tau? jika banyak wanita yang sudah kaka tolak tapi ternyata buat nungguin kaka! tapi dia dapat cuma sakit hati" Sambung nya lagi
"Serena! " Tegur Cio dengan nada tinggi
"Kaka bentak aku cuma gara-gara dia?" Tanya Serena dan dia kembali menatap Nuna
"Terimakasih sudah datang kaka ipar karena sudah membuat kaka ku yang selalu lembut jadi membentak ku" Ucap Serena
Nuna berdiri menatap Cio dengan tatapan berkaca-kaca karena menahan tangis
"Maafkan adik ku" Ujar Cio tapi Nuna menggelengkan kepalanya
"Apa yang kamu cari Berci? yang di katakan adik kamu semua nya benar" Jawab Nuna dengan nada tinggi bahkan air matanya sudah jatuh membasahi wajahnya
Cio memejamkan matanya lalu menundukkan kepalanya sambil menghela nafasnya dan kembali menatap Nuna sambil tersenyum
__ADS_1
"Kamu mau apa? " Tanya Cio santai dan tenang pada Nuna
"Aku ingin seperti dulu dan Jordi kembali jadi kekasih ku" Jawab Nuna dengan lugas tanpa memikirkan perasaan Cio
"Baiklah" Ujar Cio
"Biar aku tegas kan ke kamu Nuna! Saat ini aku mencintai kamu tapi jangan sampai aku menjadi orang yang pernah mencintai kamu karena itu kata-kata yang beda" Ucap Cio
"Jangan sampai aku menjadi orang yang tertawa melihat kamu dengan orang pilihan kamu" Sambung Cio
Nuna terdiam dengan ucapan Cio barusan bahkan Nuna terbeku menatap Cio yang masih tersenyum padanya
"Kamu hanyalah langit yang bisa ku pandang tanpa bisa ku miliki" Ucap Cio
"Lupakan perjanjian yang sudah kita buat Nuna, kamu berhak bahagia kan? " Sambung Cio
"Bercioooo" Ucap Nuna dan dia mengangkat alisnya
"Kenapa? gak usah pamitan" Ujar Cio
"Terimakasih" Ucap Nuna dan dia langsung berlari pergi keluar begitu saja sedangkan Cio dian menatap Nuna yang sudah pergi meninggalkan nya
__ADS_1
"Wanita sialan" Ujar Cio lalu dia tersenyum miring seakan-akan ada yang dia rencanakan