Riontan

Riontan
Episode 172


__ADS_3

Nuna seharian menangis di kamarnya bahkan dia mengurung diri di kamarnya


"Aku memang salah tapi gak seharusnya dia perlakukan aku seperti ini,bahkan melakukan itu pada ku, benar-benar laki-laki brengsek"Ucap Nuna lirih sambil memeluk guling nya yang sudah basah karena air matanya


Nuna terus menangis dia sangat kecewa dan marah sekarang karena perbuatannya Cio sangat mengguncang dirinya


Nuna tinggal sebatang kara di kota ini,dia adalah perantau setelah dia lulus SMA dia langsung merantau untuk berkerja,dia pergi tidak seorang diri melainkan dengan ibu nya tapi sayang ibu sudah meninggal dunia setahun lalu membuat nya sangat hancur waktu itu tapi Jordi lah orang selalu memberinya semangat sampai dia pulih kembali


"Ibu aku harus apa sekarang?impian menikah dengan Jordi kandas Bu,bahkan ibu sangat ingin kan aku menikah dengan dia,tapi harapan ku kandas Bu"Ucap Nuna dengan lirih


"Ibu tolong aku, gara-gara laki-laki brengsek aku sekarang tidak pantas untuk siapapun apalagi dengan Jordi"Ucap Nuna lagi dan air matanya menangis lagi


"Aku sangat benci dia Ibu,bahkan aku tidak mau menikah dengan nya"Ucap Nuna lagi


Ponsel nya mendering dia mengangkat nya tanpa melihat siapa yang menelepon,dan itu adalah orang tua nya Jordi yang menelpon


"Hallo?"Ucap Nuna dengan serak karena menangis


"Nuna Jordi masuk rumah sakit karena ada mobil yang menyerempetnya tadi"Ujar Mamahnya Jordi


"Gimana keadaan nya Jordi tante?"Tanya Nuna dengan panik dan khawatir


"Dia sudah sadarkan diri tapi kaki nya patah,kamu bisa kesini?"Tanya Mamahnya Jordi


"Aku kesana Tante"Jawab Nuna dia pun berpamitan mematikan telpon dan mulai siap-siap ingin pergi


Nuna mengganti baju nya tanpa mandi dan merias wajahnya supaya wajahnya yang sebab tidak terlihat,dia juga menggunakan parfum yang sangat banyak


Nuna pun pergi dengan cepat tapi siapa sangka didepan gang ada beberapa menggunakan jas yang rapi sudah berjaga disana,mereka mencegat Nuna membuat dia ketakutan


"Kalian siapa? mau apa?"Tanya Nuna ketus


Mereka bukannya menjawab tapi malah menariknya dengan kasar dan membawa Nuna ke dalam mobil


Nuna lagi-lagi dibawa dalam keadaan pingsan karena dia sudah disuntik oleh obat bius


Nuna dibawa Ke apartemen oleh mereka tapi kali ini apartemen nya berbeda bahkan lebih mewah dari kemarin


Nuna dibaringkan di kasur oleh mereka, setelahnya mereka semua pergi dan Cio masuk kekamar Nuna,Dia berjalan mendekati Nuna dan ketika berada disampingnya Nuna dia menghentikan langkahnya

__ADS_1


Cio menatap Nuna dengan tatapan dingin,menatap wajah Nuna yang tidak sadarkan diri


"Gua gak akan biarin lu ketemu dia!Walaupun dia didalam liang lahat sekalipun"Ucap Cio


"Lu mainan gua sekarang,Gak ada yang boleh mendekati apalagi memiliki kamu kecuali gua"Sambungnya lagi


Cio semakin mendekati Nuna dan dia menundukkan kepalanya dengan posisi sejajar dengan wajah Nuna


Cio menatap Nuna dengan jarak yang sangat dekat,tapi ekspresi nya tidak berubah


"Lu memang pingsan sekarang,tapi lu harus tau ini,Lu calon istri gua dan yang di rumah sakit itu bukan siapa-siapa lu,kalau lu masih nekat temuin dia gua bakal lebih nekat lagi berbuat kasar ke lu"Ucap Cio diwajah Nuna dan dia berdiri tegak lagi keluar dari kamar Nuna


Cio berdiri diruang tengah apartemen,dia menelpon bodyguard nya untuk melakukan sesuatu


"Buat rumah sakit itu mengeluarkan Jordi dari sana karena dia tidak pantas mendapatkan pengobatan dan kalau bisa dia lumpuh selama nya saja!"Suruh Cio


"Baik tuan"Jawab nya dan mereka mematikan telponnya


"Brengsek!"Teriak Cio dan ponselnya kembali berdering yang menelpon adalah Intan dia pun mengangkatnya


"Hallo Mom?"Ucap Cio dari seberang telpon


"Kamu dimana?kita harus benar-benar ngomong lagi tentang permintaan kamu tentang menikah"Jawab Intan dengan nada serius


"Aku sudah bilang kan?aku hanya ingin bertanggung jawab,misalnya kelakuan tercium oleh rekan bisnis Daddy bisa-bisa dia yang akan malu,tapi syukurnya aku bisa menjalani hidupku karena aku tidak pernah mau di publish oleh Daddy dan Mommy"Ucap Cio dan dia mematikan ponselnya sepihak


"Tekad ku sudah bulat,Aku akan menikahi dia Mommy"Ucap Cio dengan tatapan tajam nya


3 jam berlalu


Cio dari tadi duduk disofa sambil memainkan laptopnya karena mengerjakan tugas Kuliahnya


Pintu kamar Nuna berbunyi karena digedor-gedor seperti nya Nuna sudah bangun dan Cio menatap pintu kamar nya yang memang di kunci oleh nya


Cio menutup laptopnya dan menghampiri pintu Nuna,dia hanya berdiri disana sambil menatap pintu kamar Nuna


"Nunaaaaaa"Cio membatin dan gedoran pintu langsung terdiam


Cio kebingungan karena pintu sudah berhenti digedor oleh Nuna

__ADS_1


"Kok berhenti?apa dia pingsan lagi?Tanya Cio pada dirinya sendiri tapi bukannya membuka pintu dia malah hanya diam didepan pintu


Disisi Nuna


Nuna sudah bangun dari pingsannya,dia kembali keherenan karena bangun-bangun dari pingsan pasti dia akan ada ruangan yang sangat asing baginya


Nuna menggendor-gendor pintu tapi dia langsung terdiam karena Cio memanggil namanya dengan sangat lembut walaupun hanya ada didalam hatinya tapi Nuna mendengar nya makanya dia langsung terdiam tapi dia belum tau suara siapa itu


"Siapa dia?apa laki-laki itu lagi?"Nuna membatin


Tapi hati Nuna merasa damai karena mendengar suara laki-laki yang ada dibalik itu,karena suara lembutnya membuat Nuna merasa nyaman


Bahkan Jordi saja tidak pernah memanggil nya nada selembut itu


Nuna menjadi penasaran dan kembali menggendor pintu lagi,pukulan ketiga pintu terbuka dan Nuna melorot siapa laki-laki yang memanggilnya tadi ,dia adalah Cio


Nuna langsung mundur kebelakang tapi Cio juga berjalan mendekati Nuna tanpa ekspresi bahkan menutup pintunya


"Lepaskan aku"Ucap Nuna sambil berjalan mundur dan dia menabrak kasur sampai dia langsung terebah dia kasur


Cio berdiri didepan Nuna dengan jarak sangat dekat bahkan Cio menginjak kaki Nuna dengan kuat,dia ingin berdiri tapi di dorong oleh Cio


"Mau kemana?"Tanya Cio dengan nada datar begitupun dengan ekspresi nya


"Ini peringatan buat lu,kalau lu mencari pacar lu itu gua bakal bertindak keras ke elu dan mungkin bisa buat lu menyesal dan gua masih berniat baik buat cuma kurung lu disini tapi lain kali kalau lu berniat temui dia lagi,gua bakal pastikan omongan gua akan terjadi"Ancam Cio dengan nada serius


"Kamu siapa hah?kenapa kamu larang-larang saya?"Tanya Nuna dan Cio semakin memperkuat menginjak kaki Nuna sampai Nuna meringis


"Lu masih punya muka buat temui pacar lu setelah apa yang kita lakukan tadi malam?"Tanya Cio dan bahkan menundukkan kepalanya mensejajarkan wajahnya dengan wajah Nuna yang sedang duduk


Nuna terdiam dengan tatapan tajam menatap Cio dan Cio malah mencium bibir Nuna sekilas langsung membuat Nuna mendorong nya tapi Cio tadi bergeming sama sekali malahan dia tersenyum mengejek


"Kalau bukan menikah sama gua,lu bakal di anggap sampah sama semua pria yang tau kalau lu sudah gak suci"Ucap Cio


"Gua akan kasih tau siapa pacar lu itu nanti,dan dikamar nomor berapa saja yang sudah di tiduri"Ucap Cio membuat Nuna terdiam


Cio berdiri dengan tegak lagi,dia juga melepaskan kaki Nuna


"2 Minggu lagi kita akan menikah dan gua bakal awasin lu seketat mungkin,kalau lu macam-macam gua akan berbuat kasar ke elu"Angka Cio dan dia mengacak-acak rambut Nuna dan pergi keluar dari kamar Nuna

__ADS_1


Nuna terdiam seribu bahasa,karena ancaman Cio tadi


"Jordi gak mungkin seperti itu"Batin Nuna


__ADS_2