
7 Bulan berlalu
Cio sudah mulai bisa berjalan bahkan dia juga mulai bisa berbicara membuat Rio sangat senang dengan pertumbuhan putranya
Rio baru pulang berkerja dan Cio dititipkan ke Mommy Lala untuk menjaganya selama Rio berkerja terkadang Rio juga membawa Cio berkerja
Cio sedang duduk bersama Mommy Lala ketika Cio melihat Rio dia langsung merangkak sambil tertawa mendekati Rio
"Didi"Ucap Cio lalu Rio mengangkat putranya ke udara sambil tertawa Cio juga tertawa melihat Daddy sudah pulang
"Seneng disini na?"Tanya Rio tapi Cio hanya menatap wajah Rio sambil memegangi hidung mancung Daddy nya
"Cio"Panggil Rio tapi Cio terus menatap wajah Rio lalu dia tertawa kecil membuat Rio geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya
"Kita jalan-jalan besok yah"Ucap Rio pada Cio
"Besok kita ke makam Mommy yah"Ajak Rio membuat Rio langsung berkaca-kaca menatap Cio
Mommy Lala mendekati putarnya lalu dia mencium pipi Rio
"Omy"Ucap Cio dan Rio menganggukan kepalanya
"Jangan perlihatkan kesedihan kamu sayang ke Cio nanti dia juga bakal sedih"Ucap Mommy Lala sambil mengelus rambut Cio
Wajah Cio perpaduan wajah Rio dan intan dari segi mata dan hidung lebih mirip dengan intan sedangkan bibir nya adalah Rio
"Iyah Mom"Ucap Rio lalu dia menyeka air matanya yang ingin mengalir
Cio memeluk Rio dia seakan-akan paham jika Rio sedang bersedih sekarang
"Didi"Panggil Cio pada Rio karena dia masih belum bisa menyebutkan Daddy
"Kita pulang yah"Ajak Rio
"Kamu gak mau nginep aja sayang?"Tanya Mommy Lala
"Gak My Mommy kan tau Cio gak bisa tidur kalau dikamarnya"Ucap Rio
"Iyah sudah tapi kapan-kapan nginep disini yah"Ucap Mommy Lala
"Oke Mom aku pulang dulu dan sampai kan salamku ke Papi yah"Ucap Rio lalu dia mencium kedua pipi Mommy Lala begitupun dengan Cio lalu pergi
Didalam mobil Cio menatap ponsel Rio yang dimana wallpaper nya adalah foto intan seorang,Cio memang suka memandang ponsel Rio karena ada intan
__ADS_1
"Omy"Ucap Cio lalu dia menatap Rio
"Iyah itu Mommy Cio"Ucap Rio dia mengelus rambut Cio yang menyetir kan mobil adalah Indra
"Ndra nanti mampir yah ke tempat kue yang ada didepan sana"Ucap Rio sambil menunjuk kedepan
"Siap tuan"Ucap Indra
Rio sampai di tempat kue yang dia mau dia juga membawa Cio keluar untuk membeli kue untuk Cio karena Cio sangat suka pancake coklat
Rio membawa Cio masuk kedalam dan Cio sangat senang dibawa Rio masuk kedalam toko kue itu
Rio memesan kue lalu dia duduk menunggu Pesanan nya bersama Cio
"Omy!Omy!Omy!Omy!"Ucap Cio memanggil Intan
"Cio disini gak ada Mommy"Ucap Rio lembut pada putranya
"Omy"Ucap Cio lagi
Rio menatap sekitar mencari apa yang disebut Cio Mommy nya karena kondisi toko juga lumayan ramai jadi Rio menatap wajah orang-orang tapi tidak menemukan siapapun yang dia kenal
"Kamu kangen Mommy kamu yah?"Tanya Rio
"Omy"Ucap Cio sambil bertepuk tangan dan pesanan Rio datang dia membayarnya lalu pergi lagi
Dan didepan toko kue itu ada badut berkostum boneka Teddy bear besar didalamnya ada orang dia menari-nari membuat Cio tertawa dibuatnya
"Kamu suka liat itu?"Tanya Rio pada Cio tapi dia tetap tertawa bahkan meminta digendong oleh badut itu
"Jangan Cio"Larang Rio membuat Cio langsung menangis kencang dan dia langsung berlari menuju mobil membawa Cio masuk kedalam mobil
Cio terus menangis tapi Rio berusaha membujuknya agar berhenti menangis dia buru-buru mengeluarkan ponselnya dari kantongnya dan memperlihatkan foto intan dan benar saja jika Cio langsung diam dia menatap Intan yang ada di ponsel Rio
Indra tersenyum melihat tingkah Tuan kecilnya yang sangat lucu
"Liatlah nona betapa tuan kecil membutuhkan kamu dengan liat foto kamu aja dia langsung diam ketika menangis Padahal kalian belum pernah bertemu sekalipun"Batin Indra
"Kita pulang ndra"Ajak Rio dan Indra melajukan mobilnya pergi dari sana
"Cio maafin Daddy yah"Ucap Rio pada Cio yang masih fokus pada ponselnya Rio
"Omy"Ucap Cio sambil memukul-mukul layar ponsel mahal Rio
__ADS_1
"Iyah itu Mommy Cio"Ucap Rio
Mereka sampai Mansion Rio menggendong Cio masuk kedalam mansion nya
Rio menghentikan langkahnya tepat didepan pintu dia sedangkan membayangkan jika dia pulang bekerja ada intan yang menyambut kedatangan seperti dulu
"Ay cuma Cio semangat ku bisa jalani hidup seperti sekarang kalau tidak mungkin aku bakal jadi orang yang hancur sekarang"Batin Rio
Lalu dia berjalan masuk kedalam kamar nya tapi sebelumnya dia menuju kamar dia menyerahkan kue beliannya tadi ke pelayan baru dia menuju kekamarnya
Rio mendudukan Cio ditengah-tengah kasur nya sedangkan Rio merebahkan tubuhnya di samping Cio
"Gak yah jadi duda"Ucap Rio lalu dia tertawa kecil dia berdiri lagi untuk melepaskan jas dan pakaian karena dia ingin membersihkan diri nya
"Cio kita mandi bareng yuk!"Ajak Rio lalu dia melepaskan semua pakaiannya Cio lalu mereka berdua mandi bersama didalam kamar mandi
Keesokan harinya
Rio mengajak Cio ketempat aquarium yang dimana banyak sekali ikan karena Cio sangat menyukai ikan apalagi ikan yang berukuran besar dia sangat suka
Rio tidak hanya pergi berdua dengan Cio tapi juga dengan Indra dan Frans satu lagi sekretaris nya yang bernama Rena
Dari tadi Rena mengajak bicara Cio tapi dia seperti nya tidak menyukai Rena bahkan Cio seperti takut pada Rena,Cio sangat sombong pada orang dia kenal dia hanya orang-orang tertentu saja yang dia mau digendong
"Kamu kenapa na?"Tanya Rio pada Cio
"Ciooo"Panggil Rena lembut tapi dia malah menyembunyikan wajahnya
"Na kamu kenapa? Tante Rena gak gigit kok"Ucap Rio lembut pada putranya
"Maaf yah tuan kayanya tuan kecil gak suka kalau saya ikut seharunya saya menolak untuk ikut kesini"Ucap Rena sopan pada Rio
"Itu permintaan Mommy ku karena dia sangat khawatir kalau aku gak bisa handle Cio sendirian padahal aku sudah biasa"Ucap Rio
Rio membeli tiket untuk masuk melihat pertunjukan paus orca kesukaan Cio sejak dalam kandungan
"Aku datangi lagi tempat ini Ay tapi gak sama kamu melainkan dengan anak kita"Batin Rio
"Omyyyy"Panggil Cio lagi
"Iyah Cio tempat ini dulu tempat Mommy kamu ngidam kamu"Ucap Rio
Rio duduk dia juga mendudukan Cio dipangkuan sambil melihat pertunjukan paus orca yang sangat pintar
__ADS_1
Mata Rio kembali berkaca-kaca mengingat kenangan nya bersama intan dulu dan Rena dengan sigap menyerahkan sapu tangannya pada Rio tapi Rio menolaknya dan dia menyeka air matanya dengan tangannya