
Serena dan Cio makan dengan sambil bergurau karena memang Serena berniat ingin menghibur Kaka nya
Serena dan Cio pulang ke mansion masing-masing bukan seperti dulu yang akan pulang ke mansion yang sama
Cio sampai mansion dia melihat Nuna sedang asik berbicara dengan Jordi lewat ponsel yang Jordi berikan pada Nuna
"Benar-benar keras kepala"Ucap Cio dan dia berjalan mendekati Nuna bahkan Cio merebut ponselnya Nuna dan membantingnya sampai hancur
Nuna berdiri sambil menatap ponselnya yang sudah hancur lebur dengan tatapan tidak percaya
"Masih mau buat pertengkaran Nuna?"Tanya Cio dengan nada tinggi
"Aku gak buat salah apa-apa tapi malah kamu yang buat pertengkaran"Jawab Nuna dengan nada yang tak kalah tinggi dengan Cio
"Kamu gak salah?"Tanya Cio dan dia tersenyum sambil bertepuk tangan
"Telponan dengan pria lain dan itu bukan kesalahan?"Sambung Cio lagi
"Aku akan benar-benar tegas kali ini ke kamu"Ujar Cio sambil menunjuk wajah Nuna
"Aku akan selalu awasi kamu walaupun aku kuliah bahkan kalau kamu pergi kemana pun akan ada bodyguard ku yang jaga kamu"Ucap Cio
"Jangan harap kamu bisa ketemu Jordi apalagi berdekatan dengan dia karena aku akan suruh semua bodyguard ku untuk habisi dia didepan kamu"Ancam Cio dengan sorot mata serius menatap Nuna
"Kamu benar-benar iblis!"Ucap Nuna sambil menggeleng kepalanya
"Aku seperti ini karena aku tidak mau istriku di miliki pria lain"Jawab Cio
"Aku bukan istri kamu tapi aku mainan kamu Bercio"Ucap Nuna tapi Cio diam tidak ingin menjawab lagi karena sudah tidak mau berdebat
Cio tersenyum dan dia mengeluarkan sesuatu dari balik jaketnya dan itu adalah minuman penahan nyeri haid
"Aku ingin istirahat karena besok aku akan kuliah lagi dan ini aku belikan ini agar nyeri haid kamu reda"Ucap Cio
Nuna tidak mau mengambilnya dan Cio mengambil tangan Nuna dan memaksa Nuna mengambil nya
"Aku akan diam untuk malam ini agar kita bisa introspeksi diri masing-masing"Ucap Cio
"Aku kekamar dulu"Pamit Cio dan dia meninggalkan Nuna yang masih kebingungan karena tingkah Cio yang aneh
Nuna menatap ponselnya yang Jordi berikan sudah hancur lebur membuatnya sangat sedih
__ADS_1
Nuna berlari kecil menuju kamar,dia meninggalkan ponselnya begitu saja
Nuna sudah berada Cio yang ingin masuk kedalam kamar tapi Cio hanya menoleh tanpa berbicara apapun pada Nuna
Siang berganti malam
Cio benar-benar diam sejak dia memberikan minuman nyeri tadi pada Nuna bahkan makan malam Cio tetap diam dan anehnya Nuna tidak bisa mendengar kan suara batin Cio
Mereka sekarang sudah berada di ranjang king size bed nya,Nuna tiduran membelakangi Cio sedangkan Cio tidur telentang sambil menatap langit
Nuna duduk dan dia merasa nyeri pada pinggangnya kambuh lagi dan Cio tanpa bicara apapun langsung mengelus pinggang Nuna dengan lembut
"Sejak tadi dia diam tapi pas tau aku sakit tanpa di minta dia langsung tolong aku"Batin Nuna
"Gara-gara kamu kelihatan pucat dan lemas Kaka sepupu ku mengira kamu hamil"Ucap Cio sambil terus mengelus pinggang Nuna
"Awal nya aku mau percaya tapi aku baru ingat aku gak pernah sentuh kamu dan lagi kamu lagi haid sekarang"Sambung Cio dan dia tertawa kecil sedangkan Nuna tersenyum melihat Cio tertawa kecil
"Aku gak akan suruh kamu lupain Jordi tapi kamu bisa hargai aku?"Tanya Cio tenang dan lembut berbicara pada Nuna tapi Nuna tidak menjawab nya
"Ya sudah coba kamu berbaring lagi terus membelakangi aku kaya tadi"Suruh Cio dan Nuna menurut ucapan Cio
"Good Night Nuna"Bisik Cio dengan suara maskulin nya di telinga Nuna
Nuna tidak menolak apalagi berontak dia hanya diam bahkan tangannya tanpa sadar mengelus tangan Cio yang ada di perutnya
"Aku senang kamu seperti ini Nuna"Ucap Cio lagi dan Nuna dari ekor matanya melihat senyum Cio yang sangat lebar dan manis sambil memeluknya
"Nuna boleh aku berkhayal tentang masa depan kita?"Tanya Cio dan Nuna menganggukan kepalanya
"Tidak jadi"Ujar Cio membuat Nuna mengerucutkan alisnya
"Kok gak jadi?"Tanya Nuna
"Takut gak ke sampaian"jawab Cio
"Kamu ini ada-ada aja"Ujar Nuna
"Besok kamu kuliah?"Tanya Nuna dan Cio menganggukan kepalanya
"Kamu mau antar aku kuliah?"Tanya Cio dengan semangat
__ADS_1
"Bukan itu tapi aku mau ketemu Jordi boleh?"Tanya Nuna pelan takut Cio akan marah-marah lagi padanya
"Apa aku gak denger?"Tanya Cio pura-pura tidak mendengar suara Nuna
"Aku boleh ketemu Jordi?"Tanya Nuna sedikit lebih nyaring dari yang tadi
Nuna mendengar hembusan nafasnya Cio yang berat bahkan Cio melepaskan pelukannya membuat Nuna takut
Nuna berbalik menghadap Cio yang tidur telentang disampingnya
"Kenapa?"Tanya Nuna dengan raut wajah sedihnya
"Perjanjian yang kamu buat apa Nuna?kamu cuma boleh ketemu dia sebulan sekali bukan setiap hari"Jawab Cio dengan tenang
"Setelah aku lihat dia kaya tadi rasanya aku mau ketemu dia lagi mau tau keadaannya apalagi aku gak bisa hubungi dia"Ujar Nuna bahkan dia tidak berani menatap Cio
"Seharian tadi kamu sudah puas kan telponan sama dia?apa masih kurang?jika Mommy tau bisa habis aku Nuna"Ucap Cio
"Aku cape buat kebohongan publik tentang kamu,apalagi harus bohong sama Mommy dan Daddy ku sendiri"Sambung Cio dan dia mengudap wajahnya
"Aku mohon Nuna setidaknya kamu menuruti peraturan yang kamu buat sendiri"Suruh Cio
"Aku cape harus bertengkar setiap hari,aku cape harus marahin kamu habis-habisan,aku gak tega hina kamu seperti biasanya"Ucap Cio dan dia duduk dan Nuna menahan tangannya Cio
"Maafin aku Bercio"Ucap Nuna dengan ekspresi wajah takut menatap Cio
"Aku gak butuh maaf yang aku butuhin kesadaran kamu"Jawab Cio dan dia ingin menepis tangan Nuna dan saat itu Nuna langsung meringis sakit pada pinggang nya
Cio yang awalnya marah langsung khawatir padanya dan Nuna melihat itu
"Sakit lagi?"Tanya Cio dengan lembut dan Nuna menganggukan kepalanya dengan pelan dengan bibir manyunnya
Tapi Cio yang melihat ekspresi Nuna malah tersenyum karena Nuna menurut nya sangat menggemaskan sekarang
"Sekarang duduklah"Suruh Cio tapi Nuna menggelengkan kepalanya
"Duduk Nuna"Suruh Cio dan kali ini menurut dan Cio menarik tangan Nuna lalu mendudukkan nya di pangkuannya
Cio mengalungkan tangannya Nuna di lehernya dan kaki Nuna mengikat pinggang Cio
"Kalau seperti ini aku bisa mengelusnya dengan mudah"Ucap Cio dengan lembut di Nuna
__ADS_1