
Bab 3
Ke esokan harinya
Nina,Rena dan Winda sedang berjalan melewati koridor,dan dia saat itu dia melihat Zayyan sedang berbaring dimeja.Ketika Nina memasuki kelas,Zayyan mengangkat kepalanya dan Nina ingin menyapa Zayyan dengan sopan tapi Zayyan membuang mukanya dan mengabaikan Nina,dia merasa sedih lalu duduk di kursinya tanpa suara
"Nin kok muka kamu kaya sedih?"Tanya Rena
"Gak papa aku tiba-tiba gak mood aja"Jawab Nina Rena hanya mengangguk kepalanya saja
Lalu Nina mengambil buku novel yang selalu dia bawa agar menghilangkan bosannya
Kelas yang awal sepi menjadi bising karena satu persatu murid-murid berdatangan sampai suara pertengkaran terdengar dari belakang dan ketika Nina menoleh ternyata Zayyan yang sedang berkelahi dengan siswa lain tanpa tau sebabnya
Ketua kelas sudah berusaha melerainya tapi tidak berhasil sedangkan murid-murid yang lain malah menontonnya layaknya pertandingan tinju dan Nina juga berdiri membantu melerai perkelahian itu, belum Nina mendekat Zayyan sudah berhenti tapi dia menatap Nina dengan tatapan kecewa dan Nina mendengar Zayyan membatin
"Mengapa kamu diam saja ketika semua orang melawanku?"Batin Zayyan membuat Nina mengerucutkan keningnya karena dia sejak tadi hanya fokus pada bacaan tanpa tau apa yang sedang terjadi disekitarnya
"Apa yang sudah terjadi?"Tanya Nina pada ketua kelas
"Siswa yang lain dengan sengaja menendang meja Zayyan yang sedang menulis"Jawab ketua kelas dan Nina menatap meja Zayyan yang memang ada disampingnya ternyata benar ada coretan panjang yang akibat meja tergeser
Nina menatap Zayyan yang sudah terdiam sejak tadi,dia berniat ingin meminta maaf pada Zayyan,belum Nina mengucapakan kata maaf Zayyan sudah berujar dengan perkataan yang tajam
"Berhentilah pura-pura perduli padaku!"Teriak Zayyan dengan lantang lalu dia pergi begitu saja
Siswa merasa kasihan pada Nina yang diteriaki Zayyan karena mereka tau jika Nina adalah orang baik bahkan sehari yang lalu Nina sudah membantunya tapi Zayyan tetap tidak mau perduli
Nina mendengar semua Omelan teman-temannya terhadap Zayyan tapi bukannya marah tapi malah dia makin kasihan pada Zayyan
"Cepat cari Zayyan atau citra kamu sebagai ketua kelas akan nilai rendah bahkan kamu dianggap lalai sebagai ketua kelas"Suruh Nina pada ketua kelas,dia buru-buru mencari Zayyan
Zayyan pergi tidak jauh,dia hanya duduk di kursi panjang belakang koridor dan ketua kelas menatap rendah Zayyan
Dia sudah tidak perduli lagi dengan citranya kesabaran sudah habis apalagi tempat itu sepi jadi tidak ada orang lain yang melihatnya memaki Zayyan
Ketua kelas berdiri didepan Zayyan sambil berkacak pinggang
"Gua gak perduli lu berkelahi atau bertengkar tapi sikap lu ke Nina tadi sangat kasar bahkan keterlaluan"Ujar ketua kelas, Zayyan yang tadinya menunduk kan kepalanya sekarang menatap ketua kelas
"Gua benci dia karena ternyata dia adik dari Daffa orang yang sudah buat ku menderita dihari pertama gua masuk sekolah ini"Ucap Zayyan membela diri tapi ketua kelas malah tertawa mendengar ucapan Zayyan
"Nina gak pernah meremehkan lu karena lu anaka seoarang bandar narkoba tapi sekarang lu benci dia karena dia adik dari tukang bully?"Ucap Ketua kelas dan perkataan itu berhasil menampar wajah Zayyan
__ADS_1
Dia langsung berdiri dari duduk dan berlari menuju kelas meninggalkan Ketua kelas begitu saja,dia ingin menemui Nina sekarang
Zayyan menemukan Nina yang sedang duduk dengan kepala berada dimeja
"Nina"Panggil Zayyan dengan lembut sambil ngos-ngosan juga tapi Nina masih diam sampai guru datang membuat Zayyan buru-buru duduk ke kursinya
Beberapa jam berlalu tapi Nina terus mendengarkan suara hatinya Zayyan yang terus menyalahkan dirinya sendiri
Zayyan juga latihan meminta maaf yang baik dan benar pada Nina dalam hatinya
"Nina aku minta maaf karena sudah berkasar tadi bahkan meneriaki kamu"Batin Zayyan
"Salah!"Batinnya dan kembali membuat kata-kata lainnya
"Nina aku minta maaf yah karena sudah meneriaki kamu padahal kamu sudah sangat baik"Batin Zayyan
Nina menutup telinga nya karena batin Zayyan sangat bising,biasanya dia akan mengabaikan atau fokus pada hal lain tapi kali ini tidak bisa
Dia sama sekali tidak bisa mengabaikan suara batinnya Zayyan
"Bu guru!"Panggil Nina dengan lemah
"Iyah Nina?"Jawab Bu guru dengan lembut
Sesampainya dirumah dan Nina tadi dijemput oleh supirnya
"Akhirnya aku bisa merasakan rasa hening yang nyaman yaitu kamar ku sendiri"Ucap Nina sambil tersenyum manis
"Tapi aku mau tidur"Ucap Nina dan dia ingin menutup korden kamarnya namun dia sangat terkejut melihat keberadaan Zayyan yang ada diluar rumahnya,dibawah lampu jalan Nina melihat jika wajah Zayyan kembali mendapatkan luka baru
"Itu luka baru?"Tanya Nina
Nina buru-buru turun dari kamar untuk menghampiri Zayyan dibenaknya bukannya kenapa Zayyan bisa ada disekitar rumah nya melainkan kenapa luka baru bisa ada dibawah Zayyan
Zayyan melihat Nina keluar dari rumahnya tersenyum tapi dia juga melihat jika Nina sangat khawatir padanya
"Kamu kenapa lagi?kok bisa sampai babak belur?"Tanya Nina dengan khawatir pada Zayyan
"Aku tadi ceroboh dan tidak sengaja jatuh"Jawab Zayyan tapi Nina tau jika Zayyan berbohong padanya
"Tadi aku mengikuti Kaka kamu karena ingin tau alamat kamu tapi malah ketahuan dan aku dipukuli"Batin Zayyan dan Nina mendengar itu dia tidak bisa menahan tawanya
"Kok ketawa?"Tanya Zayyan yang kebingungan melihat Nina tertawa tapi dia masih belum menghentikan tawanya
__ADS_1
Zayyan semakin kebingungan dan kali ini Nina sudah berhenti tertawa
"Gak papa kok"Jawab Nina tapi Zayyan hanya menggaruk kepalanya karena bingung
"Kita harus obatin luka kamu"Ucap Nina dan dia menarik tangan Zayyan menuju apotek dekat rumahnya
Nina membawa satu plastik yang berisi obat yang sangat banyak bahkan dia sendiri bingung kenapa bisa membeli obat sebanyak itu
"Biarlah sekalian jadi cadangan atau nanti dia terluka lagi"Ucap Nina Zayyan hanya beridi didepan toko menunggu Nina
"Tapi kalau aku bawa ke rumah apa kata orang rumah nanti aku bawa obat sebanyak ini?"Ucap Nina sambil menatap obat-obatan yang baru saja dia beli
Nina lalu keluar dan bejalan mendekati Zayyan dan menyerahkan obat-obatan itu pada Zayyan karena dia tidak membutuhkannya
Setelah memberikan obat itu Nina menyuruh Zayyan pulang tapi Zayyan seperti nya ingin mengakatan sesuatu tapi dia ragu dan Nina ingin memberikan kesempatan pada Zayyan
"Kamu mau ngomong sesuatu Zayyan?"Tanya Nina karena Nina tau jika Zayyan ingin minta maaf padanya dari suara batin Zayyan
Zayyan pun langsung mengutarakan isi hatinya yang ingin meminta maaf pada Nina
"Nina aku minta maaf beribu bintang dan bulan yang sedang terang malam ini,aku janji gak bakal kasar lagi ke kamu lagi"Ucap Zayyan dengan tulus pada Nina
Nina terkekeh dan berniat menggoda Zayyan "Jangan mengakatan hal sembarangan pada gadis yang bukan pacar kamu"Ucap Nina membuat Zayyan tersipu malu tapi syukurnya wajahnya yang memerah tidak terlihat karena malam
Hubungan keduanya menjadi lebih dekat dari sebelumnya setelah Zayyan meminta maaf pada Nina tapi mereka masih menjaga takut ada yang salah paham apalagi Kaka nya Nina
Nina juga merasa jika Zayyan banyak berubah dan sangat berbeda Zayyan dulu,saat guru memberikan pertanyaan pada murid-muridnya lain pasti Zayyan akan mengangkat tangannya dan menjawab pertanyaan itu dengan benar dan Nina baru menyadari jika Zayyan menjadi lebih giat
Bahkan semakin anehnya lagi Zayyan dulu sangat membenci teman-temannya sekarang berisiatip menaktir teman-temannya minuman dan bahkan makanan,Zayyan membeli coklet dalam jumlah banyak untuk dibagikan pada teman-temannya
Dan Zayyan memberikan Nina coklat tapi coklat agak berbeda dari yang lainnya dan ketika Zayyan sudah ingin berjalan lagi Nina menarik ujung lengan baju Zayyan dia paham maksud Nina
"Aku hanya ingin berdamai dengan semuanya"Ucap Zayyan dan dia tersenyum manis dan Nina juga membalas senyuman Zayyan lalu melepaskan baju Zayyan
Setelah Zayyan pergi ketus kelas menghampirinya
"Apa kamu percaya dengan ucapannya?"Tanya Ketua kelas tapi Nina tidak paham arah pikiran ketua kelas,dia takut jika ketua kelas salah paham
"Kemarin aku mengobrol dengannya Nina ,aku tidak sengaja bilang kalau kamu suka coklat dan hari ini semua murid kelas kelas ini diberikan coklat padahal bukan hari Valentine"Ucap Ketua kelas
"Mungkin dia tidak ingin orang lain salah paham jika hanya membeli satu coklat jadi dia membeli coklat yang banyak agar bisa dibagikan padahal niatnya hanya ingin memberikan pada kamu"Ucap Ketua kelas
Nina hanya diam menatap coklat yang tergeletak diatas meja tapi senyumnya terbit dari bibir tipisnya
__ADS_1