
Siang berganti malam
Cio memutuskan untuk menemani Nuna malam ini karena dia juga takut kalau Nuna akan macam-macam lagi nantinya
Cio sedang tiduran di sofa kamarnya sedangkan Nuna duduk di ranjang king size nya Cio
Cio sedang membalas chat dari Serena sedangkan Nuna sedang melamun
"Kaka ngapain gak pulang sih?aku ke tempat Kaka yah"Tulis Serena
"Mau ngapain?mau jadi obat nyamuk?"Tanya Cio
"Aku jadi obat nyamuk?kayanya gak mungkin deh malah calon istri Kaka tuh yang bakal Kaka cuekin"Balas Serena
"Kamu sekarang tidur,2 hari lagi Kaka akan nikah dan kamu siap-siap jadi nomor 2 nanti"Tulis Cio
"ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜Kaka jahat banget sih?aku gak mau di nomor 2 kan"Balas Serena
"🙄🙄🙄"Balas Cio
Cio meletakkan ponselnya ke atas meja dan duduk,dia menatap Nuna yang sedang melamun di ranjang
"Kamu bosan dikamar?"Tanya Cio pada Nuna dan dia menatap Cio sambil mengangguk kepalanya
"Mau jalan-jalan?tapi cuma sebentar yah"Ujar Cio lagi
"Kamu kemana?"Tanya Cio
"Aku mau jengukin Jordi"Jawab Nuna dan Cio memejamkan matanya sambil menghela nafas dengan berat
"Oke dan aku harap ini pertemuan kamu yang terakhir"Ucap Cio
"Aku kekasih nya Jordi, selama 2 Minggu aku kamu kurung aku sangat mengkhawatirkan nya bahkan merindukan nya"Ucap Nuna
"Dia orang yang sangat berarti bagiku"Sambung Nuna
"Baiklah ayo kita berangkat"Ajak Cio santai sambil berdiri
__ADS_1
"Kamu mau berdandan atau ganti baju dulu?"Tanya Cio tapi Nuna menggelengkan kepalanya sambil turun dari ranjang
"Apakah aku orang jahat yang sudah membuat 2 insan saling mencintai menjadi terpisah?"Cio membatin
Nuna mendengar ucapan Cio tapi dia tetap berjalan menuju keluar sedangkan Cio mengikuti dari belakang
Cio dan Nuna pergi dengan mobil pribadi Cio yang biasanya dia bawa kemana-mana bahkan Cio yang menyetir sendiri mobilnya
Didalam mobil keduanya hanya diam bahkan Nuna agak menjaga jarak,Awalnya dia ingin duduk di kursi belakang tapi dilarang oleh Cio jadinya diam pun duduk disamping Cio
"Aku gak tau jalan menuju rumah Jordi"Ucap Cio memecahkan kehiningan
"Lurus aja nanti kalau ada belokan aku arahin lagi"Ucap Nuna
"Kamu gak ada terkejut bertemu dengan ku setelah 14 tahun berpisah Nuna?"Tanya Cio
"Sangat terkejut tapi terkejut ku bukan karena bertemu kamu lagi tapi terkejut karena sifat kamu sangat jauh beda dengan dulu,bukan berci yang menggemaskan dulu lagi"Ucap Nuna membuat Cio menatap nya sebentar dan kembali menatap jalan
Nuna melepaskan kalung yang ada dilehernya dan Cio melihat itu dan dia merem mobilnya dengan mendadak dan langsung memegang tangan Nuna
"Jangan pernah lepasin itu Nuna"Ucap Cio dengan nada permohonan pada Nuna
"Aku minta maaf atas semua yang pernah aku lakukan ke kamu,aku mohon jangan seperti ini"Pinta Cio
Nuna menepis tangan Cio dari tangannya bahkan tatapan tidak berubah sejak tadi
"Aku akan maafin kamu tapi aku mohon batalkan pernikahan kita Berci"Suruh Nuna
"Aku gak akan pernah batalkan pernikahan kita Nuna, walaupun rumah tangga kita seperti neraka nantinya aku akan tetap menjaga pernikahan kita"Ucap Cio dengan keyakinan yang kuat
"Benar-benar keras kepala!"Ucap Nuna sambil geleng-geleng kepala
"Aku akan terus keras kepala pada orang yang baik pada ku!bahkan hampir kehilangan nyawanya hanya karena ingin menyelamatkan aku"Ucap Cio
"Aku tidak perduli tanggapan kamu Nuna,benci atau suka kamu ke aku,aku akan tetap pada pendirian ku yaitu membuat kamu menjadi istriku"Ucap Cio dengan tegas
Nuna tiba-tiba ingin membuka pintu tapi pintu mobil sudah Cio kunci membuatnya tidak bisa membuka pintu nya
__ADS_1
"Jangan pancing ke marahan ku seperti waktu itu Nuna"Tegur Cio dengan nada serius dan tatapan datar
"Disini aku benar Berci kenapa harus menuruti kemauan kamu?"Tanya Nuna
Cio meraih dagu Nuna bahkan memegangnya dengan kuat dengan tatapan melotot
"Mau mendebat ku?jangan sampai kesabaran ku habis!"Bentak Cio dihadapan Nuna dan kali ini air mata Nuna kembali luruh membasahi pipi nya
Cio tidak sama sekali melepaskan tangannya dari dagu Nuna bahkan dia hanya menatap Nuna menangis
"Kamu menangis?apa kamu salah Nuna?Kan wanita memang selalu benar"Ucap Cio dan dia tersenyum miring
"Maafkan aku Nuna tapi aku benar-benar sangat ini menikahi kamu"Batin Cio dan Nuna mendengar ucapan Cio
Awal tangan Cio memegang dagu Nuna dan sekarang jempol dengan perlahan menghapus air matanya dengan Nuna
"Sifat dan dan ucapan kamu dalam hati kamu sangat bertolak belakang Berci"Batin Nuna
"Jordiiiiiiii"Panggil Nuna pelan tapi Cio mendengar nya
Cio memukul setir mobil dengan kuat sampai Nuna menutup telinganya karena takut
"Kamu sebut namanya lagi akan ku bunuh dia!"Ancam Cio dengan nada tinggi bahkan matanya melotot
"Jangan pernah kamu sakiti dia! karena dia gak salah"Larang Nuna
"Membela dia sama saja suruhan pada ku"Ucap Cio
"Kamu monster! aku benar-benar tidak ingin menikah dengan orang seperti kamu"Ucap Nuna,dia sangat ketakutan sekarang bahkan tangis nya semakin kencang membuat Cio terdiam sejenak sambil menatap Nuna yang sangat tertekan
"Apa salah ku Berci?kenapa kamu lakukan ini sama aku?lepaskan aku Berci"Ujar Nuna dengan nada lirih sambil memegangi kepalanya dia juga terus menangis
Cio ingin memeluk Nuna tapi Nuna menepis tangan Cio bahkan menampar wajah Cio dengan kuat
"Apa aku sejahat itu Nuna sampai kamu ketakutan seperti ini?"Cio membatin
"Tuhan aku sudah membuat nya sangat ketakutan bahkan dia menganggap ku monster,aku hanya ingin dia menurut dan berhenti memanggil nama pria lain"Batin Cio
__ADS_1
Cio diam sambil menatap jalanan sedangkan Nuna terus menangis disampingnya
"Apa aku benar-benar batalkan saja pernikahan ini?ke egoisan tidak akan pernah membuat bahagia"Cio kembali membatin