
Intan sampai di rumah susunnya dia lalu masuk kedalam mengunci pintu nya lalu dia duduk dan makan dengan lahap
Intan tersenyum sambil mengunyah makanan yang dia beli tadi,dia mengingat Cio yang melihat menari-nari tapi Cio bisa sangat senang sekali
"Aku baru kali ini ketemu anak kecil bisa ketawa kaya tadi biasanya anak kecil takut bahkan ada yang menjahili sampai aku terjatuh"Ucap Intan
"Jadi pengen ketemu anak itu lagi nama nya siapa yah?"Tanya Intan
"Tapi dari muka bapaknya kaya gak asing atau dia seorang artis yah?"Tanya Intan lalu memasukan makanan kedalam mulutnya
Intan lalu membuka ponselnya dia membuka google tapi dia tidak tau ingin mengetik apa tapi dia tidak menyangka jika beranda Google nya ada foto Rio dengan Cio lalu dia langsung mengkliknya
Dia ternganga melihat berita tentang Rio yang mengakatakan jika Rio adalah duda anak satu karena ditinggal istrinya meninggal dalam melahirkan
"Wih duda nih"Ucap Intan sambil tertawa kecil lalu dia mencari tahu yang lainnya dia mencari tahu tentang istrinya Rio
Tangan langsung gemetar melihat siapa istrinya Rio wajahnya mirip dengannya bahkan nama nya sama dengannya
"Ini muka kenapa mirip aku?tapi dia lebih cantik sedangkan aku dekil kaya gembel"Ucap Intan sambil terus menggeser layar ponselnya
"Kalau gini ceritanya aku bisa dikira hantu gara-gara mirip istrinya"Tambahnya lagi
"Seorang model dengan lulusan S1 manajemen"Ucap Intan membaca biodata istri Rio
"Adik kandungnya Queen Tiara atau istrinya Prince Ringga Dhekson sepupunya dari Rio"Baca intan
Intan lalu menemukan foto Tiara dengan istrinya Rio kepalanya langsung pusing melihat fotonya dengan Tiara bahkan dia langsung pingsan karena sangkin sakitnya
Disisi Rio
Rio berkunjung ke makam nya intan tapi Cio masih dimobil ditemani oleh Indra dan Frans sebab dia masih tertidur pulas
Rio menatap Nissan Intan sambil mengelusnya dia juga membelikan buket bunga mawar biru kesukaan intan
"Ay aku merindukan kamu sampai-sampai aku merasa kamu masih hidup sekarang"Ucap Rio
"Cio selalu bilang Omy kalau kami sedang keluar apa kamu benar-benar masih hidup Ay?jika itu benar boleh aku berharap?"Tanya Rio lalu dia tersenyum sambil mengelus-elus Nissan Intan
__ADS_1
"Cio sudah berumur 8 bulan Ay,dia sangat cerdas dan menggemaskan wajah nya lebih dominan ke kamu tapi dan sikap nya juga kamu Ay,aku hampir gak kedapatan"Ucap Rio
"Kalau dia menangis aku gak bisa diamin dia aku cuma kasih fotonya kamu dia pasti akan diam sebegitu pentingnya peran kamu dihidup dia Ay padahal kamu belum pernah ketemu"Ucap Rio lalu dia meneteskan air matanya
"Dia masih belum bisa panggil aku Daddy ay dia selalu panggil aku Didi"Ucap Rio lalu dia tertawa kecil mengingat tingkah Cio yang selalu menghiasi hari-hari nya
"Makanan kesukaan Cio adalah pancake coklat Ay tapi dia sangat benci makan sayur bahkan dia bisa menangis jika dipiring makannya ada sayur"Cerita Rio pada malam intan
"Awal-awal merawat dia memang sulit Ay apalagi aku cuma sendirian tapi aku sangat bangga sekarang aku bisa melihat pertumbuhan putraku dan aku sendiri yang merawatnya tanpa bantu tangan orang lain"Ucap Rio
"Aku gak terbayang bakal punya anak dan aku rawat dia sendirian tanpa bantu tangan kamu"Adu Rio pada intan
Rio menunduk kan kepalanya lalu air matanya berjatuhan ketanah dia juga sesegukkan menangis didepan makam intan
"Jika benar badut tadi adalah kamu aku benar-benar akan sangat bahagia Ay,aku rindu kamu peluk aku,cium aku,merengek pada ku, buat aku ngambek dan kamu bujuk aku sampai aku lupa kalau aku sedang ngambek ke kamu"Ucap Rio dia hampir sulit bernafas karena menangis
"Jika itu kamu lalu siapa yang didalam sini?"Tanya Rio pelan bahkan terbata-bata
Rio menegakkan kepalanya lalu dia mencium Nissan Intan lama dia menatap makam intan lalu dia berdiri dan pergi
"Anak Daddy sudah bangun?"Tanya Rio lalu dia mengelus rambut Cio
Cio hanya diam sambil menatap wajah Rio membuat Rio tersenyum melihat ekspresi wajah anaknya yang menggemaskan
"Kita pulang yah"Ajak Rio pada Cio dia mengangguk kepalanya lalu Indra fan Frans melajukan mobilnya
"Tuan mau dengar cerita Alice?"Tanya Frans dan Rio menatap Frans
"Alice melahirkan anak perempuan yang sangat cantik tuan dan usia nya sekarang sudah 5 bulan bahkan Alice sangat menyayangi anak nya kami bisa lihat saat tuan Gio ingin mengambil anak nya dia langsung memohon agar anak nya jangan di ambil tapi Alice mengalami penyakit yang sangat menyakitkan"Ucap Frans
"Apa itu?"Tanya Rio
"HIV tuan"Jawab Indra
"Apa?kalau dibiarkan anaknya bisa tertular"Ucap Rio
"Tapi panyakit ini baru saja dia alami sejak pengecekan seminggu yang lalu"Jawab Frans
__ADS_1
"Kita harus ambil anaknya agar dia tidak tertular"Suruh Rio
"Siapa yang akan merawat anaknya tuan?"Tanya Frans
"Aku yang akan merawatnya bagaimana pun dia bukan anak yang dosa dia layak hidup"Ucap Rio
"Kita ke markas!"Suruh Rio
"Tuan kecil diajak?"Tanya Indra
"Ya!"Jawab Rio lalu Indra menganggukan kepalanya dan pergi menuju markasnya
30 menit perjalanan dia sampai dimarkas nya dia buru-buru masuk sambil menggendong Cio kedalam
Bayi Alice ada digendongan nya Gio karena Alice sudah meninggal dunia karena penyakit yang dia alami bahkan semuanya tidak tau kapan dia meninggal andai bayinya tidak menangis
"Alice meninggal dunia Rio"Ucap Gio pada Rio dia terdiam mendengar Alice meninggal dunia
"Makamkan dia dengan layak"Suruh Rio semuanya anak buah Rio menganggukan kepalanya
Rio lalu menatap anak Alice yang ada di gendongan Gio
"Siapa namanya om?"Tanya Rio
"Serena Sayersz"Ucap Rio
"Dia akan jadi anak ku bukan anak Matthew dan namanya akan jadi Serena Dirgantari Wijaksono"Ucap Rio membuat Gio terkejut begitupun yang lainnya
"Rio dia bukan anak kandung kamu bahkan dia bukan keturunan Wijaksono"Ucap Gio keberatan dengan tindakan Rio
"Aku akan merawatnya dan dia akan jadi Putri ku"Ucap Rio dengan wajah datarnya
"Dia anak penjahat Rio bahkan intan meninggal gara-gara paman nya"Ucap Gio
"Om dia terlahir suci dia tidak tahu apa-apa,apa pantas aku perlakukan dia seperti penjahat?"Tanya Rio membuat Gio terdiam
"Ndra bawa Serena kita harus kerumah sakit untuk periksa dia apa dia tertular HIV atau tidak?"Suruh Rio dia mengangguk kepalanya lalu Serena dari gendongan Gio lalu mereka pergi lagi
__ADS_1