
Kamar Rio penuh dengan keributan para bocil-bocil tapi intan malah kesenangan
Intan sedang mengepang rambut Dania dan Hellen sedangkan bocil laki-laki saling bercanda dengan Rio
Rio berlari-larian dikamarnya sedangkan anak-anak laki-laki mengekor dibelakang nya
"Ayyyy stop jangan di ajak kenapa sih kan nanti mereka cape"Ucap Intan dan Rio langsung menghentikan larinya membuat para bocil langsung menabrakannya dan jatuh
King yang paling kecil tertimpa para Abang nya tapi dia hanya tertawa
"Om kita nonton yuk!"Ajak Danish
"Nonton apa?"Tanya Rio
"Nonton video yang om Prince dan papah liat waktu itu"Ucap Danish
Intan langsung menatap Rio dengan tatapan tajamnya
"Video apa Ay?"Tanya Intan dengan aura mengerikannya
"Video apa aku jua gak tau"Jawab Rio dengan gugup
"Video apa Niash?"Tanya Abrar
"Tanya om Rio kan om yang nonton waktu kan Nial?"Ucap Daniash pada Danial
"Iyah kata Om kami harus dewasa dulu"Ucap Danial
"Gak usah bahas itu yah kita main PS aja yuk?"Ajak Rio
"Main PS om?"Tanya Abrar
"Ayok kita main"Ajak Rio lalu dia berjalan menuju televisi besarnya sedangkan anak-anak sudah duduk rapi dibelakang Rio
Sedangkan Intan masih sibuk dengan Hellen dan Dania
"Cita-cita kalian apa?"Tanya Intan
"Aku gak tau Ty kata Mamah aku harus punya cita-cita tapi aku gak tau aku mau jadi apa karena kata Papah apapun yang aku mau pasti bakal Papah wujudkan jadi buat apa lagi kan aku punya cita-cita?"Ucap Dania
"Kita harus punya cita-cita Dania biar hidup kita punya tujuan"Ucap Intan
"Aku mau jadi apa yah ty?gak tau nanti deh Nia pikirin lagi"Ucap Dania
"Kalau Helen?"Tanya Intan
"Punya pria kaya raya"Ucap Hellen membuat intan langsung menatap keponakan itu dengan tatapan tidak percaya
"Pasti ajaran Mami nya ini"Ucap Intan pelan
"Contoh cita-cita itu kaya polisi,guru,dokter atau kaya auty ini model"Ucap Intan
"Tapi kata Mami kalau aku punya suami kaya aku gak butuh apa-apa lagi"Jawab Hellen
__ADS_1
"Tapi kan Papi nya Hellen sudah kaya buat apa Hellen cari yang kaya lagi?"Tanya Intan
"Biar makin kaya kata Mami"Ucap Hellen
"Sesat!Kaka ajarin anaknya gini tapi itu kan cita-cita dia dulu pas masih belum kenal ka Prince atau gak dia mau nikah sama Cha Eun woo"Ucap Intan pelan
"Dulu aunty cita-cita nya apa?"Tanya Dania
"Mau jadi sekertaris di perusahaan besar"Jawab intan
"Tapi kok aunty jadi model sih?"Tanya Hellen
"Artinya cita-cita aunty gak ke sampaian kan?"Ucap Intan
"Sabar ty"Ucap Hellen dan Dania sambil mengelus kaki intan
Rio sangat asik bermain PS mahal miliknya dengan para bocil tanpa perduli tangannya
Mereka bermain mobil balap dan kalau kalah ganti sekarang Rio bermain dengan Daniash
Pintu kamar Rio terbuka yang masuk adalah para orang tua dari bocil-bocil itu
Kamar Rio semakin banyak orang membuat Rio langsung diam sambil menatap orang itu masuk ke kamarnya
Gabriel bergabung dengan Intan sedangkan Prince,Gio dan Willy bergabung dengan Rio
"Pantas aja lama ternyata main disini"Ucap Tiara pada Hellen
"Mami cariin Hellen yah?kan tadi Mami yang suruh Hellen kesini buat minta maaf ke Om tapi katanya om nya masih ngambek Mi"Ucap Hellen
"Gak pernah sih"Ucap Hellen
"Mamah Nia cantik kan?"Tanya Dania sambil memperlihatkan kepangan rambut nya pada Gabriel
"Anak Mamah selalu cantik kok"Puji Gabriel
Sekarang yang bermain adalah Willy dengan Gio sedangkan Prince hanya menjadi penyemangat saja dan Rio duduk di sisi ranjangnya
Dia tersenyum melihat kebersamaan para keluarga nya lalu dia menatap ponselnya tapi ekspresi wajahnya langsung berubah dia langsung berdiri bahkan pergi tanpa sepengetahuan yang lainnya
Rio sudah ingin masuk tapi Riko menahan pintu mobil Rio
"Aku buru Pi"Jawab Rio tapi Riko sama sekali tidak melepaskan tangannya dari pintu mobil Rio
"Mau kemana?"Tanya Rio lagi
"Alice memintaku untuk bertemu"Jawab Rio
"Papi ikut!"Ucap Rio lalu dia duduk dan bahkan dia yang akan menyetir tanpa menunggu persetujuan Rio terlebih dahulu
Rio paham siapa Papinya dan dia juga duduk disampingnya Riko
"Kenapa Alice mau menemui kamu Rio?"Tanya Riko
__ADS_1
Rio menggelengkan kepalanya
"Kamu gak mikir kalau ini jebakan Rio?"Tanya Riko
"Aku mau ketemu dia karena aku mau selesai semua nya Pi aku gak mau masalah ini berkepanjangan"Ucap Rio
Baru menyebutkan itu mobil Rio dan Riko tiba-tiba saja ditabrak oleh truck besar yang datang dari sisi samping mereka karena mereka melewati pertigaan
Mobil yang Rio kendaraain terpental bahkan terguling-guling seseorang tersenyum dari dalam truk
"Rio tewas dan intan bakal jadi milik gua"Ucapnya lalu dia pergi meninggalkan mobil Rio
Mobil Rio terbalik dengan atapnya berada di tanah keadaan Rio dengan Riko sama-sama parah
Intan menatap keluar dengan kepala yang mengalir darah
"Ayyyyy"Panggil Rio lirih
Disisi Intan
Sedang asik menggosip dengan para Kaka nya sampai lidahnya tergigit membuat nya terdiam sambil meringis
"Kenapa ntan?"Tanya Gabriel
"Gak papa kak cuma lidah ku aja ke gigit"Jawab Intan
Intan menatap sekitar mencari keberadaan Rio dia baru sadar jika suaminya sudah tidak ada dikamar
"Suami ku mana?"Tanya Intan
"Gak tau"Jawab Tiara dan Gabriel
"Ka Prince suami ku mana?"Tanya Intan
Prince juga baru sadar jika Rio tidak ada begitupun Willy dan Gio
"Mungkin dia turun"Jawab Prince
Intan lalu berdiri untuk mencari Rio karena perasaan sangat tidak nyaman sekarang
Intan berkeliling mencari keberadaan Rio tapi tidak menemukan nya dan dia bertemu dengan arka dan Hana dibawah dan Tante Lala juga
Intan duduk disampingnya mertuanya
"Mom ada liat suami ku gak?"Tanya Intan
"Dia tadi keluar kaya buru-buru gitu tapi dikejar sama Papinya,memangnya dia pergi gak bilang ke kamu?"Tanya Tante Lala
"Aku terlalu asik tadi sama ka Riel dan ka Tiara sampai lupain dia"Ucap Intan
"Mungkin dia pergi ada sesuatu tapi kamu tenangnya dia sama Papi nya kok"Ucap Tante Lala
Intan hanya manggut-manggut saja tidak menjawab ucapan mertuanya
__ADS_1
"Perasaan ku sangat tidak enak ini baru pertama kali aku seperti ini"intan membatin
"Mungkin dia ada sesuatu yah"Tambah Intan lagi